in: Review | May 30, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Hands-on Review & Overclocking CPU 4-Core Murah: Ryzen 3 1200 vs Ryzen 3 2200G vs Core i3-8100

Synthetic Benchmark

Synthetic Benchmark atau Benchmark sintetis merupakan suatu software yang secara spesifik mensimulasikan suatu program yang biasanya di jalankan pada kehidupan sehari-hari, dan nantinya memberikan penilaian akan performa PC yang kita miliki.  Benchmark sintetis biasanya memiliki workload yang konstan sehingga dapat diulang dan output hasil dari benchmark memiliki selisih margin of error yang sangat kecil. Meski benchmark sintetis dapat menguji performa PC dengan mudah, ada keadaan dimana ia belum tentu dapat mewakili kondisi real life.

Berikut ini adalah hasil performance test dengan berbagai benchmark sintetis yang umum kami gunakan:

 

Cinebench R15 (version 15.038)

3_CBR15

Cinebench R15 merupakan aplikasi benchmark untuk mengukur kemampuan prosesor atau graphics card saat melakukan rendering sebuah objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, berarti semakin cepat pula PC Anda melakukan operasi rendering. Kami mengambil 2 (dua) skor, yakni dengan konfigurasi Multi-Core untuk melihat performa multi-threaded, dan juga konfigurasi Single-Core untuk melihat performa single-threaded.

 

 

 

 

 

3DMark Time Spy

6_3DMarkTimeSpy

3DMark Time Spy dikenal sebagai benchmark kartu grafis berbasiskan API DirectX 12, dan cukup membebani berbagai kartu grafis modern saat ini. Sama halnya dengan 3DMark Fire Strike, selain mengambil Graphics Score, kami juga mengambil  Physics Score (CPU Score).

 

 

Keterangan

  • Benchmark sintetis yang kami jalankan menunjukkan bahwa i3-8100 unggul pada semua benchmark sintetis, cukup mengejutkan mengingat prosesor ini memiliki multiplier CPU dan RAM di-lock.
  • Ryzen 3 2200G unggul cukup jauh dari Ryzen 3 1200 pada keadaan default,  namun perbedaan itu langsung lenyap begitu kedua prosesor itu di-overclock ke clockspeed yang sama.
  • Ryzen 3 1200 menunjukkan peningkatan performa yang besar dari overclocking.
  • Saat di-overclock ke 3.8Ghz, kedua Ryzen 3 mendekati performa i3-8100, baik pada multi-threaded, maupun single-threaded.
  • Meski PCIe lane dari 2200G hanya ada di 8x, tidak nampak ada perbedaan signifikan pada Graphics Score di 3DMark Time Spy DX12
  • L3 Cache yang hanya setengah dari Ryzen 3 1200 tidak membuat 2200G menjadi lemah pada berbagai benchmark yang kami jalankan ini.

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES