in: Competition | May 29, 2018 | by: Chandra Wijaya

JagatOC – Gigabyte Aorus Competition Recap 2018: 5G Efficiency Battle!

Gigabyte Aorus Winter OC Challenge Recap

Kompetisi ini merupakan kompetisi pembuka dari Gigabyte Aorus untuk memulai rangkaian ketiga seri kompetisi ini. Di kompetisi ini, hanya terdapat 3 stage, dengan benchmark selection: XTU, 3DMark Fire Strike Physics, dan Geekbench 3 Multicore. Rules kompetisi ini secara garis besar sangatlah simple, limitasi yang Anda miliki hanyalah Anda harus menggunakan prosesor dengan jumlah core maksimum 6 dan limitasi clockspeed CPU baik untuk core dan uncore maximum yang tercatat adalah 5000 MHz baik itu pada CPUZ ataupun 3DMark System Info. Selain itu juga, di kompetisi ini tidak ada resitriksi platform. Selama Anda memiliki prosesor dengan jumlah core <=6, dan menggunakan motherboard Gigabyte, maka Anda dapat mengikuti kompetisi ini.

Mari kita lihat submission highlight pada kompetisi Gigabyte Aorus Winter OC Challenge ini:

Stage 1: XTU

Nik (Germany) – XTU Score 2825

Mencatatkan submission terkencang pada stage 1 ini, Nik menggunakan motherboard Gigabyte Z370N WIFI dengan memori yang berjalan pada kecepatan DDR4-4080 C12-12-12-28. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan Nik

Lucky_n00b (Indonesia) – XTU Score 2823

Lucky_n00b memiliki submission terkencang ke-2 setelah Nik, dengan konfigurasi sistem menggunakan Gigabyte Z370 Aorus Gaming 7 yang menjalankan memori pada kecepatan DDR4-4000 C12-11-11-28. Di sini, dia berhasil menjalankan kecepatan memori yang cukup sulit didapatkan pada motherboard 4 DIMM. Berikut ini foto RIG yang digunakan Alva:

Terdapat LN2 Pot untuk memori, yang digunakan untuk meningkatkan performa memori yang digunakan.

Secara keseluruhan, di Stage 1 untuk kompetisi ini sudah terdapat persaingan yang luar biasa ketat untuk posisi TOP 5. Dan berdasarkan leaderboard yang dapat kita lihat, di stage 1 ini setiap peserta hanya akan mendapatkan 1 poin. Tidak ada perbedaan poin untuk setiap submission. Dari awal mula komeptisi ini, sudah terlihat persaingan yang sangat ketat unuk memasuki TOP 3.

Stage 2: 3DMark Fire Strike Physics

Bullshooter (Germany) – 3DMark Fire Strike Physics Score 23383

Untuk stage 2 ini, Bullshooter berhasil mendapatkan skor terkencang dengan 23383, skor yang sangat luar biasa kencang. Bullshooter menggunakan motherboard Gigabyte Z370N WIFI dengan konfigurasi memori DDR4-3866 C12-12-12-28. Dan Di submission ini terlihat bahwa Bullshooter menggunakan GUI 3DMark versi lama. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan:

Lucky_n00b (Indonesia) – 3DMark Fire Strike Physics Score 23296

Masih menggunakan motherboard 4 DIMM, Alva terus menghasilkan submission dengan timing memory yang cukup ajaib. Kali ini Alva menjalankan memory Galax-nya pada kecepatan DDR4-3733 C11-11-11-28! Timing yang cukup ajaib untuk dijalankan. Berikut ini adalah foto rig yang digunakan oleh Alva:

Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa sistem yang digunakan sudah mencapai titik plato pada skor 232xx, tidak dapat mengejar skor yang dihasilkan pada motherboard 2 DIMM. Walaupun sistem yang digunakan sudah mengugnakan pendingin liquid nitrogen, hal ini hanya membantu untuk mempermudah proses booting pada saat menjalankan setting memori yang agresif.

Stage 3: Geekbench 3 Multicore

Lucky_n00b (Indonesia) – Geekbench3 Multicore 32648

Di stage 3 ini, Alva mengambil langkah lain, dan tidak memilih untuk bertarung dengan menggunakan motherboard 4 DIMM untuk melawan motherboard 2 DIMM. Alva memilih untuk menggunakan Motherboard X299 Designare EX dengan processor Core i7 7800X yang dijalankan dengan menggunakan pendingin liquid nitrogen untuk meningkatkan kecepatan mesh. Platform X299 yang berjalan dengan konfigurasi memori quad channel ini memberikan memory score 10000, angka yang tidak akan didapatkan pada saat menggunakan motherboard dual channel untuk saat ini. Core i7 7800X ini memang memiliki IPC yang sedikit lebih rendah daripada Core i7 8700K secara clock-to-clock, akan tetapi memory score 10000 ini memberikan boost score yang sangat besar! Berikut ini foto rig yang digunakan Alva:

KaRtA (Australia) – Geekbench3 Multicore 32083

kaRtA menunjukan kelasnya dengan menjadi overclocker dengan skor Geekbench 3 Multi Core terkencang untuk prosesor Core i7-8700K. Berdasarkan screenshot submission yang diberikan sangat terlihat bahwa OS tersebut sudah dalam keadaan fully tweaked khusus untuk menjalankan Geekbench 3 secara optimal. Memori yang digunakan juga dijalankan pada kecepatan yang cukup fantastis yaitu DDR4-4200 C13-12-12-28! Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan oleh KaRtA:

Honorable Mention

Nik (Germany) – Geekbench3 Multicore score 32047

Submission dari Nik ini memang bukanlah yang terkencang pada stage ini. Terdapat faktor lain yang membuat submission ini menjadi sangat spesial. Jika Anda memperhatikan pada screenshot submission yang diberikan maka Anda akan melihat bahwa memori yang digunakan oleh Nik berjalan pada kecepatan DDR4-4400 C13-12-12!!! Suatu pencapaian yang sangat fantastis. Saat kompetisini ini berjalan, hanya Nik yang dapat menjalankan setting memori seperti di atas. Hal tersebut memberikan Nik advantage yang sangat besar untuk kompetisi kedepan nya. Foto RIG Nik:

Dengan submission ini, kita melihat bahwa motherboard 2 DIMM Z370N WIFI ini bukanlah motherboard yang dapat dipandang sebelah mata. Motherboard ini memiliki kemampuan tuning memori yang sangat luar biasa luas.

 

Setelah melihat submission highlight di atas, maka saat ini adalah waktunya untuk kita melihat final standing dari kompetisi OC Winter challenge ini:

Winter OC 2018

Di kompetisi Gigabyte Aorus Winter OC Challenge ini, mewakili Indonesia, Lucky_n00b berhasil mendapatkan posisi podium Juara 3. Melihat lebih dalam lagi mengenai kompetisi ini, Anda dapat melihat bahwa dengan distribusi poin yang sangat kecil ini, kompetisi ini menjadi sangatlah sengit. Dan setiap overclocker yang mengikuti kompetisi ini juga sangatlah kompetitif. Hal ini menunjukan bahwa kompetisi overclocking tingkat internasional ini harus diikuti dengan dedikasi penuh. Selisih skor antara setiap peserta pada TOP 5 hanya berada di range 1%. Memperlihatkan bahwa kompetisi ini sangatlah ketat!

Tentunya sebagai bentuk kompensasi dari kompetisi yang sangatlah ketat ini, terdapat hadiah yang sangat besar. Berikut ini adalah list hadiah untuk TOP 3:

Untuk informasi lebih lengkap mengenai kompetisi Gigabyte Aorus Winter OC Challenge anda bisa melihat nya langsung di: http://oc-esports.io/#!/round/gigabyte_aorus_winter_oc_challence_2018

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES