in: OC 101 | September 27, 2015 | by: Leontius Jesse "bboyjezz" Putra

Mengenal Benchmark Sintetis Part 2 of 3: 2D & 3D Benchmark

2Dvs3D

Pada artikel kami yang sebelumnya, kami sempat memaparkan definisi dan penjelasan singkat mengenai proses benchmarking. Nah, di artikel ini, kami ingin sedikit membahas lebih mengenai software synthetic benchmark, terutama dari aspek hardware yang diuji.

Para pengguna PC dan overclocker umumnya mengklasifikasikan benchmark sintetis menjadi 2 macam, yakni 2D Benchmark, dan 3D Benchmark

2D Benchmark

cinebenchR15

Seperti namanya, 2D Benchmark adalah benchmark yang bertujuan menguji bagian sistem selain VGA Card (misalnya menguji Prosesor, RAM, atau storage). Perlu dicatat bahwa sebuah 2D Benchmark tertentu bisa saja memiliki sub-bagian yang menguji VGA(misal: Cinebench bagian GPU OpenGL test), namun jika tujuan utamanya adalah menguji prosesor atau sejenisnya, umumnya benchmark tersebut akan tetap dikategorikan sebagai 2D Benchmark.

 

3D benchmark

FireStrike_2

Agak berlawananan dengan 2D benchmark, 3D Benchmark adalah Benchmark dengan fokus utama untuk menguji VGA Card. Sama halnya dengan 2D Benchmark, tidak menutup kemungkinan bahwa 3D benchmark ini memiliki elemen yang menguji bagian sistem selain VGA(misal: 3DMark11 Physics / 3DMark Fire Strike Physics Score), namun selama fokus utama benchmark diletakkan pada pengujian VGA Card, benchmark tersebut akan tetap disebut 3D benchmark.

Sebagai catatan tambahan, karena faktor umur dan perkembangan teknologi, bisa ada kejadian dimana sebuah benchmark 3D yang harusnya berfokus pada VGA, berubah menjadi benchmark “2D” yang menguji prosesor karena ada konfigurasi VGA tertentu yang sudah ‘terlalu kencang’. Ini umumnya terjadi pada 3D benchmark yang agak ‘uzur’ seperti 3DMark05, 3DMark06, dan sebagainya.

 

Mengenal Ragam Benchmark: Penting untuk Evaluasi Hardware Tepat Guna

Kami sudah pernah sebutkan di artikel sebelumnya, bahwa mengenali apa yang diuji pada benchmark tertentu berguna untuk melakukan pengukuran performa akurat.

Contoh sederhana benchmarking yang tepat:

  • Melakukan pengukuran performa prosesor multi-core dengan software Cinebench R15
  • Mengukur kinerja kartu grafis modern dengan 3DMark Fire Strike

 

Sedangkan, berikut ini contoh yang akan memberikan hasil kurang akurat:

  • Mengukur kinerja VGA modern(AMD R7 250/NVIDIA GT 740 misalnya) dengan software 3DMark2001SE (pengujian ini akan mengalami bias ke arah prosesor)
  • Mengukur performa prosesor dengan skor Total 3DMark11, (akan lebih tepat kalau hanya skor 3DMark11 Physics-nya yang diambil, karena skor total akan dipengaruhi VGA)

 

Contoh Benchmark 2D

Berikut ini kami berikan sedikit daftar dan deskripsi singkat akan benchmark sintetis 2D popular yang umum digunakan overclocker:

  • Cinebench (versi R11.5 atau R15): Cinebench R15 merupakan aplikasi pengujian untuk mengukur kinerja prosesor dalam me-render sebuah scene 3D, dan mendukung prosesor multi-core. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk points, semakin tinggi points yang dihasilkan, semakin baik.
  • SuperPi 1.5: adalah satu dari beberapa benchmark favorit para overclocker. Benchmark single-thread ini selain dipengaruhi oleh clockspeed CPU yang digunakan, juga dipengaruhi oleh performa sistem memori Anda. Sistem yang memiliki CPU clockspeed sama bisa memiliki hasil yang berbeda jika frekuensi dan/atau latency memorinya berbeda. Konfigurasi Test yang paling popular dari benchmark ini adalah pengujian 1M dan 32M.
  • Intel XTU Benchmark: Intel XTU(Extreme Tuning Utility) adalah sebuah aplikasi gratis yang dikembangkan Intel untuk melakukan tuning berbagai parameter dalam sistem. Namun, Intel juga menyediakan sebuah benchmark dalam software XTU, berbasiskan algoritma Prime seperti yang ditemui pada program Prime95. Benchmark ini akan menunjukkan angka yang semakin besar ketika CPU dan Memori yang digunakan berkinerja tinggi dan memiliki inti banyak
  • HWBOT Prime: Benchmark cpu multi-core berbasis Java, multi-platform dan mudah digunakan, serta memiliki waktu pengujian relatif singkat. Pengujian disajikan dalam bentuk nilai Prime per Second(PPS).
  • Geekbench 3: Benchmark prosesor yang menguji prosesor dalam skenario single-core dan juga multi-core dalam serangkaian tes singkat. Geekbench 3 juga memiliki skor tersendiri untuk memori sistem, membuat performa memori sistem tertentu akan berpengaruh di sini
  • PCMark 8: Agak kurang popular di kalangan overclocker, namun benchmark yang satu ini dipercaya untuk bisa menguji kemampuan sistem pada skenario pengujian yang mirip real-world application. Ada juga bagian dari benchmark ini yang bertujuan menguji bagian storage.
  • AIDA64 Cache & Memory Benchmark: Aplikasi AIDA64 (dahulu bernama Everest) sangat populer di kalangan tester/reviewer untuk melakukan berbagaidiagnostic pada sistem PC, salah satunya karena software yang satu ini memiliki sebuah tool benchmark memory yang lumayan akurat menunjukkan bandwidth dari sebuah platform. Benchmark memori ini sangat dipengaruhi performa subsistem memori, dan dipengaruhi oleh antara lain frekuensi kerja memori, efisiensi memory controller pada sistem, dan juga latency dari memori yang digunakan.

 

Contoh Benchmark 3D

Jika di atas kami sudah memberikan beberapa daftar benchmark 2D, inilah daftar dan deskripsi singkat mengenai software benchmark 3D yang tidak asing di telinga overclocker:

  • 3DMark: software 3DMark sudah ada sejak tahun 1999 lalu dan umum digunakan untuk mengukur kemampuan kartu grafis. Umumnya, nama 3DMark memiliki nomor model berupa ‘tahun'(3DMark 99, 3DMark2000, 3DMark06, 3DMark11,dsb – kecuali 3DMark Vantage), namun versi terakhir 3DMark tidak memiliki akhiran apapun, dan memang hanya disebut sebagai ‘3DMark’. Yang membedakan 3DMark versi ini dengan versi sebelumnya adalah adanya berbagai macam test untuk menguji kemampuan VGA di kelas tertentu. Misal 3DMark Fire Strike/Fire Strike Extreme/Fire Strike Ultra untuk menguji VGA gaming kelas atas, atau 3DMark Cloud Gate untuk menguji VGA kelas menengah ke bawah atau IGP, dan juga 3DMark Ice Storm yang cukup ringan untuk menguji PC entry level.
  • 3DMark03/3DMark05/3DMark06: Versi 3DMark yang sudah cukup berumur, namun masih bisa dipakai untuk menguji hardware yang relatif lemah di pemrosesan 3D dan mensimulasikan berbagai game casual berbasis DX9. Perlu diingat pada benchmark lawas seperti ini, ada beberapa pengujian yang umumnya makin dipengaruhi prosesor, bukan VGA.
  • Catzilla: Sebuah alternatif bagi 3DMark, preset 1440p masih cukup menyiksa VGA Card modern tahun 2015 sehingga masih akurat untuk menjadi skor benchmark VGA. Bagi pengguna VGA yang agak lemah bisa memilih preset 720p atau 576p.
  • Unigine Heaven Benchmark: Benchmark yang dikembangkan berbasis API DirectX11 ini selain dikenal sebagai benchmark 3D dengan visual memukau, namun juga dikenal sebagai tool untuk melakukan stress-test penguji kestabilan VGA, karena pengujian yang memang relatif lebih ‘menyiksa’ ketimbang 3DMark.
  • GPUPI: Masih relatif baru dan belum lama dikembangkan, namun benchmark yang satu ini dapat menguji kemampuan Compute berbasis OpenCL dari sebuah GPU.

 

Nah, itu adalah penjelasan mengenai 2 kategori benchmark yang akrab dikenal para power-user dan juga overclocker. Semoga informasi ini cukup membantu Anda yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai benchmarking komponen PC.

 

Baca Juga:

Mengenal Benchmark Sintetis Part 1 of 3: Tool Penting Bagi Overclocker

Mengenal Benchmark Sintetis Part 3 of 3: 10 Benchmark GRATIS untuk PC Anda

 

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Event - News | December 8, 2018 | Comments

GOC 2018: Live Update

Hari ini, 8 Desember 2018, kompetisi overclocking terbesar Dunia di tahun ini, Galax OC Carnival(GOC) 2018 resmi dimulai. Setelah melalui kualifikasi yang sengit dan keras, akhirnya 20(dua puluh!) overclocker terbaik
Read More »