in: Review | May 30, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Hands-on Review & Overclocking CPU 4-Core Murah: Ryzen 3 1200 vs Ryzen 3 2200G vs Core i3-8100

Kesimpulan

 

Potensi Overclocking Ryzen 3 1200: OC vs Default

Pertama-tama kami akan melihat kemampuan overclocking pada Ryzen 3 1200. Nampak dari perhitungan di atas, sebuah Ryzen 3 1200 yang memiliki clockspeed default rendah mengalami peningkatan cukup massive – banyak benchmark yang menunjukkan peningkatan lebih dari 20% karena overclocking. Mengingat setting 3.8Ghz 1.3v ini relatif aman digunakan untuk harian dan bisa dikerjakan dengan stock cooling, potensi dari ryzen 3 1200 ini amat menarik untuk dilewatkan.

 

Potensi Overclocking Ryzen 3 2200G: OC vs default

Berbeda dengan Ryzen 3 1200, Ryzen 3 2200G sudah memiliki base clock yang agak tinggi, dan juga fitur precision boost yang lebih aggresive. Peningkatan yang ada dari overclocking ke 3.8Ghz nampak minimal, dan perbedaan performanya hanya terjadi pada kisaran single-digit. Untuk menunjukkan peningkatan performa lebih, kami perlu melakukan OC lebih jauh lagi (ke 3.9 – 4Ghz misalnya).

 

 

Summary – Relative Performance

*klik untuk memperbesar

 

 

Berikut rangkuman performa dari ketiga prosesor yang kami uji:

Core i3-8100 yang memiliki 4-core Coffee Lake unggul pada sebagian besar pengujian yang kami bebankan padanya, disusul ketat oleh Ryzen 3 2200G. Ryzen 3 1200 yang memiliki clockspeed rendah nampak kesulitan untuk bahkan mengejar sebuah 2200G default. Overclocking kedua prosesor Ryzen ke angka 3.8Ghz memperkecil jarak ke prosesor Intel, dimana secara rata-rata Ryzen 3 1200 dan 2200G yang di-overclock ke 3.8Ghz mendapat performa setidaknya 92-93% dari i3-8100.

Performa gaming dari i3-8100 cukup menarik di kelasnya, walau perlu dicatat bahwa perbedaan yang terjadi antara ketiga prosesor ini akan mengecil begitu VGA yang dipake lebih lemah dari Radeon RX 480 yang kami pakai, dan kondisi setting game-nya menjadi gpu-bound (misal GTX 1050 / RX 560). Untuk menyamai sebuah i3-8100, nampaknya kedua Ryzen 3 ini perlu dijalankan pada 4Ghz-an (yang kemungkinan besar membutuhkan 3rd party cooling untuk dikerjakan dengan aman, sehingga tidak dikerjakan di sini).

 

Core i3-8100: Best Performance, Best Power Efficiency

Intel Core i3 Box

Mengulangi apa yang kami sebut pada halaman pengujian individu, i3-8100 yang tidak mendukung overclocking CPU dan RAM menunjukkan performa baik pada sebagian besar pengujian, dan juga menunjukkan efisiensi daya terbaik. Dari ketiga prosesor yang kami uji, Core i3-8100 memiliki harga termahal (lebih mahal setidaknya 20% dari sebuah 2200G saat artikel ini rilis), walau harga tersebut nampak sesuai dengan performa yang ia berikan.

Mengingat prosesor ini dikunci kecepatan RAM-nya pada 2400, kami menghimbau Anda untuk menggunakan konfigurasi dual-channel untuk memaksimalkan bandwidth memori-nya, terutama saat gaming.

 

Ryzen 3 2200G: Best Value

Dari segi prosesor, Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’ dianggap sebagai prosesor ‘lemah’ dan tidak cocok untuk berbagai macam kegunaan pada saat kemunculannya, terutama karena dia memiliki L3 Cache hanya 4MB (setengah pendahulunya), dan juga PCIe bandwidth 8x untuk GPU add-on. Pengujian yang kami lakukan tidak mengindikasikan adanya bottleneck yang sebegitunya besar pada performa prosesor, karena 2200G unggul pada sebagian besar benchmark dari Ryzen 3 1200 yang sekelas.

Kami juga menguji Ryzen 3 2200G dengan keadaan overclocked ke 3.8Ghz, dan pada clock sama dengan Ryzen 3 1200, 2200G menunjukkan performa sekelas. Tidak ada perbedaan performa yang signifikan dari 2200G dan Ryzen 3 1200 saat beroperasi di 3.8Ghz.  Di kecepatan ini juga, 2200G memperkecil jarak dengan Core i3-8100. Walau demikian, perbedaan overclock vs default pada 2200G tidak begitu besar jika dibandingkan dengan Ryzen 3 1200.

Salah satu hal unik yang kami temukan adalah bagaimana 2200G nampak menunjukkan performance scaling yang positif dengan performa RAM pada gaming, meskipun sistemnya sudah menggunakan VGA add-on. Berikut ini adalah sebuah pengujian game GTA V, dengan CPU 2200G default, Radeon RX 480, dan RAM di-overclock ke DDR-3200 CL16.

*klik untuk memperbesar

 

Nampak bahwa dengan CPU di default pun, selama RAM dijalankan pada kecepatan tinggi, performa 2200G pada gaming makin mendekati sebuah i3-8100. Ini mungkin nanti akan kami uji kembali pada motherboard murah A320, karena mobo murah AMD yang A320 masih mendukung overclocking RAM.

Satu faktor penentu yang membuat kami merasa Ryzen 3 2200G memiliki value terbaik adalah dengan perbedaan harganya yang tipis ke Ryzen 3 1200, Ryzen 2200G membawa serta sebuah IGP dengan performa sekelas VGA Diskrit murah Radeon Vega 8.

Bagi gamer berkantong terbatas, 2200G menawarkan solusi PC entry-level gaming dengan performa IGP kencang dan prosesor yang juga tidak terlampau lemah jika dibanding prosesor Ryzen 3 1200 yang sekelas, serta juga performa prosesor setidaknya 85%-an dari i3-8100.

Semua ini ditawarkan dengan harga sekitar 80%-nya Core i3-8100 (setidaknya saat artikel ini rilis). Oh, dan seperti yang Anda lihat, Anda bisa meng-overclock prosesor ini(Baik CPU,RAM, atau IGP-nya) untuk performa ekstra.

 

Penutup

Nampaknya pengujian singkat yang kami lakukan pada ketiga prosesor quad-core modern berharga terjangkau di tahun 2018 berakhir di sini, sampai jumpa pada pengujian overclocking yang berikutnya :)

 

 

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES