in: Guide - OC 101 | February 10, 2016 | by: Jagat OC Team

Mengenal OC: Menjawab 10 Pertanyaan Dasar Mengenai Overclocking (2016)

Pertanyaan #9: Bagaimana proses dasar melakukan overclocking?

Tanpa menjelaskan setting overclock dan langkah-langkahnya secara spesifik, overclocking biasanya dilakukan dengan mengubah berbagai variabel yang tersedia pada sebuah sistem PC.

Setting overclock bisa bervariasi bergantung terhadap komponen apa yang di-overclock, namun secara umum proses dasar melakukan overclocking-nya bisa digambarkan sebagai berikut:

Overclocking Prosesor

Simak gambar berikut ini:

A8_7650K Default

Pada prosesor, kecepatan Prosesor biasanya ditentukan oleh dua buah variabel yang kami tandai di atas, umumnya dinamakan sebagai:

  • Multiplier (a.k.a CPU Ratio, CPU Multiplier), dan
  • Bus Speed (a.k.a Base Clock,BCLK, CPU Host Clock, etc)

Mengubah salah satu ataupun kedua variabel ini akan mengakibatkan kecepatan prosesor berubah. Umumnya kecepatan prosesor didefinisikan sebagai hasil dari perkalian antara Multiplier dengan Bus Speed.

Sebagai contoh, ketika nilai CPU Multiplier ini diubah ke 42x, baik melalui BIOS Setting ataupun melalui tool Overclock, kecepatan prosesor pun berubah dari tadinya 3.6Ghz menjadi 4.2Ghz:

A8_7650K 4200

Contoh Setting Dari BIOS:

setting ‘CPU Ratio’ pada BIOS ASUS Crossblade Ranger, disini kami hendak mengaplikasikan nilai 45x

Contoh Setting dari Tool Overclocking – AMD OverDrive

Catatan: Bus Speed vs Multiplier Overclocking

Selain OC dengan CPU Multiplier, Anda juga bisa meningkatkan Bus Speed (BCLK). Tapi perlu diingat, setting OC dengan BCLK akan lebih rumit karena Anda berpotensi meningkatkan semua variabel/parameter lain yang terhubung dengan BCLK(misalnya kecepatan RAM). Jika Anda relatif pemula dan memiliki prosesor yang multiplier-nya bisa diganti(unlocked multiplier), lakukan oc dengan metode multiplier karena hal tersebut lebih mudah.

 

Overclocking VGA / GPU

Sedikit berbeda dengan overclocking pada prosesor, overclock pada VGA lebih umum dilakukan melalui sebuah utility overclocking. Umumnya sebuah VGA memiliki kecepatan GPU (GPU clock), dan juga kecepatan Video Memory (Memory Clock). Sebagai contoh, lihat AMD Radeon R7 240 berikut ini, yang memiliki kecepatan GPU 780Mhz, dan juga Memory pada 900Mhz.

 

Melalui utility overclocking seperti AMD OverDrive, MSI Afterburner, ASUS GPU Tweak dan lain sebagainya, Anda bisa memanipulasi clock-clock tersebut untuk dijalankan lebih tinggi dari kecepatan standarnya, misalnya seperti ini:

 

Bisa dilihat, dengan mengubah sedikit setting pada utility AMD OverDrive, Anda bisa mencapai clockspeed GPU dan Memory lebih tinggi.

 

Overclocking RAM

Mirip dengan overclocking prosesor, overclocking RAM biasanya dilakukan dari BIOS, dan umumnya ada dua buah variabel yang diganti, yakni frekuensi RAM (terlihat di bawah ini sebagai ‘DRAM Frequency’), dan juga Timing RAM (CL-tRCD-tRP-tRAS).

Baik Frekuensi maupun Timing RAM biasanya diganti di BIOS motherboard:

Kami tidak ingin membuat artikel ini jauh lebih complicated dengan menjelaskan cara melakukan overclocking RAM / tweaking timing secara mendetail, namun jika Anda tertarik melakukannya, guide yang kami buat ini mungkin membantu.

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
News | June 4, 2018 | Comments

JagatOC Berangkat ke Computex 2018

Ajang pameran teknologi komputer terbesar se-Asia, yakni Computex 2018 akan segera dimulai. Seperti biasa, JagatOC yang diwakili oleh overclocker-nya, Alva ‘Lucky_n00b’ Jonathan, akan memberikan berbagai update teknologi terbaru seputar overclocking,
Read More »