in: Review | April 19, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

AMD Ryzen 7 2700X : Overclocking Review & Analysis

Overclocking

Seperti yang Anda sudah lihat di halaman sebelumnya, transistor 12nm milik Pinnacle Ridge nampak mampu diajak berlari lebih kencang. Pastinya, karena AMD berjanji untuk memberikan semua prosesor Ryzen dalam keadaan multiplier-unlocked, Anda masih bisa menjalankan prosesor ini di luar batasnya dengan mudah – hanya perlu mengganti multiplier.

 

 

Hands-on 2700X CPU Overclocking – Contoh Default vs OC

 

Dengan benchmark sintetis seperti Cinebench R15 , kami akan menunjukkan perbedaan performa 2700X saat keadaan CPU default vs overclock ke 4 – 4.2Ghz. Motherboard yang kami gunakan adalah Gigabyte X470 Gaming 7 WiFi, dengan RAM G.Skill TridentZ RGB 3600CL16 2x8GB (berjalan pada DDR4-2933 CL16, diset dari BIOS).

Overclocking kami jalankan hanya menggunakan setting dari Ryzen Master Utility berikut ini:

*klik untuk memperbesar

 

Skor Default (CPU clock berdasarkan Precision Boost 2 & XFR2 )

 

Skor Overclock (4 Ghz, 1.25V)

 

Skor Overclock (4.2 Ghz, 1.45V)

 

Terlihat bahwa overclocking manual akan memberikan:

  • Peningkatan Skor Multi-Core
  • Penurunan Skor Single-Core

Penurunan skor single core ini adalah akibat dari mati-nya Precision Boost 2 saat overclocking manual.  Anda bisa meminimasi kejadian ini dengan meng-overclock CPU-nya semua ke angka 4.3Ghz, namun sayangnya clock ini mungkin akan sulit dicapai bagi sebagian CPU dengan aman (karena CPU yang kami gunakan ini saja sudah meminta 1.4 – 1.45v untuk bisa stabil harian pada 4.2Ghz).

 

2700 X Overclocking – Power & Performance per Watt

Seperti biasa, overclocking akan menimbulkan peningkatan konsumsi daya, apalagi jika dilakukan dengan voltage yang berlebihan. Performa ekstra akan selalu harus dibayar dengan konsumsi daya ekstra juga. Dari tabel di atas, nampak bahwa performance per watt pada sistem dengan konfigurasi 4.1Ghz 1.35V masih belum terganggu – ini berarti peningkatan performa-nya sepadan dengan peningkatan konsumsi daya-nya.

Bagi Anda yang ingin lebih hemat daya, men-setting CPU pada 4Ghz 1.25v akan memberikan performance per watt lebih tinggi.

 

2700X Overclocking – Stability/Temperature Test (4.2Ghz)

Menggunakan stability test berupa Cinebench R15 yang di-loop sebanyak 20x, kami menjalankan sebuah CPU Ryzen 7 2700X kami pada 4.2Ghz 1.45V. Setting voltage ini agak tinggi memang, namun  kami membutuhkan data temperatur pada sistem dengan voltage setinggi ini.  Berikut hasilnya (sistem tanpa casing, suhu ruangan 25C)

Corsair H105 dengan fan speed full dapat menahan suhu dari prosesor Pinnacle Ridge 8-Core yang sedang berjalan pada 4.2Ghz 1.45v di bawah 80C.

 

 

Pada halaman berikutnya kami akan menyajikan beberapa eksperimen singkat overclocking menggunakan beragam komponen motherboard dan RAM.

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES