in: General | May 28, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

CPU Temperature : PC Case vs Open Air Bench (Ryzen 7 2700X)

Test 1: On PC Case

Kita mulai dengan pengujian pertama: dengan casing.

 

5 Menit pertama

*Klik untuk memperbesar

 

Selesai (20 Loop Cinebench R15)

*Klik untuk memperbesar

 

Terlihat pada 5 menit pertama suhu CPU (Tdie) Maksimal sudah mencapai 77.8 C, dan kondisi ini membuat CPU beroperasi pada 3.85 Ghz. Pada saat pengujian berakhir di sekitar menit ke-8, sistem di dalam case ini mencatatkan suhu prosesor pada 79.9C.

 

Test 2: Open Air, No Case

 

5 Menit Pertama

*Klik untuk memperbesar

 

*Klik untuk memperbesar

Selesai (20 Loop Cinebench R15)

 

Pengujian yang dilakukan pada keadaan open air (menggunakan Open BenchTable) nampak memberikan perbedaan signifikan, dimana pada 5 menit pertama CPU Tdie masih berada di 69.9 C. Suhu rendah ini juga membuat mekanisme boost pada prosesor Ryzen  7 2700X-nya mencatatkan angka 3.9 Ghz. Pada akhir pengujian di menit ke-8, suhu prosesor maksimal yang tercatat HWiNFO adalah 70.3 C.

 

Kesimpulan

Nampak bahwa prosesor Ryzen 7 2700X yang dipasang ke dalam casing (Coolermaster MasterBox 5 Lite) mencatatkan suhu prosesor kurang lebih 10 C lebih panas dibandingkan dengan saat prosesor dipasang pada sistem di luar casing. Ini nampaknya wajar karena Prosesor Ryzen 7 2700X yang kami gunakan memberikan load cukup signifikan, yang ‘dibuang’ oleh pendingin Wraith PRISM ke sekitarnya, lalu exhaust 120mm dari casing kami tidak cukup powerful untuk membuang panas dari sistem tersebut.

Sebagai catatan tambahan, pengujian ini BUKAN sebuah review thermal performance dari casing coolerMaster Masterbox 5 lite, melainkan hanya sebuah uji singkat yang kami lakukan untuk memberi informasi bahwa Anda yang sering membaca pengujian suhu / test cooling wajib memperhatikan testbed dari reviewer-nya.

Kami di JagatOC cukup sering menerima pertanyaan-pertanyaan seputar mengapa suhu sistem yang kami uji bisa berbeda cukup jauh dari apa yang dialami pembaca (yang biasanya terjadi karena kebanyakan pengguna memakai PC Case, sedangkan kami tidak), dan kami harap pengujian kali ini bisa sedikit memperjelas bahwa pengujian cooling yang dilakukan dalam casing vs di luar casing berpotensi memberikan hasil berbeda. Menimbang bahwa ada mekanisme boost pada hardware tertentu yang dikerjakan berbasiskan suhu, bisa jadi pengujian performa yang dikerjakan di dalam casing akan memberikan hasil sedikit berbeda dengan pengujian performa di luar casing (walau perbedaannya mungkin kecil)

Oh ya, karena kami terlanjur membeli casing CoolerMaster MasterBox 5 Lite ini, mungkin kami akan memakai-nya untuk testbed beberapa pengujian cooler, walaupun uji overclocking competitive akan selalu dilakukan di luar case demi menjaga suhu tetap rendah. Sampai jumpa di pengujian kami yang berikutnya, hanya di JagatOC ;)

 

 

 

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES