in: General - Motherboard | December 8, 2017 | by: Jagat OC Team

Hands-on Overclocking Core i9-7960X 16-Core di Gigabyte X299 AORUS Gaming 7 Pro

Gigabyte X299 AORUS Gaming 7 Pro: Overclocking Settings & Test

Sebelum lebih lanjut bermain dengan setting overclock pada Core i9-7960X, ada baiknya kita melihat setting default-nya sejenak:

*klik untuk memperbesar*

 

Pada keadaan ‘load optimized default’ pada Gigabyte X299 AORUS Gaming 7 Pro, sebuah Core i9-7960X akan berjalan pada clockspeed 3.6Ghz di kondisi all-core load, sedangkan DRAM Frequency tanpa setting tambahan akan ditemukan pada DDR4-2133Mhz.

Berikut ini beberapa setting Overclock yang kami aplikasikan pada BIOS X299 Gaming 7 Pro:

  • CPU Core Ratio set to 42 (Menghasilkan CPU Clock 4.2Ghz)
  • System Memory Multiplier: 32.00 (Menghasilkan DDR4-3200)
  • CLR(Mesh) Ratio: 30 (Menghasilkan ‘NB Frequency’ a.k.a Mesh/Ring 3Ghz)
  • Timing: 16-16-16-36 (CAS Latency-tRCD-tRP-tRAS)

 

 

Voltage

Untuk voltage, berikut ini setting yang kami aplikasikan:

  • Internal CPU Vcore: 1.15V
  • CPU MESH Voltage: 1.1v
  • CPU VRIN External Override: 1.9v
  • CPU VCCIO & System Agent Voltage: 1.1v
  • DRAM Voltage: 1.35v

Catatan: Perlu diperhatikan, menggunakan voltage di atas 1.2 – 1.25V untuk Core i9 dengan 16-Core ke atas akan membuat suhu CPU sangat tinggi dan berpotensi men-trigger CPU throttling. Ini sebabnya kami hanya mengaplikasikan 1.15v sebagai nilai rekomendasi CPU Vcore kami.

Jangan lupa untuk memaksimalkan setting fan speed CPU saat melakukan overclocking!

Hasil

Setting kami di atas saat diaplikasikan akan menghasilkan kondisi sebagai berikut:

Dengan limitasi voltage pada 1.15v, kami ‘hanya’ bisa mengaplikasikan setting kecepatan sekitar 4200Mhz, yang merupakan kecepatan rata-rata Skylake-X pada voltage rendah. Untuk mengoptimalkan bandwidth memori, kami mengaplikasikan setting DDR4-3200 CL16, dan Mesh/Ring Ratio 3000Mhz.

Uji Temperatur – Stress Test

Menggunakan Realbench HWBOT bagian Video Encoding dan menjalankannya selama 10x loop, kami menguji temperatur maksimal(peak) dari setiap core CPU ini saat load.

Seperti yang Anda saksikan, Core i9 16-Core memberikan thermal load yang cukup besar, sehingga pada penggunaan Noctua NH-D15 seperti di atas ini (dengan suhu ruang 29 C), kami masih menjumpai suhu ‘worst case’ pada sekitar 85-92 C (average all-core 86C). Untungnya suhu ini akan jarang dijumpai pada kondisi load normal harian/Gaming.

 

Performance Test & Kesimpulan

Bermodal beberapa benchmark sintetis yang umum kami gunakan, kami menguji performa Core i9-7960X saat default, dan juga overclocked. Berikut hasilnya:

Peningkatan yang terjadi pada beberapa benchmark tersebut nampak sesuai dengan peningkatan clockspeed yang ada (dari 3600Mhz default ke 4200Mhz), satu-satunya skor benchmark yang tidak menunjukkan peningkatan berarti adalah Geekbench 3 single Core – ini kemungkinan terjadi karena single-core Turbo pada 16-Core Skylake-X berjalan pada kecepatan sekitar 4 – 4.2Ghz juga, mirip dengan profil overclock yang kami jalankan untuk mendapat kecepatan 4.2Ghz pada all-core turbo.

Satu hal yang juga kami amati pada uji konsumsi daya menggunakan Realbench HWBOT bagian video encoding – sistem secara keseluruhan mendapat peningkatan konsumsi daya sekitar 33%.

 

Pada uji singkat kami, Gigabyte X299 AORUS Gaming 7 Pro nampak tidak memberikan masalah yang berarti saat menjalankan setting OC yang relatif aman di atas. Berbagai opsi BIOS yang diberikan semuanya berjalan dengan baik untuk melakukan overclocking, dan suhu VRM Heatsink-nya pun masih terjaga. Anda yang ingin sedikit menurunkan suhu VRM bisa mencoba meningkatkan kecepatan fan yang terpasang pada VRM(walau Anda harus membayarnya dengan sedikit kebisingan ekstra). Oh ya, anda juga bisa menggunakan setting yang kami gunakan di atas sebagai referensi saat mencoba melakukan OC pada sistem berbasis Skylake-X, selama suhu CPU dan VRM masih terjaga normal, setting tersebut cukup aman digunakan harian.

Kami sendiri masih merasa bahwa praktik overclocking yang kami jalankan di artikel ini masih dibatasi oleh CPU Cooling yang kami gunakan, dan nampaknya untuk benar-benar ‘menyiksa’ motherboard AORUS X299 Gaming 7 Pro kami akan membutuhkan modifikasi heatspreader CPU, dan juga thermal paste liquid metal untuk memberi ekstra headroom pada prosesor-nya. Nantikan berbagai eksperimen OC kami pada waktu-waktu mendatang, hanya di JagatOC!

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Review | April 20, 2018 | Comments

Short Test: Ryzen 7 2700X di B350 vs X370 vs X470

Kedatangan prosesor baru biasanya disertai dengan berbagai perangkat pendukung seperti chipset motherboard tertentu. Ada prosesor yang kedatangannya membutuhkan socket baru dan membutuhkan motherboard dengan dukungan socket/chipset berbeda, ada juga prosesor
Read More »