in: Award | January 7, 2015 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

JagatReview 2014 Overclocking Award: Prosesor

AWard_cpu

Setiap tahun, JagatReview mengumpulkan beberapa hardware terbaik dari kelasnya masing-masing, dan memberinya penghargaan yang bernama ‘JagatReview Annual Award’. Kali ini, kami akan memilih beberapa komponen PC yang memiliki kelebihan khusus dari aspek tuning dan overclocking.

Prosesor adalah salah satu komponen inti dari PC, yang mengerjakan berbagai tugas komputasi ringan seperti word processing, spreadsheet, dan web browsing, hingga ke tugas-tugas berat seperti 3D rendering, video encoding dan gaming. Semakin cepat prosesor yang kita miliki, maka umumnya tugas-tugas di atas bisa dilakukan dengan lebih cepat. Ada beberapa prosesor yang memiliki potensi overclocking cukup tinggi, sehingga performa yang didapatkan bisa jauh melebihi spesifikasi yang ada di labelnya, yang akhirnya membuat prosesor ini memiliki rasio price vs performance yang baik.

Berikut ini prosesor yang memiliki overclockability terbaik versi kami:

Pentium G3258 Anniversary Edition

g3258s

Sesudah mengujinya beberapa kali, nampaknya kami bisa mengambil kesimpulan bahwa prosesor dual-core yang satu ini menawarkan headroom overclocking yang sangat besar. Dari kecepatan defaultnya yang ada di 3.2 Ghz, G3258 bisa mencapai kecepatan 4.2Ghz dengan menggunakan cooling stock HSF bawaannya saja! Lalu, berkat konfigurasinya yang ‘hanya’ memiliki dua inti, konsumsi dayanya cukup rendah, sehingga overclocking prosesor ini masih bisa dilakukan dengan relatif aman pada motherboard murah(seperti yang sudah kami lakukan pada motherboard H81 disini).

OC dengan stock HSF dan Mobo Murah? Tidak masalah!

Dengan perkembangan game modern yang mulai membutuhkan prosesor quad-core, Pentium G3258 memang agak sulit menjadi pilihan, karena setelah di-overclock pun, masih agak berat baginya untuk mengejar prosesor dengan 4 thread (Core i3 / Athlon X4). Namun, bagi pengguna yang membutuhkan prosesor murah, dan tidak terlalu membutuhkan performa multithreading yang tinggi, prosesor Pentium G3258 akan sangat menarik. Setelah di-overclock, performanya di beberapa game cukup baik untuk menjadi solusi PC gaming murah.

Harganya yang terjangkau, overclockability yang besar, serta kemampuan untuk melakukan overclocking di motherboard murah dengan aman, menjadikannya pantas untuk menerima JagatReview 2014 Overclocking Award – Gold !

 

 

Core i7-5960X Extreme Edition

5960X_2s

Siapa tidak kenal dengan prosesor Intel seri Extreme Edition? Prosesor dengan harga bombastis ini sering disebut-sebut sebagai prosesor yang hanya bisa dibeli kalangan pengguna kelas ‘king oil'(raja minyak a.k.a enthusiast user :p). Mengingat harganya yang lebih dari 1000 USD(tepatnya, Rp. 14 Juta saat artikel ini dirilis) kami yakin prosesor luar biasa mahal ini memang bukan untuk konsumsi pengguna biasa, melainkan pengguna yang benar-benar ingin prosesor terkencang. Performa prosesor ini begitu dahsyat, sehingga layak disebut sebagai prosesor terkencang kelas desktop, setidaknya saat artikel ini dirilis.

Yang lebih mengerikan, prosesor ini masih memiliki headroom overclocking yang tinggi, untuk membuatnya bisa berjalan lebih kencang lagi! Menggunakan tingkat voltase yang masih aman (1.3-1.35V) dan pendingin yang mumpuni, Core i7-5960X masih bisa dijalankan pada 4.5Ghz di pengujian oc kami yang terdahulu. Ini berarti peningkatan 1 Ghz di atas kecepatan turbo defaultnya (3.5Ghz). Sayangnya, overclocking prosesor ini membutuhkan pendingin yang sangat mumpuni, seperti HSF kelas atas, atau Watercooling AIO(all-in-one) dengan radiator 240mm.

Headroom overclocking yang besar di prosesor ini, walau harus dibayar dengan mahal, memberinya JagatReview 2014 Overclocking Award – Silver.

 

Honorable mention: Athlon 5350

Sebagai prosesor kelas entry-level. AMD Athlon 5350 yang berbasis core ‘Kabini’ memiliki nilai jual yang unik. Prosesor ini murah( seharga sekitar 55 USD-an saat artikel dirilis), hemat daya, dan masih menawarkan kinerja yang cukup memadai untuk tugas komputasi ringan(seperti yang pernah kami uji secara singkat disini). Menariknya lagi, prosesor ini pun masih memiliki potensi overclocking yang baik.

Berdasarkan pengujian overclocking kami pada sebuah Athlon 5350 disini, kami melihat bahwa masih ada kemungkinan untuk meningkatkan kinerjanya sekitar 15-20%. Bagi sistem kelas entry-level seperti athlon 5350, tentunya peningkatan kinerja 20% bisa memberi dampak yang terasa dan berarti. Sayangnya, sejauh ini hanya motherboard ASUS AM1 yang memiliki kemampuan melakukan overclocking lewat base clock pada prosesor platform ini, dan tidak semua pengguna platform AM1 bisa merasakannya. Prosesor ini gagal mendapatkan award, namun kami menghargai headroom overclocking yang terdapat di dalamnya.

Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Event | December 6, 2018 | Comments

GOC 2018: Persiapan dan Perjalanan Menuju Vietnam

Final GOC(Galax Overclocking Carnival) 2018 pun akhirnya datang! Setelah selesai melewati kualifikasi yang sangat sengit akhirnya Indonesia bisa menghadirkan 2 perwakilan. Ivan Rachmatsyah Akbar  ‘IvanCupa’ akhirnya dapat lolos dan menyusul
Read More »
Event | December 7, 2018 | Comments

GOC 2018: Briefing Day

Memasuki beberapa jam terakhir sebelum perlombaan GALAX GOC 2018 dimulai, pada tanggal 7 Desember 2018 ini Pihak Galax mengadakan briefing untuk seluruh peserta dan helper GOC 2018 dan briefing ini
Read More »