in: Competition | April 18, 2018 | by: Yufianto Gunawan

G.Skill OC World Cup 2018 Qualifier Selesai: Overclocker Indonesia Maju ke Final

Jalannya Pertandingan

Anda bisa melihat scoreboard pertandingan di link ini(klik untuk membuka OC-eSports page)

Berikut ini posisi top 5 dari setiap stage yang dilombakan dan berbagai konfigurasi hardware yang sedang berjalan:

 

 

 

Stage 1 yang melombakan memory clock menghasilkan nilai-nilai ‘ajaib’, dimana peserta pada posisi top5 setidaknya mencapai clock 2587Mhz (DDR4-5174). Nilai ini tentu SANGAT tinggi dibanding kebanyakan DDR4 lainnya (yang biasanya berkisar di angka DDR4-3200 hingga DDR4-4000-an). Spesialis overclock RAM dari JagatOC sendiri, Alva ‘Lucky_n00b’ mencatatkan nilai pertamanya pada DDR4-5040 di motherboard MSI Z370I Gaming Pro Carbon AC.

*klik untuk memperbesar

*klik untuk memperbesar

 

Alva lalu meng-update skor tersebut menggunakan ASUS ROG Maximus X APEX, dan akhirnya berhasil menembus batas 2637Mhz (DDR4-5274). Tentu ini dilakukan dengan keadaan CPU dan RAM-nya sudah didinginkan dengan Liquid Nitrogen (LN2). Alva menggunakan G.Skill TridentZ DDR4-4266CL19 dengan pendingin KingpinCooling Ney Pro RAM LN2 Pot.

 

Berlanjut ke stage 2 (Geekbench 3) dan stage 4 (SuperPi 32M), kita bisa melihat berbagai CPU i5-8600K yang dipaksa berjalan pada kecepatan 7Ghz atau lebih, sebuah tingkat overclock yang menunjukkan betapa jauhnya sistem ini sudah di-push dari keadaan defaultnya.

Stage 2 dan 4 ini membutuhkan CPU yang kencang, dan juga RAM yang dituning sedemikian rupa untuk menghasilkan performa dan bandwidth maksimal. Menurut rekan kam iAlva, dia tidak memiliki RAM G.Skill TridentZ yang cocok untuk konfigurasi timing ketat, sehingga dia mengandalkan G.Skill FlareX DDR4-3200CL14.

Meski didesain dan dioptimalkan untuk platform AMD, bukan berarti FlareX tidak bisa berfungsi pada platform Intel. Buktinya, Alva bisa memaksa RAM tersebut untuk berjalan pada DDR4-4300 CL12-12-12-28 di benchmark Geekbench 3. Sayangnya, Alva harus terlempar dari posisi top 5 di SuperPi 32M karena CPU-nya kurang kencang dan ‘hanya’ berjalan pada 7.1Ghz.

 

Untuk Anda yang ingin melihat proses overclocking ke 7 Ghz secara singkat, Anda bisa melihat video ini

 

 

Stage berikutnya yang cukup unik adalah stage IGP(integrated Graphics) dimana overclocker-nya harus men-tuning grafis terintegrasi dari i5-8600K yakni UHD Graphics 630, untuk menghasilkan performa 3DMark11 yang kencang. Tentu, Anda semua juga tahu bahwa konfigurasi RAM yang optimal SANGAT krusial bagi performa IGP (sama seperti AMD IGP).

Sebagai overclocker yang nampak sangat terbiasa berurusan dengan berbagai solusi IGP sejak tahun 2011 lalu, Alva mencatatkan posisi yang cukup baik pada top 3.

Berikut skor Alva di 3DMark11, dimana IGP-nya berjalan hampir di clock 1800Mhz, dan juga RAM-nya pada DDR4-4200 CL12.

*klik untuk memperbesar

Skor Total

Dan berikut ini 10 posisi teratas kompetisi G.Skill OC World Cup 2018 Qualifier , dan 6 overclocker teratas yang berhak maju ke babak selanjutnya di Computex 2018 Taipei.

Satu hal yang menarik di sini adalah adanya 3(tiga) overclocker Indonesia pada urutan Top 10: Mulai dari Lucky_n00b yang lolos kualifikasi pada posisi 3, lalu ada juga Chandra Wijaya ‘BlueFiber‘ yang mendapatkan poin sama dengan salah satu overclocker senior Indonesia, Hazzan. Tentu keberadaan 3 overclocker ini menunjukkan bahwa kemampuan overclocker Indonesia memang tidak bisa dianggap enteng!

Lima dari enam finalis bukanlah overclocker sembarangan, mereka adalah overclocker yang sudah terkenal sebagai ‘monster’ di komunitasnya:

  1. Alex@ro adalah Juara Galax GOC 2017 Worldwide
  2. Dancop sudah tidak asing karena ia adalah mantan pemegang gelar overclocker no.1 Dunia menurut ranking HWBOT.org, dan juara Galax GOC 2015
  3. Lau kin Lam pernah menjuarai G.SKill OCWC 2015!
  4. Rsannino dikenal sebagai ‘Overclocker of the Year 2017’ dengan menjuarai GSKill world Cup 2017 DAN HWBOT OCWC 2017 sekaligus!
  5. Dan tentu saja, Alva ‘Lucky_n00b‘ adalah satu-satunya overclocker asal Asia dengan Gelar Juara Dunia terbanyak: MSI MOA 2008, HyperX HOT 2015, dan juga Galax GOC 2016.

Yang unik adalah bagaimana overclocker ke-6 ‘rtsurfer’ (USA) bisa mengalahkan Xtreme Addict(polandia). Ini cukup mengejutkan karena Xtreme Addict adalah juara berbagai turnamen overclocking kelas Dunia, dan ia gagal masuk ke GSkill OCWC 2018 karena kalah tie-breaker di stage Memory Clock.

Nah, pastinya JagatOC akan berangkat ke Taipei untuk menyelesaikan pertarungan ketat berhadiah total 20000 USD / 275 Juta Rupiah ini. Tunggu kabar lengkapnya, langsung dari Taipei!

 

Sampai Jumpa!

Kedua mobo yang sudah terbukti ‘sakti’ dalam tuning memori

Melihat Error code 55 RATUSAN Kali adalah hal biasa

‘Jimat’ keberuntungan Alva

Motherboard beku!

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES