in: Tips | February 8, 2016 | by: Jagat OC Team

Tips: Deteksi Kecepatan Prosesor Anda Dengan Akurat

CPUIdle_edit

Salah satu hal yang paling penting bagi overclocker adalah mengetahui kecepatan(MHz) prosesor mereka saat beroperasi. Untuk melakukan hal ini, biasanya tool yang paling popular digunakan adalah CPUID CPU-Z. Sayangnya, dengan adanya berbagai mode power-saving yang diaplikasikan pada prosesor modern (tahun 2008/2009-an ke atas), kadang ada pengguna yang mengeluh kecepatan CPU mereka saat deteksi kurang akurat.

Corei3_Idle

800Mhz terbaca pada Core i3-41010 yang di-rating 1.7Ghz, jelas prosesor ini sedang berada di mode power-saving

Berikut ini kami berikan tips mudah untuk mendeteksi kecepatan prosesor Anda dengan akurat dari sisi software!

Cara Pertama: Tool Power Management Pada OS

Screenshot (36)

Pada prosesor dan platform yang mendukung berbagai mode power-saving(C1E, EIST, CnQ, dan sebagainya), mengatur tool power management/power options pada Control Panel OS Windows adalah cara pertama. Umumnya, pada keadaan default, power management pada OS akan diset pada ‘Balanced’ dan menurukan kecepatan prosesor pada mode power saving terendahnya. Lihat contoh berikut ini:

*klik untuk memperbesar*

Mode ‘Balanced’: Athlon X4 860K @ 1.7Ghz di Idle

Screenshot (38)

 

Dengan mengubah mode ini menjadi ‘High-Performance’, keadaan idle yang terdeteksi pada prosesor ini adalah 4Ghz (kecepatan maximum Turbo Core):

Mode ‘High Performance’: Athlon X4 860K @ 4Ghz(Maximum Turbo Core)

Screenshot (39)

 

Metode mudah ini yang biasanya digunakan oleh para pengguna untuk melihat kecepatan prosesor mereka baik saat default maupun saat di-overclock. Sayangnya, metoda penggantian mode power management ini tidak 100% akurat untuk menggambarkan keadaan prosesor sebenarnya.

Pada contoh yang kami gunakan di atas (Athlon X4 860K), terlihat bahwa voltase prosesor tidak sesuai dengan keadaan maksimalnya(hanya tercatat 0.992V, harusnya ada di range 1.25 – 1.3V). Perlu diingat juga bahwa kadang setting kecepatan pada prosesor ini akan tergantung dari tipe load yang dihadapinya, ada prosesor yang memiliki nilai ‘turbo’ atau ‘boost’ yang berbeda saat load ringan(1 core), dan load berat (Multi-core).

Jadi, cara berikutnya yang sedikit lebih akurat (dan tidak perlu mengganti power setting di OS), adalah me-load prosesor tersebut dengan program/benchmark tertentu. Kami akan tunjukkan contohnya pada halaman 2!

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES