in: Motherboard | October 5, 2016 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Performance Test: Motherboard H110 vs Z170 dengan Core i3-6100 – Seberapa Jauh Bedanya?

Gaming Performance – AC Unity & GTA V

dsc00145ss

Berikut ini pengujian game yang kami lakukan pada 2 title game AAA popular. Pengujian game-game ini dilakukan menggunakan tool FRAPS, lalu dianalisa menggunakan FRAFS Bench Viewer.

RX460_OW

Pada FRAFS Bench Viewer, kami mengambil data: FPS Rata-rata, dan 1% Minimum FPS( data framerate terburuk, a.k.a 99th percentile frametime).

 

AC Unity

Setting

ACU_1

ACU_2

 

Hasil

acunity

 

GTA V

Setting

GTA5_1

GTA5_2

GTA5_3

 

Hasil

gta-v

 

Kesimpulan

mobolowendvshiend

Performa sistem pada kedua game yang cpu-intensive tersebut menunjukkan karakteristik yang sama dengan pengujian Geekbench 3 di halaman sebelumnya. Lagi-lagi, saat konfigurasi-nya sama persis, sistem berbasis H110 menunjukkan performa gaming mirip dengan Z170. Perbedaan besar baru terjadi ketika:

  • Sistem Z170 memanfaatkan kecepatan RAM-nya yang Kencang (DDR4-3200)
  • OC Non-K diaplikasikan ke prosesor di platform Z170

 

Jadi? Mana yang cocok?

Berbicara aspek performa gaming, pada skenario pengujian kami, kedua game yang memang terkenal sensitif dengan performa prosesor dan memori tersebut menunjukkan ekstra performa yang baik dari peningkatan bandwidth RAM yang ditawarkan platform Z170. Ini berarti, platform Z170 memiliki sebuah kelebihan. Namun, seperti yang pernah kami ulas dalam sebuah video sebelumnya, kelebihan ini hanya bisa dimanfaatkan jika Anda memiliki RAM kencang, berkecepatan setidaknya DDR4-3000 sampai DDR4-3200. Untungnya, sekarang ini RAM dengan kecepatan tinggi seperti demikian harganya sudah tergolong terjangkau.

dsc00139ss

Corsair Vengeance LPX DDR4-3200 2x4GB – RAM dengan kecepatan lumayan tinggi ini sekarang harganya sudah terjangkau

Oh ya, seperti yang kami utarakan di halaman pertama, kami menggunakan Z170A Xpower karena memang hanya itu motherboard yang tersedia di lab kali ini. Jika yang Anda perlukan hanya opsi kecepatan RAM-nya saja, Anda tetap bisa memanfaatkan kecepatan RAM yang kencang seperti di atas dengan motherboard Z170 kelas menengah, tidak harus Z170 yang berharga 4-5 Juta-an.

Sebaliknya, saat dana sangat terbatas dan Anda harus terpaksa menggunakan motherboard dengan chipset low-end Non-Z, sistem Anda pun akan tetap memiliki performa cukup baik dengan chipset murah seperti H110, setidaknya dalam skenario pengujian seperti yang kami jalankan. Hanya saja Anda kehilangan sedikit potensi performa karena RAM-nya akan terbatas di DDR4-2133Mhz. Hal yang sama akan berlaku bagi chipset B150, dan juga H170. B150 dan H170 kemungkinan besar akan memiliki performa CPU dan RAM identik dengan H110, karena perbedaan mereka hanya di fleksibilitas opsi slot ekspansi(plus H110 memiliki DMI Gen 2, sedangkan H170/B150 DMI Gen 3). Namun sebagai perhitungan tambahan, umumnya(walau bisa saja ada perkecualian) vendor motherboard akan memberikan build quality dan komponen yang lebih mumpuni bagi motherboard dengan chipset seri tinggi. Ini berarti Anda akan lebih mudah mencari motherboard dengan berbagai fitur tambahan (heatsink VRM, Sound/LAN bagus) di chipset seri atas ketimbang chipset seri bawah.

 

Selalu sesuaikan dengan Budget dan Kebutuhan

Sekarang, silahkan sesuaikan pilihan menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang Anda miliki. Selain kemampuan overclocking dan performa ekstra dari pemanfaatan RAM DDR4 berkecepatan tinggi, Motherboard mahal dengan chipset high-end umumnya menawarkan beberapa hal ekstra, seperti:

  • Durability komponen yang tinggi (karena didesain untuk overclock, biasanya si vendor motherboard memilih komponen yang ‘tahan banting’)
  • Slot ekspansi yang melimpah, memastikan upgradeability yang baik (jumlah slot SATA banyak, PCie slot dengan banyak opsi, slot USB 3.0 / USB Type-C ekstra, M.2, dan lain-lain)
  • Konektivitas ekstra (Wi-Fi, BT, Dual LAN, dll)
  • Add-on menarik (Sound chip/DAC high-end atau LAN port dengan traffic management bagus, atau sekadar faktor ‘bling’ dengan RGB LED)

Mungkin ada pengguna yang butuh dan bisa memanfaatkan semua fitur di atas, ada lagi user yang memperhitungkan masa pakai lantas memilih mobo high-end di depan, baru nantinya upgrade komponen lain berkala, dan ada juga yang cukup dengan motherboard minim fitur untuk mengalokasikan dana ke komponen lain. Pilihan dalam tangan Anda, bijaksanalah dalam menentukan mana kebutuhan sistem anda berdasarkan skenario pakai-nya.

 

Semoga pengujian singkat yang kami lakukan untuk mengenal lebih dekat akan motherboard low-end vs high-end dari aspek performa ini, bisa memberi informasi bagi rekan-rekan pembaca sekalian yang sedang ‘galau’ memilih motherboard. Sampai jumpa di artikel kami yang berikutnya, hanya di Jagat OC!

 

P.S:

Simak juga berbagai tips pada vlog Jagat OC, yang kami rangkum dalam playlist berikut ini ;) 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Review | April 20, 2018 | Comments

Short Test: Ryzen 7 2700X di B350 vs X370 vs X470

Kedatangan prosesor baru biasanya disertai dengan berbagai perangkat pendukung seperti chipset motherboard tertentu. Ada prosesor yang kedatangannya membutuhkan socket baru dan membutuhkan motherboard dengan dukungan socket/chipset berbeda, ada juga prosesor
Read More »
News | June 4, 2018 | Comments

JagatOC Berangkat ke Computex 2018

Ajang pameran teknologi komputer terbesar se-Asia, yakni Computex 2018 akan segera dimulai. Seperti biasa, JagatOC yang diwakili oleh overclocker-nya, Alva ‘Lucky_n00b’ Jonathan, akan memberikan berbagai update teknologi terbaru seputar overclocking,
Read More »