in: General - Review | January 7, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Test PC Gaming Murah Siap PUBG 1.0 : Analisis Performa & Tuning

Perbandingan berbagai hardware low-end dan performanya

Kami memiliki beberapa hardware low-end lain untuk melihat seberapa jauh efek performa dari komponen tertentu ke PUBG.

Setting PUBG yang kami gunakan masih sama, yakni 1366×768, Screen Scale 100%, Very Low Preset.

 

Test 1: Low-end GPU Performance

Kami memiliki beberapa GPU low-end lain yang akan kami jadikan sebagai perbandingan dari GeForce GT 1030 (3DMark Fire Strike Graphics Score: 3700), GPU-GPU ini sering kami jumpai pada PC Rakitan murah, seperti:

GeForce GT 730 2GB GDDR5 (GK208) – 3DMark Fire Strike Graphics Score: 1733

 

GeForce GT 710 1GB GDDR3 (GK208) – 3DMark Fire Strike Graphics Score: 762

 

**catatan: GPU AMD terendah yang ada di lab kami saat pengujian berlangsung adalah RX 480, jelas bukan GPU low-end. Ini sebabnya tidak ada GPU AMD Radeon yang masuk dalam pengujian kali ini.

 

Berikut hasilnya:

 

Nampak cukup jelas bahwa GeForce GT 1030 yang memiliki skor 3DMark 3600-3700 adalah standar minimum untuk bisa memainkan PUBG di 1366×768 Very Low pada 50-60 FPS. GeForce GT 710 dengan 3DMark di sekitar 760 sebagai solusi GPU murah tahun 2016 jelas tidak mampu menangani PUBG. Di sini, GeForce GT 730 versi 2GB GDDR5 masih setidaknya bisa memberikan framerate yang lebih baik dari GT 710, namun belum sampai ke angka 30 FPS.

Perlu menjadi catatan bahwa GeForce GT 730 dan GT 710 hanya memiliki performa sekelas grafis terintegrasi/IGP (Skor 3DMark GT 710 bahkan lebih rendah dari kebanyakan IGP yang kami uji), sehingga pengujian di atas juga bisa jadi referensi bagi Anda yang menggunakan IGP seperti Intel HD Graphics atau AMD Radeon IGP.

 

Test 2: Low-end CPU Performance

Selain Ryzen 3 1200 yang kami jadikan baseline (Cinebench R15 Score Multi/Single: 479/136) , kami juga menguji dua CPU lain yang termasuk popular di kalangan pengguna CPU murah:

Pentium G4560 dengan 2x4GB DDR4-2133 – Cinebench R15 Score Multi/Single : 381 / 145

 

 

Athlon X4 860K dengan 2x4GB DDR3-1600CL11 – Cinebench R15 Score Multi/Single: 316/92

 

Berikut hasilnya:

 

Pentium G4560 sempat booming di awal tahun 2017 karena harganya yang murah namun menawarkan performa memadai. masih menawarkan performa single-threaded kencang khas Skylake/Kaby Lake, dan memiliki konfigurasi 2-Core / 4-Thread berkat teknologi SMT / Hyper-Threading. Berikutnya, ada AMD Athlon X4 860K. Berbekal arsitektur Steamroller dan konfigurasi quad-core, prosesor ini sempat menjadi alternatif PC gaming low-end kalangan berbudget rendah tahun 2015 (overclockable pula!).

Pada uji performa PUBG yang kami lakukan di 1366×768 Very low dengan GPU GeForce GT 1030, nampak bahwa performa prosesor tidak kalah penting, khususnya dalam menjaga konsistensi framerate. Perbedaan utama yang mencolok dari ketiga prosesor yang kami ujikan nampak pada 1% Minimum FPS-nya, dimana prosesor yang memiliki performa baik dapat menjaga jarak antara average framerate vs 1%-Minimum FPS. Secara singkat, sistem dengan performa prosesor lebih rendah akan lebih sering berpotensi mengalami ‘stutter’ atau framerate drop, walaupun average framerate-nya relatif sama.

Meski hanya memiliki konfigurasi dual-core dengan hyper-threading, performa per core yang baik dari G4560 membuatnya memiliki performa cukup acceptable, walaupun konsistensi framerate-nya masih di bawah prosesor Ryzen 3 1200 (cukup wajar, karena Ryzen 3 1200 ada di kelas budget yang berbeda). Dari ketiga prosesor yang kami uji Athlon X4 860K memiliki nilai 1% minimum framerate terburuk. Kami tidak sempat menguji prosesor seperti Pentium G4400, namun jika Athlon X4 860K 4-core yang memiliki nilai Cinebench R15 300-poin an bisa mendapat performa seperti ini, berarti prosesor 2-Core 2-Thread akan kewalahan menangani PUBG.

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES