in: Review | April 20, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Short Test: Ryzen 7 2700X di B350 vs X370 vs X470

Setup

AB350N Gaming-WiFi

 

AX370-Gaming 5

 

X470 AORUS Gaming 7 WiFi

 

Benchmark 1: Cinebench R15

*klik untuk memperbesar*

B350

 

X370

 

X470

Meski kelihatannya X470 memiliki skor lebih tinggi dibanding board lainnya, semua perbedaan ini kurang dari 0.4% yang sangat mungkin terjadi karena run variation, BUKAN karena perbedaan clockspeed CPU yang di-assign oleh motherboard.

 

Benchmark 2: Geekbench 3

*klik untuk memperbesar*

B350

 

X370

 

X470

Sesuai dengan apa yang Anda lihat pada Cinebench R15, perbedaan skor yang terjadi di sini kurang dari 0.5%, terjadi karena variasi run yang normal terjadi. Tidak ada perbedaan performa prosesor yang terlihat antar ketiga chipset ini.

 

Suhu VRM

Minimnya perbedaan performa yang terjadi antar board ini membuat kami mencoba untuk melihat hal lain, misalnya saja seperti suhu MOSFET VRM saat beroperasi. Anda yang membaca analisis Pinnacle Ridge kami tentu mengetahui bahwa Ryzen 7 2700X dilengkapi dengan Precision Boost 2, sebuah mekanisme boost yang cukup ‘opportunistic’ dan aggresive untuk memberikan clockspeed maksimal , tentu ini akan membuat load yang diterima VRM motherboard relatif lebih tinggi, apalagi mengingat bahwa 2700X memiliki rating TDP lebih tinggi dari kebanyakan summit ridge.

Baca Juga: Analisis Precision Boost 2

 

Bagaimana suhu VRM motherboard saat 2700X di-load dengan Cinebench R15 5x Loop?

Kami mengukur sensor VRM MOS yang ada di HWiNFO dari sensor ITE (kami pernah menguji suhu HSF VRM motherboard dan nampaknya sensor ini kurang lebih akurat), dan berikut hasilnya

*klik untuk memperbesar*

AB350N Gaming-WiFi

 

AX370-Gaming 5

Kami cukup terkejut mendapati pembacaan VRM 90C pada AB350N Gaming WiFI, walau ini cukup wajar karena motherboard mITX memiliki heatsink VRM yang terlalu mungil dan nampak kewalahan menangani beban yang diberikan oleh 2700X. Perlu dicatat, MOSFET dari AB350N Gaming WiFI memiliki rating yang cukup tinggi (IOR IR3556M 50A) dan bahkan kami sering menggunakan motherboard ini untuk overclocking APU, namun pada penggunaan 2700X, nampak bahwa pendinginan mosfet ini perlu lebih diperhatikan jika Anda ingin menggunakan 2700X padanya.

(Mungkin penggunaan Heatsink dengan desain Top-Flow serta fan yang kencang + static pressure tinggi akan diperlukan jika Anda ingin memasang 2700X pada AB350N)

Heatsink VRM pada AB350N – cukup untuk Ryzen 65W, namun agak kurang untuk 2700X

 

RAM Compatibility – DDR4-3600 di AB350N

Kami sengaja menjalankan RAM DDR4-3600 kami pada DDR4-2933 untuk mencegah troubleshooting karena faktor compatibility, namun bagi Anda yang mencemaskan dukungan RAM kecepatan tinggi pada chipset rendah seperti B350, jangan kuatir – kami bisa mengkonfimasi bahwa AB350N kami bisa menjalankan Rating XMP pada G.Skill TridentZ RGB 3600 kami:

 

Precision Boost Overdrive – Titik Keunggulan X470 ?

Salah satu fitur spesifik X470  yang saat ini masih statusnya dalam pengerjaan adalah Precision Boost Overdrive(PBOD) sebuah metode overclocking pada Pinnacle Ridge yang nantinya mengizinkan clockspeed prosesor untuk ditingkatkan sesuai dengan Board Power Limit (atau Thermal Limit). Yang kami ketahui saat ini, PBOD hanya akan didesain pada X470 dan chipset next-gen, bukan untuk B350 dan X370.

 

 

Kesan

Pengujian singkat ini tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara performa Prosesor Ryzen 2nd Gen 2700X yang dipasangkan ke B350 dan X370, semuanya beroperasi dan memiliki performa setara (perbedaan yang terjadi adalah variasi run). Sebagai catatan tambahan, dulu sekali pada pengujian Summit Ridge masa pre-release, kami sendiri pernah mendapat bahwa perbedaan beberapa BIOS/AGESA di motherboard tertentu bisa menghasilkan variasi performa karena bisa jadi ada beberapa fitur prosesor yang belum berjalan maksimal.

Berdasarkan nilai benchmark yang kami terima, kami bisa berasumsi bahwa fitur penunjang performa seperti pada 2700X seperti Precision Boost 2 masih akan berjalan normal pada motherboard generasi sebelumnya, dan clockspeed yang akan aktif pada prosesor tersebut akan setara pada chipset B350, X370, maupun X470 – saat semuanya berjalan default sesuai spesifikasi.

Perlu diingat bagi pengguna motherboard lama (B350/X370) yang ingin upgrade ke Ryzen 2nd-Gen, Pinnacle Ridge 2700X nampak akan memberikan beban yang cukup berat bagi komponen regulator daya di motherboard(karena rating TDP-nya lebih tinggi, plus Boost-nya lebih agresif), pastikan bahwa Anda memiliki motherboard yang memiliki VRM dengan rating cukup tinggi + cooling VRM yang memadai, untuk bisa menjalankan Pinnacle Ridge 2700X dengan nyaman.

Sampai jumpa di pengujian kami yang lainnya ;)

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES