in: Featured Article - OC 101 | January 17, 2016 | by: Jagat OC Team

Mengenal Kompetisi Overclocking: OC Dari Sudut Pandang Berbeda

Apa yang Dilombakan?

Contoh adu tinggi clock di salah satu kompetisi OC – mengoverclock prosesor hingga clock 8 Ghz!

“Overclocking dijadikan kompetisi? Apa sih yang mau dilombakan dari overclocking?” Itu mungkin pertanyaan yang cukup sering kami dengar.

Bentuk pertandingan pada kontes overclocking bisa diibaratkan sebagai sebuah ‘lintasan’ dalam perlombaan balap, yang bentuknya tentu bervariasi tergantung keinginan sponsor / penyelenggara lomba.

Namun umumnya, penyelenggara lomba bisa meminta si Overclocker untuk:

  • Mencari clockspeed setinggi-tingginya (adu tinggi clock), atau
  • Mencari performance tertinggi dalam benchmark tertentu (adu tinggi skor benchmark)

Biasanya, menggunakan komponen yang sama persis yang disediakan panitia, para peserta tersebut harus mencoba men-setting sistem tersebut setinggi-tingginya untuk mendapat clock atau skor maksimal.

Tentu, kadang ada beberapa peraturan yang dimodifikasi untuk membuat lomba menjadi lebih seru, misalnya mencari skor benchmark tertentu dengan limitasi clock pada komponen tertentu (a.k.a limited clock challenge). Misalnya panitia meminta skor Intel XTU Benchmark pada clock limit 5 Ghz pada CPU, ini tentunya membuat si peserta kompetisi harus men-tweak komponen lain selain CPU untuk mendapat performa maksimal.

Bisa disimpulkan, yang dilombakan dalam kompetisi overclocking adalah pengetahuan si overclocker dalam memaksa hardware mereka setinggi-tingginya, dalam waktu yang terbatas.

 

Skill atau Luck?

“Ah, lomba overclocking itu kan tergantung luck dari pesertanya dapat prosesor yang bagus atau tidak. Tidak ada hubungan dengan skill”

Meski overclockability sebuah hardware umumnya akan memiliki sedikit variasi, skill dan juga pengetahuan si overclocker akan diuji semaksimal mungkin untuk ‘memeras’ hardware yang mereka pakai sejauh-jauhnya demi mendapat poin tertinggi. Sebuah hardware yang memiliki potensi overclockability tinggi tidak akan bisa berjalan pada kecepatan maksimal tanpa tindakan dan setting tertentu dari si overclocker-nya.

 

Berdasarkan observasi kami terhadap berbagai kompetisi overclocking selama 5 tahun terakhir, ada banyak sekali hal yang dibutuhkan overclocker untuk membantunya menjadi juara pada lomba, misalnya:

  • Pengetahuan umum akan arsitektur hardware tertentu,
  • Pengujian yang sangat ekstensif akan karakteristik clockspeed vs voltage vs temperature dari sebuah komponen spesifik
  • Pengetahuan dasar elektronika untuk membantu melakukan modifikasi hardware jika perlu
  • Perencanaan dan manajemen waktu di area lomba
  • Pengetahuan yang sangat mendalam mengenai semua benchmark yang beredar di luar sana, Dan masih banyak lagi!

Tentu, semakin dalam pengetahuan si overclocker seputar dunia hardware PC, semakin besar kesempatannya untuk menang di kompetisi overclocking. Sebagai tambahan, semakin tinggi level kompetisinya, tingkat kesulitan kompetisi overclocking juga akan semakin meningkat, misalnya ada tingkat dimana si peserta harus bisa menangani berbagai pendingin ekstrim seperti Liquid Nitrogen(LN2).

Tentu menggunakan pendingin yang suhu-nya minus ratusan derajat C ini akan menyebabkan banyak sekali masalah yang bisa terjadi, dan si perserta harus memastikan bahwa hardware yang Ia miliki bertahan hidup dalam keadaan seekstrim apapun!

Menggunakan pendingin LN2 adalah hal biasa di kompetisi level atas kelas Internasional

 

 

Peserta: Bisa Perorangan Bisa Tim

Kompetisi AOCT di Indonesia, menggunakan Format Tim berisi 2 Orang

Berikutnya, kompetisi overclocking memiliki format pertandingan yang ditentukan si penyelenggara lomba. Kompetisi overclocking tingkat Internasional yang memiliki tingkat kesulitan tinggi umumnya menggunakan format perorangan, namun ada juga kompetisi yang menggunakan format Tim (biasanya berisi 2 orang pada 1 tim).

 

Antara Overclocker Amatir dan Professional

AOCT – kompetisi overclocking khusus amatir

Beberapa tahun terakhir ini, kompetisi overclocking memiliki pembagian ‘kelas’, dimana ada lomba yang mengharuskan pesertanya berada pada level tertentu. Misalnya, di Indonesia ada kompetisi overclocking yang bernama AOCT(Amateur Overclocking Tournament) yang dibuat khusus untuk overclocker amatir yang belum pernah menjuarai lomba overclocking apa pun.

Sebaliknya, ada juga kompetisi overclocking yang mengundang para overclocker professional dari seluruh penjuru dunia, yakni para overclocker yang memiliki koneksi dengan berbagai vendor komponen komputer, dan memang memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai beta-tester berbagai fungsi overclocking dari hardware tertentu. Overclocker dengan level seperti ini akan sering terlihat membela negaranya sendiri pada berbagai turnamen overclocking.

 

Berikutnya, membahas bagian yang tak kalah penting: HADIAH!

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Event | December 7, 2018 | Comments

GOC 2018: Briefing Day

Memasuki beberapa jam terakhir sebelum perlombaan GALAX GOC 2018 dimulai, pada tanggal 7 Desember 2018 ini Pihak Galax mengadakan briefing untuk seluruh peserta dan helper GOC 2018 dan briefing ini
Read More »