in: General - Review | March 15, 2018 | by: Jagat OC Team

Overclocking Review Intel Core i7-2600K vs Core i7-8700K: Adu Kencang di 4.8 Ghz

Kesimpulan

 

Potensi Overclocking: OC vs Default

Kami akan memulai dengan membandingkan hasil OC ke keadaan Default masing-masing prosesor, untuk melihat seberapa jauh peningkatan performa yang ditawarkan dari overclocking. Berikut hasilnya:

Core i7-2600K menawarkan potensi peningkatan kurang lebih 20 – 30% dari keadaan defaultnya, sebuah angka yang cukup wajar karena clockspeed default i7-2600K adalah 3.5Ghz (all-core turbo), dan bisa ditingkatkan ke 4.8Ghz. Sebaliknya, i7-8700K yang memiliki kecepatan default cukup tinggi tidak menunjukkan performance gain yang tinggi saat ditingkatkan ke 4.8Ghz, hanya sekitar 7 – 10%.

 

Rangkuman Performa : i7-8700K vs i7-2600K

 

Setelah menjalani berbagai pengujian, kami setidaknya bisa membandingkan 3 skenario setting, yakni:

  1. i7-2600k vs i7-8700K – kondisi Stock Clock
  2. i7-2600k vs i7-8700K – All OC to 4.8Ghz
  3. i7-2600k OC @ 4.8Ghz vs i7-8700K Stock

 

 

Relative Performance: Stock Clock

 

Di pengujian ini kedua prosesor berjalan pada kecepatan stock, yakni:

  • i7-2600K: 3.5Ghz All-Core Turbo, up to 3.8Ghz 1-Core Turbo
  • i7-8700K: 4.3Ghz All-Core Turbo, up to 4.7Ghz 1-Core Turbo

Perbedaan performa antara keduanya terlihat cukup signifikan, terutama di area multi-threaded dimana 8700K menunjukkan keunggulannya dengan konfigurasi 6-Core 12-thread. Berbagai aplikasi benchmark sintetis dan real-world application menunjukkan bahwa pada beberapa skenario, i7-8700K bisa memiliki performa 2x – 2.4x dari i7-2600K. Di sisi single-threaded performance, kami melihat 8700K unggul sekitar 40 hingga 60% dari 2600K, walau nampak-nya keunggulan di bidang single-thread ini terjadi karena 8700K memiliki clockspeed yang sangat tinggi di single-core turbo (4.7Ghz).

Di skenario gaming dengan display high-refresh rate(144Hz), kami melihat bahwa 8700K bisa unggul hingga 1.5x kali performa 2600K, dan pastinya 8700K menawarkan framerate yang jauh lebih konsisten.

 

Relative Performance: 2600K & 8700K OC @ 4.8Ghz

Berikutnya, kami membandingkan performa 2600K dan 8700k pada clockspeed yang sama, ketika keduanya diOC ke 4.8Ghz.

Ketika kedua prosesor ini sama-sama berjalan di 4.8Ghz, perbedaan performa antara keduanya mengecil. 8700K tetap unggul pada aplikasi yang memanfaatkan jumlah core banyak. Di skenario content creation seperti Cinebench R15 Multi-Core dan Blender, 8700K masih bisa memberikan performa 1.8x hingga 2x performa Sandy Bridge yang berjalan di clock sama. Saat clock-nya disamakan, beberapa pengujian yang menguji performa single-threaded Coffee Lake dan Sandy Bridge, 8700K hanya unggul 25-29% dari 2600K.  Pengujian gaming masih menunjukkan bahwa sebagian besar game masih menyukai performa 8700K, terutama di skenario 1% Minimum FPS dimana 8700K bisa unggul 40-50% dari 2600K. (Walau yang unik adalah Final Fantasy XV benchmark tidak menunjukkan perbedaan yang jauh antara kedua prosesor ini)

 

 

 

Relative Performance: 2600K OC 4.8Ghz & 8700K STOCK

Tabel ke-3 kami disini bertujuan membandingkan seberapa jauh perbedaan antara 2600K yang di-overclock, melawan 8700K dalam keadaan default.

Overclocking Core i7 2600K menjadi 4.8GHz merupakan peningkatan yang cukup signifikan dari keadaan defaultnya, dan di sini akhirnya kita bisa melihat 2600K memperkecil perbedaan dengan 8700K, walau seperti dua observasi kami di atas, 8700K tetap unggul setidaknya 60-80% pada beberapa aplikasi yang meminta banyak CPU Core.

Berbicara performa gaming, pengujian kami menunjukkan bahwa jarak antara 2600K yang di-OC ke 4.8Ghz tidak sebegitunya jauh dengan sebuah 8700K default, hanya terpaut 18-30%-an. Dengan hanya mengoverclock Sandy Bridge 2600K ke 4.8Ghz, Anda bisa membuat prosesor berumur 7 Tahun ini untuk mendekati performa 8700K default.

 

 

 

Core i7-2600K: Bersaing dengan prosesor modern pada 4.8Ghz

Overclocking Hardware Lawas: Menambah Masa Pakai?

Dari seluruh data yang disajikan diatas ini, ada satu poin yang menarik perhatian kami: Overclocking hardware lawas seperti Sandy Bridge bisa membuat-nya cukup kompetitif untuk mengejar Core i7-8700K di beberapa penggunaan ringan dan gaming. Memang, keunggulan 8700K di aplikasi productivity berat dan content creation masih akan sulit untuk dikejar, apalagi aplikasinya menuntut jumlah core banyak.

Hal yang lucu disini adalah, Overclocking yang sering dianggap sebagai faktor utama yang mengurangi umur hardware, ternyata malah bisa jadi solusi untuk meningkatkan MASA KEGUNAAN dari suatu platform, karena fungsi dan kegunaan dari sebuah sistem lawas ini akan terbantukan dengan ekstra performa yang didapatkannya setelah overclocking.  Saat default, akan mudah bagi pengguna yang melihat 2600K sebagai CPU ‘lemah’ jika dibandingkan ke 8700K. Namun ceritanya akan berbeda saat 2600K-nya berjalan pada clock 4.8Ghz-an, setidaknya untuk aplikasi ringan dan gaming

Berbicara durability, kami sendiri menemui bahwa kalau komponen regulator daya(VRM) motherboard-nya serta PSU yang digunakan berkualitas baik, setting overclocknya tepat(voltage tidak berlebihan), dan semua suhu operasional selalu dijaga tetap normal, umur sistemnya masih akan terjaga.

Jika anda masih menggunakan Intel Core i7 2600K saat ini dengan tujuan utama gaming, melakukan overclock pada 2600K Anda setidaknya ke 4.5 – 4.8 Ghz akan membuat CPU Sandy Bridge Anda masih cukup layak disebut ‘Gaming CPU’ pada tahun 2018 ini . Menjaga framerate untuk skenario penggunaan high-refresh rate 120-144Hz harusnya tidak menjadi tantangan terlalu berat bagi sebuah Sandy Bridge 2600K yang di-overclock.

Nah, kalau display Anda masih 60Hz, dan VGA yang Anda pakai adalah VGA mainstream seperti GeForce GTX 1060 dan Radeon RX 480, kami cukup yakin sebuah i7-2600K yang di-OC ringan ke 4 – 4.2 Ghz cukup untuk menjaga target framerate Anda di skenario 60 FPS, berasumsi Anda tidak dilimitasi oleh GPU.

Overclocking vs Upgrade Hardware Lama

Ekstra performa berkat overclocking bisa berpotensi memperpanjang masa kegunaan sebuah hardware, tapi perlu diingat bahwa penggunaan hardware lawas tentu akan tetap punya berbagai keterbatasan. Platform lawas biasanya tidak memililki opsi ekspansi dengan interkoneksi baru yang kencang(seperti USB 3.1 Type-C, thunderbolt, M.2 NVMe, dan lain sebagainya). Lalu jika anda menggunakan Core i7 2600K untuk urusan produktivitas atau content creation dengan tuntutan performa multicore tinggi, platform sandy bridge 2600K ini sudah menunjukkan batas-batasnya. Overclocking tidak akan membuat 2600K Anda mengejar 8700K di performa multithreading. Jika productivity dan content creation adalah target utama Anda, lebih baik mempertimbangkan untuk melakukan upgrade ke prosesor multi-core modern, misalnya saja Core i7 8th Gen 6-Core atau solusi lain seperti Ryzen 7 8-Core.

 

 

 

Core i7-8700K: Solusi Mainstream Overclockable dan Kencang

 

Ekstra 2-Core, Performance per Watt Tinggi

Setiap kali prosesor Intel baru rilis, pasti ada pengguna PC yang berkomentar sinis “Seberapa jauh sih kalau dibandingkan dengan Sandy Bridge?”. Melihat hasil test yang kami sajikan di atas, kami berharap pengguna tersebut akhirnya sudah bisa ‘move on’ dari masa kejayaan Sandy Bridge, dan melihat bahwa generasi ini akhirnya menawarkan performa tambahan yang signifikan. Tidak hanya performa, salah satu faktor yang sering terlewat adalah bagaimana 8700K memiliki performance-per-watt yang JAUH lebih baik dari Intel Core 2nd Gen.

 

Instruction Per Clock Meningkat, Overclockable

Ekstra 2-Core yang ada beserta sedikit improvement pada instruction-per-clock, sudah membuat 8700K memiliki performa yang cukup baik untuk tahun 2018 ini. Namun jangan dilupakan kalau Core i7-8700K masih memiliki clockspeed headroom yang bisa dimanfaatkan untuk overclocking. Mengingat kecepatan defaultnya sudah agak tinggi, peningkatan yang Anda dapatkan mungkin hanya akan berkisar antara 10-15%-an, namun angka 4.8Ghz yang kami jalankan di artikel ini kami pilih untuk mencari konfigurasi OC yang ‘effortless’ dan bisa dijalankan sebagian besar user. Berdasarkan berbagai CPU 8700K yang kami uji selama ini, kalau Anda sanggup menjaga suhu operasional CPU ini di bawah 80 C, potensi untuk menjalankan 8700K dengan kecepatan 4.9 – 5 Ghz akan selalu ada.

 

Penutup

Tak terasa, 7 tahun sudah berlalu sejak Sandy Bridge. Peningkatan performa prosesor Intel dari generasi ke generasi kadang terlihat minimal di mata para enthusiast user, dan seringkali ini terjadi karena sebagian besar pengguna tersebut tidak menghitung faktor overclockability yang ditawarkan. Dengan Core i7-8700K, akhirnya kami melihat ada peningkatan besar dari performa prosesornya dibanding generasi sebelum-sebelumnya, berkat ekstra 2-Core dan juga potensi clockspeed tinggi.

Akhirnya, saatnya kami mencopot sistem Sandy Bridge Core i7-2600K ini dari PC lawas, dan menggantinya ke sistem Coffee Lake i7-8700K. Sampai jumpa di pengujian kami yang berikutnya ;)

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES