in: Budget OC | May 13, 2015 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking APU AMD A8-6600K dengan Stock HSF – Part 1: CPU OC

IMG_9320s

APU AMD A8-6600K merupakan salah satu APU AMD yang memiliki price vs performance cukup baik. Meski sudah hampir 2 tahun berlalu sejak masa rilisnya, APU dengan harga di bawah 100 USD ini masih memiliki performa yang cukup untuk membangun sebuah PC murah. Seperti yang pernah kami uji dulu, A8-6600K memberikan performa gaming yang cukup menarik untuk kelas harganya, dan bahkan ia bisa menjalankan game GTA V dengan grafis terintegrasinya.

Yang membuat A8-6600K lebih menarik lagi, adalah kemudahan overclocking karena multiplier dari CPU-nya sudah terbuka. Kali ini, kami akan melakukan pengujian overclocking singkat kepada A8-6600K dengan heatsink bawaannya, untuk melihat seberapa jauh prosesor ini bisa ditingkatkan kemampuannya.

Disclaimer :

1)Tingkat overclocking yang didapat pada setiap pengujian kami bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda dapatkan, bergantung pada kualitas CPU, Integrated Memory Controller(IMC), RAM, VGA, dan lain sebagainya.

2) Overclocking yang tidak dilakukan dengan benar dapat memberikan efek negatif bagi sistem Anda (mulai dari ketidakstabilan, hingga kerusakan permanen hardware). Jangan meng-overclock kalau anda tidak benar-benar yakin dengan apa yang anda lakukan. Lakukan OC dengan resiko ditanggung sendiri, DO IT AT YOUR OWN RISK!

Ruang Lingkup + Batasan pengujian

AMD-A8-Logo

Pengujian overclocking kali ini bertujuan untuk mencari setting overclock yang aman bagi AMD APU untuk digunakan sehari-hari. Karena AMD A8-6600K merupakan sebuah APU, ada 2(dua) komponen yang bisa di-overclock, yang pertama adalah bagian prosesor(CPU)-nya, dan yang kedua adalah grafis terintegrasi(IGP). Yang menjadi pokok bahasan pada artikel ini adalah CPU Overclock (IGP akan dibahas lain waktu).

Tentunya, untuk membuat setting overclock yang kami cari bisa diaplikasikan dengan mudah dan aman, kami membuat beberapa batasan, yakni:

  • BCLK default (100Mhz)
  • Peningkatan Voltase Minimal
  • Penggunaan Stock HSF
  • Fokus overclocking pada CPU, bukan RAM atau IGP

Dengan melakukan batasan di atas, kami berharap bahwa setting yang kami lakukan tidak terlalu complicated untuk diaplikasikan oleh overclocker tingkat pemula. Yang perlu diperhatikan berikutnya adalah penggunaan Heatsink bawaan(Stock HSF). Stock HSF biasanya dirancang untuk kecepatan default sebuah prosesor, jadi pastinya si pembuat HSF tidak memperhitungkan aspek overclocking. Dengan meningkatkan frekuensi kerja prosesor, tentunya heat load yang dihasilkan lebih besar, itu juga yang akhirnya membuat kami tidak bisa sembarangan meningkatkan voltase.

Pada pengujian ini, voltase maksimal yang boleh diaplikasikan adalah 50-100mV(milivolt) lebih tinggi dari keadaan defaultnya.

 

Spesifikasi Testbed

IMG_9321s

Berikut spesifikasi testbed untuk pengujian:

  • Prosesor: AMD APU A8-6600K
  • Motherboard: ASUS A88XM-A
  • RAM: Team DARK DDR3-2133C10 2x4GB (berjalan pada SPD, DDR3-1600C11)
  • VGA: HIS Radeon R9 280 3GB
  • SSD: Kingston HyperX 3K 240GB
  • PSU: FSP Hexa 400W
  • CPU Cooling: Stock HSF
  • OS: Windows 8.1 64-bit

Catatan: Tindakan overclocking yang kami lakukan berdasar pada opsi yang ditemukan pada motherboard ASUS A88XM-A, namun Anda bisa melakukan setting ini pada motherboard lain, selama Anda menemukan opsinya.

 

Keterangan – Deteksi Suhu HWiNFO64 v4.5

screen000s_2

 

Sejauh yang kami ketahui, pembacaan sensor suhu pada prosesor AMD sangat bermasalah dan buggy. Meski demikian, dengan tool HWiNFO64 kami menemukan sebuah jalan tengah untuk menentukannya, yakni menggunakan pembacaan bukan dari sensor CPU, namun sensor suhu ITE IT8603E yang ada di motherboard ASUS A88XM-A. Pembacaan yang kami lakukan saat melakukan stability test LinX pada keadaan default adalah sebagai berikut:

screen003s

Seperti yang Anda lihat di atas, pembacaan sensor suhu dari ‘CPU 0 Package’ sangat tidak akurat, dan kemungkinan besar pembacaannya salah (suhu 90C umumnya sudah akan membuat motherboard mematikan dirinya sendiri karena proteksi suhu). Sensor lainnya adalah ‘ITE IT8603E‘ yang kemungkinan besar merupakan sebuah pembacaan suhu yang dilakukan sebuah thermal diode dekat soket prosesor. Suhu ’53C’ ini kemungkinan besar bukanlah suhu inti prosesor yang 100% akurat, but it’s close enough. Jadi sensor ini yang kami gunakan sebagai acuan suhu.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES