in: Review | April 19, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

AMD Ryzen 7 2700X : Overclocking Review & Analysis

Precision Boost 2: Analisis Clockspeed Ryzen 7 2700X di load yang beragam

Pure Power & Precision Boost

xfr_03

Pada mode operasi normal (bukan manual overclock), AMD Ryzen memiliki sejumlah sensor suhu, voltage, daya, arus yang akan membaca kondisi prosesor dan load yang dibebankan padanya. Sejumlah sensor yang bekerja secara real-time untuk terus memonitor kondisi prosesor ini merupakan salah satu fitur AMD yang dinamakan ‘Pure Power‘.

xfr_02

Untuk memaksimalkan kinerja prosesor, AMD Ryzen akan membaca data dari Pure Power untuk melihat apakah kesempatan untuk meningkatkan kinerja dengan memaksimalkan clock per 25Mhz sesuai dengan workload yang diterima – ini yang dinamakan Precision Boost.

 

Precision Boost 2

Precision Boost 2 merupakan implementasi Precision Boost yang sudah ada sebelumnya, yakni menyesuaikan clockspeed prosesor sesuai dengan kondisi load, suhu, power. Bedanya, Precision Boost 2 diprogram untuk mengenali jumlah thread yang sedang di-load oleh CPU, dan menyesuaikan clockspeednya per jumlah thread.

Sebagai perbandingan, precision boost 1 pada Ryzen 7 1800X hanya bisa mengenali 2 kondisi:

  1. Single Core (2-thread) load – Boost hingga 4 Ghz
  2. Multi-Core (3 thread load atau lebih) – Boost hingga 3.7Ghz.

Precision Boost 2 pada Ryzen 7 2700X memiliki berbagai konfigurasi yang berbeda-beda sesuai dengan jumlah thread untuk memaksimalkan total clockspeednya.

Pengujian

Berikut ini kami menguji precision boost 2 dengan Cinebench R15 yang jumlah thread-nya kami ubah-ubah, lalu mencatat clockspeed dan voltage CPU yang terjadi:

*klik untuk memperbesar

 

16-thread

 

8-thread

6-thread

 

4-thread

2-thread

1-thread

Nampak jelas bahwa Precision Boost 2 memberikan Frekuensi dan Voltage yang disesuaikan dengan jumlah thread yang di-load. Pada contoh yang kami berikan, saat 2700X mengalami load berat (16-thread), frekuensi CPU akan disesuaikan ke 3975Mhz, lalu voltage-nya ada di 1.263 V. Sebaliknya pada load ringan 1-thread, CPU nampak mengalami boost maksimal ke 4.3Ghz dengan voltage 1.431 V. (catatan: penggunaan 1.43v ini hanya diaplikasikan pada Core yang sedang di-load dan BUKAN ke semua core, sehingga masih masuk akal).

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES