in: General | April 6, 2015 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking AMD FX-8370E: Tenaga Gaming Ekstra bagi FX 8-Core 95W

AMD_FX8370E

Bagi kalangan enthusiast AMD, prosesor AMD FX dengan 8 Core, entah itu FX-8xxx series maupun FX-9xxx series, merupakan prosesor AMD dengan spesifikasi tertinggi yang bisa mereka dapatkan. Berbekal delapan buah core, prosesor-prosesor tersebut memiliki processing power yang cukup untuk menangani multimedia content creation, ataupun memainkan game berat. Tapi yang menjadi salah satu kelebihan utama prosesor AMD FX-series adalah kemampuan overclocking-nya.

Kali ini, kami dari JagatOC Team mencoba untuk mengoverclock sebuah prosesor AMD FX 8-Core yang belum lama rilis, yakni AMD FX-8370E.

 

AMD FX-8370E: 8-core TDP 95W

FX-8370E dibekali dengan kecepatan 3.3 GHz pada saat load 8-core, dan Turbo Core hingga 4.3Ghz(pada load 1-core). FX-8370E dirilis berbarengan dengan FX-8320E pada September tahun 2014 lalu, sebagai dua buah prosesor AMD FX 8-core yang memiliki TDP rendah, yakni 95W (bukan 125W seperti yang ditemui pada AMD FX-8350). Anda bisa membaca review kami yang terdahulu akan prosesor ini pada link berikut.

Meski memiliki kecepatan default rendah(3.3Ghz), kami yakin bahwa prosesor FX-8370E masih memiliki overclocking headroom yang cukup lega.

Pemilihan Motherboard: Penting Untuk Overclocking AMD FX

Memilih motherboard merupakan salah satu faktor paling penting dalam overclocking prosesor AMD FX 8-core. Jika komponen motherboard anda tidak bisa menahan load besar yang biasanya diminta oleh prosesor FX, motherboard anda bisa rusak, atau mengalami berbagai masalah ketidakstabilan.

Pada pengujian overclocking ini, kami menggunakan motherboard MSI 970 Gaming, yang kemampuan overclocking-nya pernah kami bahas disini. Anda juga bisa mempraktikkan setting overclocking yang kami gunakan pada artikel ini pada motherboard berchipset 970/990, namun mungkin saja nama variabel yang tertera pada BIOS motherboard Anda bisa berbeda dengan apa yang kami punya.

 

Spesifikasi Testbed

Berikut ini spesifikasi lengkap dari PC yang kami gunakan untuk uji overclocking:

  • CPU: AMD FX-8370E
  • Motherboard: MSI 970 Gaming
  • RAM: G.SKill TridentX DDR3-2400 C10 2x4GB (Total 8 GB)
  • VGA: AMD Radeon 290X (Uber Mode, fan set manual @ 60%)
  • PSU: Corsair AX850 Watt
  • CPU Cooler: Corsair H80i
  • OS: Windows 7 64-bit SP1

 

Ruang lingkup Pengujian

Metode Pengujian – Aplikasi Umum/Sintetis

Kami akan melakukan overclock dengan berbagai setting yang cukup stabil untuk harian(baik CPU maupun RAM) lalu menjalankan software uji kestabilan LinX 0.6.4 setidaknya 1 Loop. Selanjutnya, kami akan mem-benchmark prosesor yang sudah di-overclock tersebut dengan berbagai aplikasi benchmark, seperti:

  • Cinebench R15
  • Adobe Photoshop CC
  • Game Watch_Dogs

Kami juga akan mencatat konsumsi daya pada sistem yang dioverclock.

Suhu: Tidak diuji disini

Suhu

Sebagai catatan tambahan, pada saat pengujian berlangsung kami tidak bisa melakukan monitoring/pembacaan suhu prosesor, karena kebanyakan sensor suhu di motherboard kami memberikan angka yang agak tidak akurat. Kami akan memberikan pembacaan suhu pada pengujian overclocking pada prosesor AMD FX saat kami menemukan sensor yang bisa memberikan pembacaan suhu yang benar. Sorry about that, folks..

Metode Pengujian – Gaming Test

Pengujian gaming (game Watch_Dogs) dilakukan pada dengan tool FRAPS untuk meng-capture average framerate(FPS) dan juga mengukur worst 1% frametime (1% Minimum Framerate) dengan tool FRAFS Bench viewer. Berikut ini sedikit penjelasan tambahan mengenai FPS / frametime:

FPS – Tidak cukup untuk memberikan penilaian!

Ada beberapa game yang memiliki variasi framerate cukup tinggi yang tidak bisa terdeteksi oleh bagian FPS dalam FRAPS. Kejadian ini membuat kami merasa bahwa data FPS saja tidak cukup , lalu kami memutuskan untuk melihat data Frametime log dari FRAPS. Frametime adalah waktu dimana 1(satu) frame akan di-render oleh sistem(biasanya dalam satuan milliseconds(ms). Selama ini kami menggunakan FPS(Frame per second) sebagai unit pengukuran untuk mempermudah perbandingan, namun adakalanya pengukuran frame time ini bisa lebih penting, karena bisa memberi kami data untuk melihat seberapa jauh variance/perbedaan dari waktu render masing-masing frame. Tentunya, waktu render yang jauh berbeda, misal Frame pertama dirender pada 16.7ms, lalu frame kedua pada 40ms, lalu frame ketiga pada 16.7ms, akan membuat kita merasa adanya ‘stuttering’ dalam game.

Sebagai perbandingan, inilah konversi FPS ke Frametime:
(dengan rumus FPS = 1000 / Frametime, frametime dalam satuan ms. Berlaku sebaliknya, Frametime = 1000/FPS )

  • 120 FPS = 8.3 ms (1000/120 = 8.3)
  • 60 FPS = 16.7 ms (1000/60 = 16.7)
  • 30 fps = 33.3 ms (1000/30 = 33.3)
  • 20 fps = 50 ms (1000/20 = 50)

Ini berarti makin KECIL frametime, makin BESAR FPS-nya, dan berlaku sebaliknya. Selama ini kadang kita sulit melihat efek stutter dalam graph FPS, namun graph frametime akan memudahkan hal tersebut. Maka data yang kami tampilkan dalam halaman berikutnya adalah dalam bentuk Frametime, namun kami masih akan memberikan sebuah bar graph FPS.

 

FRAFS bench Viewer – Worst 1% Frametime

Setelah menganalisa lebih lanjut, kami menemukan bahwa ada juga cara lain untuk menentukan apakah sebuah sistem PC mengalami ‘stutter’ yang parah atau tidak. Salah satunya adalah dengan menganalisa frametime log dari FRAPS menggunakan FRAFS Bench Viewer. Tool sederhana ini dapat menghitung secara otomatis bagian 1% frame yang ‘terburuk’ dari sebuah sistem.

Anda bisa melihat contohnya dibawah ini:

Data diatas adalah frametime yang sudah diurutkan, dari yang terbaik(paling kiri), hingga yang terburuk(paling kanan). Gampangnya, bagian paling kiri adalah frametime terendah(FPS Maksimum), sedangkan bagian paling kanan adalah frametime tertinggi(FPS Minimum). Bagian garis merah yang kami gambar diatas menggambarkan nilai 1% frametime terburuk dari seluruh frametime yang ada. FRAFS bench viewer menamakan ini sebagai ‘1% Time’.

Nah, sekarang pertanyaannya, mengapa kami tidak lantas mengambil nilai FPS minimum saja, dan repot-repot mencari nilai 1% yang terburuk? Jawabnya adalah: Minimum FPS kadang tidak bisa menjadi acuan karena seringkali dipengaruhi aspek2 lain, seperti storage access, driver error, dan lain sebagainya. Mencari nilai 1% frametime terburuk dari seluruh data biasanya lebih sering memberikan nilai yang lebih akurat untuk menggambarkan ‘stuttering‘ yang terjadi pada sebuah sistem.

Catatan tambahan: 1% worst frametime ini memiliki nama lain ’99th Percentile Frametime’.

Catatan: Batasan memory controller FX + motherboard AM3+

Satu hal lagi yang menurut kami layak dibahas adalah limitasi clock memori yang ada di platform AMD FX. Saat baru beredar dulu, AMD hanya memberikan dukungan kecepatan memori hingga DDR3-1866Mhz pada AMD FX-nya, dan ini yang membuat beberapa motherboard AM3+ tidak didesain untuk menjalankan clock memori yang tinggi. Jadi, tidak semua motherboard AM3+ dan CPU AMD FX akan men-support kecepatan RAM DDR3-2133. Ini juga sebabnya kami juga tidak menguji kecepatan RAM diatas DDR3-2133Mhz (meski RAM dan CPU kami mampu menjalankannya) .

Baik, mari mulai sesi overclocking kali ini!

 

DISCLAIMER

  1. Tingkat overclocking yang didapat pada setiap pengujian kami bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda dapatkan, bergantung pada kualitas CPU, Integrated Memory Controller(IMC), RAM, VGA, dan lain sebagainya.
  2. Overclocking yang tidak dilakukan dengan benar dapat memberikan efek negatif bagi sistem Anda (mulai dari ketidakstabilan, hingga kerusakan permanen hardware). Jangan meng-overclock kalau anda tidak benar-benar yakin dengan apa yang anda lakukan.

Lakukan OC dengan resiko ditanggung sendiri, Do it at your own risk!

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES