in: Competition | May 29, 2018 | by: Chandra Wijaya

JagatOC – Gigabyte Aorus Competition Recap 2018: 5G Efficiency Battle!

Gigabyte Aorus March OC Madness Recap

Kompetisi kedua dari Gigabyte Aorus ini diadakan selama bulan Maret. Tentunya dengan dimulainya kompetisi ke-2 ini, maka tantangan baru pun datang. Berbeda dengan kompetisi bulan sebelumnya yang hanya memiliki 3 stage, di kompeitsi ini terdapat 4 stages. Hal ini akan membuat kompetisi ini semakin ketat lagi. Selain itu juga, pada kompetisi ini juga dilakukan perbaikan rules. Di mana pada setiap stage peserta diminta untuk menggunakan benchmark versi terbaru untuk menyamakan playing field. Rule lainnya masih tetap sama dengan kompetisi sebelumnya. Prosesor yang diijinkan hanyalah yang memiliki <= 6 core dan clock limit (core/uncore) 5000MHz. 4 benchmark yang terdapat pada kompetisi ini adalah: XTU, GPU Pi 1B CPU, 3DMark11 Physics, dan HWBOT X265 4K. Di mana untuk 3DMark11 Physics diperlukan link validasi untuk clock speed maksimum.

Mari kita lihat submission highlight dari kompetisi Gigabyte Aorus March OC Madness ini:

Stage 1: XTU

Nik (Germany) – XTU Score 2822

KaRtA (Australia) – XTU Score 2815

Di Stage 1 March OC Madness ini, setiap peserta sudah mengetahui bahwa setinggi apapun skor yang mereka miliki pada benchmark XTU ini hanya akan berharga 1 point. Sehingga lebih banyak overclocker yang melakukan submission dengan skor yang biasa-biasa saja atau dapat dikatakan mereka tidak mau untuk memaksa hardware mereka untuk berjalan pada kecepatan yang sangat tinggi, karena mereka mengerti bahwa benchmark XTU ini cukup menyiksa hardware mereka. Sehingga, jika Anda melihat pada stage 1 ini tidaklah seketat pada saat stage 1 Winter OC Challenge. Hal ini merupakan bagian dari strategi peserta untuk menjaga kondisi hardware mereka.

Dan pada kompetisi ini juga Anda akan melihat pada posisi TOP 10 hampir seluruh peserta menggunakan motherboard 2 DIMM, untuk memaksa memori mereka berjalan sangat tinggi.

Stage 2: GPU Pi 1B For CPU

Lucky_n00b (Indonesia) – GPU Pi 1B Score 3min 8sec 171ms

Alva kembali hadir pada kompetisi ini dengan memberikan kejutan kepada seluruh peserta lainnya. Kali ini, dengan sebuah motherboard Mini-ITX Gigabyte AB350N Gaming WIFI dengan menggunakan Ryzen 5 1600 yang berjalan pada kecepatan 5GHz. Cukup mengejutkan bahwa motherboard Mini-ITX dari Gigabyte ini dapat menahan load yang cukup besar dari Ryzen 5 1600 yang berjalan di 5GHz. Alva memilih menggunakan Ryzen dikarenakan benchmark GPU Pi ini berjalan jauh lebih efisien secara clock to clock jika dibandingkan dengan Intel. Hal ini merupakan keputusan yang cukup tepat untuk Alva. Dengan menggunakan Ryzen yang memiliki performance clock to clock lebih baik, Alva dapat menghindari battle of millisecond GPU Pi! Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan Alva:

Alva menggunakan 2 buah digital thermometer sensor untuk melihat suhu dari heatsink VRM dan LN2 pot pada CPU. Sistem yang digunakan juga berjalan pada kondisi yang sangat dingin.

IvanCupa (Indonesia) – GPU Pi 1B Score 3min 8sec 238ms

Pada Stage 2 ini Alva juga tidak sendirian menggunakan Ryzen, terdapat juga IvanCupa yang menggunakan Ryzen 5 1600X dan board AB350N Gaming WIFI. Setup yang digunakan pun cukup identik. Perbedaan skor yang terjadi juga sangatlah tipis, disebabkan memori yang digunakan Alva berjalan pada kecepatan yang lebih optimal.

Kedua skor diatas ini diciptakan berkat adanya joint bench session yang dilakukan oleh tim JagatOC untuk melakukan pengujian terhadap motherboard AB350N Gaming WIFI. Tentunya hasil yang mengejutkan bahwa motherboard Mini-ITX tersebut dapat bertahan melawan siksaan yang luar biasa pada saat menjalankan prosesor Ryzen 5 pada kecepatan 5GHz

Dan tentunya ada pesan dari Alva untuk kompetisi yang pada saat itu sedang berjalan😊:

Stage 3: 3DMark11 Physics

jordan.hyde99 (Australia) – 3DMark11 Physics Score 21582

Dengan efisiensi yang sangat tinggi, jordan.hyde99 berhasil memuncaki stage 3 pada detik-detik terakhir sebelum stage ditutup. Dengan menjalankan memorinya pada kecepatan DDR4-4200 C13-12-12-28 1T. Di benchmark 3DMark11 Physics ini akan sangat terlihat perbedaan pada saat menggunakan 1T dan 2T. Skor Anda akan sangat tidak optimal pada saat berjalan di 2T. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan jordan.hyde99:

Rig yang terlihat sangat rapi, dengan CPU menggunakan pendingin single stage, dan graphics card yang menggunakan waterblock.

Lucky_n00b (Indonesia) – 3DMark11 Physics Score 21552

Alva pada benchmark kali ini berada pada posisi ketiga, setup memori yang digunakan adalah DDR4-4080 C12-11-11-28 1T. sangat disayangkan Alva tidak dapat menjalankan memori nya lebih tinggi lagi pada saat menggunakan konfigurasi 1T. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan Alva

Stage 4: X265 4K

jordan.hyde99 (Australia) – HWBOT X265 4K Score 14.799

Pada stage 3 ini Jordan kembali lagi menunjukan kelasnya dengan skor HWBOT X265 4K 14.799. Skor yang sangat efisien tersebut didapatkan dengan konfigurasi memori DDR4-4100 C13-12-12-28 1T. Dapat terlihat juga operating system yang digunakan adalah Windows 8.1 x64. Di operating system ini, skor untuk HWBOT X265 menjadi sangat efissien. Pemilihan OS menjadi hal yang sangat krusial pada saat berlomba dengan kondisi limited clock. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan oleh Jordan:

Lucky_n00b (Indonesia) – HWBOT X265 4K Score 14.771

Alva juga kembali hadir di posisi top 5 pada stage 4 March OC Madness ini. Sangat disayangkan, konfigurasi memori yang digunakan Alva pada stage ini tidaklah efisien dikarenakan permasalahan motherboard yang digunakan tidak dapat melakukan training memory di atas DDR4-4000. Berikut ini foto RIG yang digunakan Alva:

Pada foto RIG di atas dapat dilihat Alva sudah berusaha melakukan berbagai cara untuk meningkatkan setting memori yang digunakan, di atas 2 modul memori yang digunakan sudah diletakan LN2 pot untuk membuat memori yang digunakan bekerja dibawah suhu ambient.

Demkianlah submission highlight dari kompetisi ke-dua dari Gigabyte Aorus ini. Berikut ini adalah final standing dari Gigabyte Aorus March OC Madness:

Untuk kompetisi ini, Alva “Lucky_n00b” Jonathan kembali berhasil meraih posisi podium, yaitu juara ke-dua dengan jumlah poin yang sama dengan posisi 1, yaitu Jordan.hyde99, dengan 22 points. Terlihat bahwa persaingan pada kompetisi ini semakin ketat, dengan posisi 1 dan 2 bisa mendapatkan poin yang sama. Sangat disayangkan Alva harus puas dengan posisi ke-2 karena Jordan memenangkan tie-breaker pada Stage 3. Posisi ke-3 pun didapatkan oleh Nik dari Jerman dengan 17 points.

Jika kita kembali lagi melihat hasil dari kompetisi ini, Anda akan melihat bahwa pada kompetisi limited clock ini selisih skor yang dimiliki setiap peserta ini akan sangatlah kecil, sekitar 1%-2%. Bahkan sangat memungkinkan peserta mendapatkan skor yang sama.

Sama seperti kompetisi sebelumnya, sebagai bentuk kompensasi dari kompetisi yang cukup mengerikan ini, GIgabyte Aorus menawarkan hadiah yang sangat besar. Berikut ini adalah list hadiah untuk TOP 3:

Untuk informasi lebih lengkap mengenai kompetisi Gigabyte Aorus Winter OC Challenge Anda bisa melihat nya langsung di: http://oc-esports.io/#!/round/gigabyte_aorus_march_oc_madness_2018

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES