in: General - Review | January 7, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Test PC Gaming Murah Siap PUBG 1.0 : Analisis Performa & Tuning

Ruang Lingkup dan Batasan

Tapi, sebelum kami masuk ke artikel ini, ada beberapa batasan yang harus kami luruskan terlebih dahulu, untuk membuat pengujian kami tidak melebar kemana-mana.

Fokus Pada Komponen Low-end Murah

Prosesor kelas Sultan dan Kaisar TIDAK diuji di sini :p

Seperti yang kami sebut di atas: Pengujian ini TIDAK akan menyajikan hardware kelas high-end / enthusiast seperti AMD Ryzen 7 1800X + Radeon RX Vega 64 dan Intel Core i9-7900X + GeForce GTX 1080 Ti untuk memainkan PUBG pada 4K60 ataupun 1080p 120 – 144 FPS. Komponen yang kami sajikan di sini kebanyakan merupakan komponen seputar kelas low-endentry-level , walau mungkin masih ada sedikit perbandingan ke kelas hardware mainstream/mid-end.

*catatan: kami menggunakan SSD 120GB, bukan HDD pada pengujian ini, sebatas untuk menjaga konsistensi pengujian, dan menjaga ‘kewarasan’ pengujinya :p

 

…BUKAN KOMPONEN LAWAS!

Seringkali kami menemui panduan ‘PC Murah’ melibatkan berbagai hardware yang terbilang sangat tua berumur 7-10 tahun atas nama harga murah (Misal: membeli intel Core 2 Quad atau AMD Phenom II X4 di Tahun 2017)

Meskipun pada beberapa skenario ini bisa jadi alternatif, kami secara pribadi merasa bahwa saran pembelian hardware second-hand lawas demi menekan harga bagi kebanyakan user adalah tindakan yang kurang bertanggung-jawab, dan kegunaannya terbatas bagi sebagian besar pengguna. Jadi, kami tidak akan menguji hardware yang sudah terlalu outdated di sini.

 

Performance vs Kualitas Visual

Kami bukan gamer, tapi berdasarkan pengujian yang sudah kami langsungkan beberapa bulan terakhir kami berani berpendapat bahwa pernyataan “Graphics don’t Matter, Gameplay doestidak berlaku di PUBG, setidaknya jika Anda ingin bermain secara kompetitif untuk meraih sang chicken dinner. PUBG dimainkan pada sebuah area yang luas, sehingga kadang kemampuan Anda untuk melihat dimana musuh berada sangatlah penting. masalahnya, kadang musuh Anda hanya terlihat sebagai sebuah objek kecil yang nyaris tidak terlihat.

Ingin contoh ? Lihat gambar berikut ini, yang di-highlight merah adalah musuh.

Musuh yang terlihat sangat kecil *klik untuk memperbesar*

 

Sebaliknya, menggunakan detail yang terlewat tinggi pada PC low-end bisa berpotensi mengurangi performa PC dan membuat framerate menjadi terlalu rendah. Keseimbangan antara setting grafis yang menyajikan visibility baik dengan framerate yang terjaga perlu dicari untuk memaksimalkan pengalaman bermain PUBG.

 

Catatan Seputar Setting Grafis

Sebagai informasi tambahan, berikut ini ada sedikit catatan dan perbandingan mengenai beberapa setting Grafis:

Resolution dan Screen Scale

Kedua ini adalah faktor yang sangat mempengaruhi performa dan juga ‘visibility’. Screen Scale 100% berarti gambar yang di-render pada game sama dengan resolusi layar, menggunakan scale di bawah 100 akan membuat game di-render pada resolusi lebih rendah lalu baru di-sesuaikan ke resolusi layar. Screen scale yang rendah akan menghasilkan gambar yang blurry karena resolusi gambarnya di bawah resolusi layar, namun meningkatkan performa cukup signifikan (setting 1920×1080 dengan scale 70 akan kurang lebih memiliki performa mirip dengan setting 1366×768 scale 100). Berikut perbandingannya:

 

Anti-aliasing

Berfungsi mengurangi jaggies pada beberapa objek. Kami mendapati bahwa adakalanya pada setting Very Low, jaggies ini cukup mengganggu pandangan, terutama saat Anda sedang bergerak.

 

Texture

Bergantung pada seberapa jauh Anda ingin ‘menikmati’ kualitas visual pada PUBG, setting dari Very Low ke Medium memiliki perbedaan yang cukup kentara, walau harus dibayar dengan turunnya performa.

 

 

Definisi Playable

Kami juga dengan sangat jelas mengetahui bahwa definisi ‘playable‘ bagi setiap gamer akan sangat berbeda bergantung pada kebutuhan mereka.

  • Ada yang merasa definisi playable adalah setting detail ‘mentok kiri’, 1366×768, dengan resolution scale 70%, di 20 FPS-an. “Yang Penting Main’, tidak peduli gambar-nya blur dan respon input-nya choppy.
  • Pada console, setting grafis sekitar 1080p dengan setting detail menengah dianggap cukup untuk sebagian besar pengguna, meskipun mereka harus dipaksa bermain di 30 FPS Locked.
  • Ada juga yang menganggap 60 FPS sebagai kebutuhan minimal untuk bisa kompetitif, detail bisa diturunkan sedikit

Kalau kami memaksa untuk melakukan pengujian pada SEMUA skenario di atas, pengujian kami tidak akan pernah selesai. (Belum lagi menghitung kalau area di game yang berbeda juga akan membuat load hardware yang berbeda). Berdasarkan pengujian yang telah kami jalankan dan menimbang berbagai faktor antara kualitas visual untuk bermain secara kompetitif, ekspektasi framerate, kami memfokuskan setting pengujian pada 1366 x 768, Scale 100%, Very Low Preset. 

(Berikut ini contoh screenshot pada 1366×768, Very Low)

1366×768, Scale 100%, Very Low *klik untuk memperbesar*

Ini adalah batas terendah yang bisa kami toleransi untuk bisa setidaknya memainkan game ini (dan juga menjadi resolusi native beberapa display low-end) tentu dengan fokus mencari hardware mana yang bisa menjalankan setting ini di 60 FPS rata-rata atau lebih, sembari menjaga minimum FPS pada tingkat nyaman.

 

Metode Pengujian : Replay + FRAPS

Pada PUBG 1.0, ada fitur ‘Replay’ yang bisa menyimpan gameplay, setelah melihat berbagai diskusi online, fitur Replay ini bisa digunakan sebagai sarana menguji performa, karena beban untuk melakukan playback pada replay mirip dengan load yang terjadi saat actual gameplay. Kami sendiri mendapat performa saat memainkan replay ini cukup konsisten di berbagai sistem.

Jadi, kami memainkan sebuah game pada sebuah area yang kami anggap memberikan beban yang cukup representatif bagi CPU dan GPU.

Area pengujian kami sendiri dapat dilihat pada video berikut:

 

Benchmark – FRAPS + FRAFS Bench Viewer

Benchmarking dilakukan dengan tool FRAPS – data frametime diambil selama 60 Detiklalu dianalisa menggunakan FRAFS Bench Viewer untuk mencari:

  • Average Framerate / Framerate Rata-Rata (Avg. time di FRAFS)
  • 99th Percentile Frametime, a.k.a ‘1% Minimum FPS’ (1% Time di FRAPS)

RX460_OW

Kami sering memberikan penjelasan mengenai 99th percentile atau 1% minimum FPS ini, namun secara singkat – PC yang nilai ‘1% minimum FPS’-nya jauh lebih rendah dari FPS rata-rata, pastinya akan mengalami ketidaknyamanan berupa berbagai kejadian ‘stutter’ dalam game.

 

Baik, mari masuk ke pengujian di halaman berikutnya!

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES