in: Motherboard | April 25, 2018 | by: Ivan R. Akbar

Hands-On Overclocking Gigabyte AB350N Gaming WiFi

Hasil Pengujian – Konsumsi Daya & Suhu VRM

Pengujian yang kami lakukan adalah menjalankan Cinebench R15 untuk memberikan beban ke CPU. Kami mengatur CPU berjalan di kecepatan 4.9 GHz, dengan suhu CPU kami jaga di kisaran -125 °C dengan bantuan liquid nitrogen. Selama sesi extreme overclocking ini, kami juga menggunakan HWiNFO untuk memantau suhu VRM yang dilaporkan oleh motherboard & daya yang dilaporkan oleh SMU yang ada di dalam prosesor Ryzen.

Hasilnya, kami mencatat suhu tertinggi 80 °C pada VRM CPU & 59 °C pada VRM MOS. Suhu ini didapatkan tepat setelah benchmark Cinebench R15 selesai dilakukan. Sedangkan konsumsi daya tertinggi yang terbaca HWiNFO adalah 262W saat benchmark berlangsung. Berikut screenshot yang berhasil didapatkan:

Suhu CPU dijaga pada -125 °C & power meter menunjukkan daya yang dikonsumsi sistem saat benchmark berlangsung.

 

Walaupun kami tak mengalami masalah dengan power delivery saat benchmark berjalan, seperti VRM thermal shutdown, throttling, dll, dengan konsumsi daya yang cukup besar untuk sebuah board Mini ITX, suhu mosfet VRM masih menunjukkan suhu positif. Padahal, di dekat mosfet VRM, kami sudah membekukan CPU yang digunakan dengan liquid nitrogen. Tampaknya, heatsink pasif yang diberikan oleh Gigabyte belum cukup untuk menahan load sebesar ini. Kami yakin suhu PCB motherboard juga sudah cukup dingin, ini dapat dibuktikan dari memori kami yang juga sudah berembun.

Karena penasaran, kami mencoba untuk menempatkan sebuah K-Type thermal probe ke heatsink VRM. Kami mendapatkan suhu 53 °C.

Kesimpulan

Board mini kemampuan maxi’ itulah kalimat yang menurut kami cocok diberikan untuk Gigabyte AB350N Gaming WiFi. Dengan desain VRM yang mumpuni, konektivitas yang lengkap & dilengkapi dengan tool serta BIOS yang intuitif, board ini menjelma menjadi salah satu board AM4 Mini ITX ‘overclocking friendly’. Terbukti, pengujian extreme overclocking pun bisa dilalui motherboard ini dengan baik.

Sayangnya, meski board ini menggunakan MOSFET ‘premium’ yang membuat motherboard ini sanggup menahan beban overclocking, pendingin VRM yang diberikan agak terlalu mungil dengan kemampuan pendinginan yang terbilang minim. Hanya saja, hal ini masih terbilang wajar, karena board ini ada di kelas Mini-ITX dan kami mengerti sulitnya menyertakan pendingin besar untuk motherboard form factor ini. Hal ini membuat kami agak susah merekomendasikan overclocking prosesor Ryzen dengan TDP besar (95 W) di sini. Ryzen dengan TDP menengah seperti Ryzen 5 6-core (polos, non-X) atau Ryzen 5 2400G tampaknya akan lebih cocok digunakan di AB350N Gaming WiFi.

Tentu, dalam penggunaan sehari-hari dalam keadaan overclock, pendinginan CPU, dan terlebih lagi pendingin MOSFET perlu diperhatikan. Kami menyarankan untuk menggunakan cooler yang berjenis ‘top-flow’ agar CPU dan & VRM motherboard mendapatkan airflow yang cukup. Namun, tetap saja, motherboard yang satu ini akan disukai oleh overclocker yang ingin mendapatkan kemampuan ekstra dari AMD Ryzen.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES