in: Competition | May 29, 2018 | by: Chandra Wijaya

JagatOC – Gigabyte Aorus Competition Recap 2018: 5G Efficiency Battle!

Gigabyte Aorus April Extreme Clocking Recap

Kompetisi ketiga Gigabyte Aorus ini yang merupakan kompetisi terakhir dari seluruh rangkaian kompetisi Gigabyte Aorus untuk tahun 2018. Kompetisi Gigabyte Aorus April Extreme Clocking ini akan berlangsung selama bulan April 2018. Kompetisi ini akan tetap menggunakan format 4 stage dan distribusi point yang sama seperti kedua kompetisi sebelumnya. Tentunya, di kompetisi ini setiap peserta sudah akan tau bahwa mereka akan menghadapi tantangan baru yang jauh lebih menantang dari 2 kompetisi sebelumnya.

Rules umum masih tetap sama dengan kompetisi sebelumnya. Prosesor yang diizinkan hanyalah <= 6 core (platform unrestricted) dan clock limit (core/uncore) 5000MHz. 4 benchmark yang terdapat pada kompetisi ini adalah: XTU, 3DMark Ice Storm IGP, HWBOT X265 1080p, dan Geekbench 4 Single Core. Untuk 3DMark Ice Storm, diperlukan link validasi untuk pengecekan clock speed maksimum. Di kompetisi kali ini, yang menjadi tantangan terbesar bagi pada overclocker adalah stage 2 yaitu 3DMark Ice Storm IGP.

Mari kita lihat submission highlight yang terdapat pada Gigabyte Aorus April Extreme Clocking ini:

Stage 1: XTU

Jordan.hyde89 (Australia) – XTU Score 2816

Lucky_n00b (Indonesia) – XTU Score 2729

Kembali, di Stage 1 kompetisi April Extreme Clocking ini tren yang sama terjadi. Seluruh peserta sangat berhati-hati untuk tidak memaksa sistem yang mereka gunakan untuk berjalan pada kecepatan maksimal. Hal ini dikarenakan pada Stage 1 April Extreme Clocking ini dengan benchmark XTU yang kembali lagi akan memberikan nilai maksimal 1. Setiap peserta yang melakukan submission dengan skor benchmark XTU berapa pun akan memperoleh 1 point.

Sehingga keputusan beberapa peserta untuk tidak memksa sistemnya untuk berjalan pada kecepatan maksimal merupakan hal yang wajar. Sebagai contoh adalah Alva yang hanya menjalankan sistem nya pada kecepatan 4.9GHz. Mengingat juga benchmark XTU ini juga cukup terkenal sebagai CPU Killer

Stage 2: 3DMark Ice Storm IGP

Lucky_n00b (Indonesia) – 3DMark Ice Storm IGP Score 154808

Pertarungan yang sebenarnya pada April Extreme Clocking ini dibuka dengan benchmark 3DMark Ice Storm IGP. Benchmark yang akan memaksa overclocker mencari titik balance antara kemampuan CPU dan juga graphics yang mereka miliki. Alva pun berhasil memuncaki stage 2 ini dengan margin skor yang cukup jauh dari posisi kedua. Pendingin yang digunakan juga sudah menggunakan liquid nitrogen, dan sistem yang digunakan berjalan pada keadaan full pot (-196°C). Sistem yang digunakan Alva pada stage ini berjalan dengan konfigurasi motherboard Gigabyte Z370N WIFI, Intel Core i7 8700K 5GHz, memori DDR4-4000 C12-12-12, dan IGP Intel UHD630 1600MHz! Konfigurasi tersebut tidak dapat dikejar oleh kompetitor lainnya. Berikut ini adalh foto sistem yang digunakan Alva:

KaRtA (Australia) – 3DMark Ice Storm IGP Score 152476

Di posisi kedua terdapat KaRtA yang berjalan dengan konfigurasi yang hampir mirip dengan Alva, hanya saja cara untuk mendapatkan konfigurasi yang digunakan sangat berbeda. Alva menggunakan GT Ratio, dan KaRtA menggunakan baseclock. Konfigurasi akhir yang dijalankan KaRtA adalah motherboard Gigabyte Z370N WIFI, Intel Core i7 8700K 4.99GHz, memori DDR4-3970 C12-11-11, dan IGP Intel UHD630 1566MHz. Cooler yang digunakan adalah sebuah single stage. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan KaRtA:

Stage 3: HWBOT X265 1080P

KaRtA (Australia) – HWBOT X265 1080P Score 63.28 FPS

Untuk stage 3 ini, KaRtA memuncaki leaderboard dengan skor yang sangat impresif! Skor yang sangat efisien ini didapatkan dengan konfigurasi memori DDR4-4266 C13-12-12. Operating system yang juga sangat optimal membantu terwujudnya skor ini. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan KaRtA:

Lucky_n00b (Indonesia) – HWBOT X265 1080P Score 62.884 FPS

Di stage 3 ini, sangat disayangkan skor yang didapatkan Alva tidaklah optimal. Hal ini dikeranakan konfigurasi memori yang digunakan tidak benar-benar optimal. Hal ini terjadi karena motherboard yang digunakan mengalami permasalahan di mana BIOS yang digunakan tidak dapat lagi melakukan training memori diatas DDR4-4000. Usaha yang dilakukan Alva pun pada akhirnya adalah dengan menggunakan operating system yang sangatlah jarang kita lihat, yaitu Windows Server 2012 R2. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan Alva:

Stage 4: Geekbench4 Single Core

Lucky_n00b (Indonesia) – Geekbench4 Single Core Score 7258

Untuk Stage 4 ini, Alva berhasil menunjukan bahwa tweaking memori merupakan spesialiasi yang dia miliki dengan memuncaki stage 4 April Extreme Clocking. Pada stage sebelumnya di mana Alva mengalami permasalahan pada BIOS yang digunakan, pada stage ini sudah berhasil diselesaikan. Pada stage 4 ini Alva memilih untuk menggunakan BIOS ver F4. Dengan BIOS ini, setting memori yang dimiliki Alva langsung melesat menjadi DDR4-4400 C13-12-12 dengan sub-timing yang sangat ketat. Tentunya untuk menjalankan setting ini Alva harus beberapa kali melakukan training memori dan proses training memori tersebut bukanlah hal yang menyenangkan. Kali ini pun Alva sudah tidak menggunakan cooling liquid nitrogen. Alva memilih untuk menggunakan Intel stock heatsink untuk menjalankan 2 core 2 thread Core i7 8700K. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan Alva:

KaRtA (Australia) – Geekbench4 Single Core Score 7239

Posisi kedua pada Stage 4 April Extreme Clocking ini diduduki oleh KaRtA, dengan skor yang hanya berbeda 19 pts dari Alva. Perbedaan skor ini terjadi mungkin karena sedikit perbedaan pada subtiming yang digunakan, karena konfigurasi memori yang digunakan pun sudah sama jika dilihat dari CPU-Z memory tab yaitu DDR4-4400 C13-12-12. Berikut ini adalah foto RIG yang digunakan oleh KaRtA:

Demikianlah submission highlight dari kompetisi ketiga dari tiga Gigabyte Aorus pada tahun 2018 ini. Berikut ini adalah final standing dari Gigabyte Aorus April Extreme Clocking:

Kompetisi ketiga Gigabyte Aorus pada tahun 2018 ini pun akhirnya berakhir, dan Alva “Lucky_n00b” Jonathan kembali lagi mendapatkan posisi podium sebagai juara ke-2 untuk yang kedua kalinya secara beruntun. Meskipun kali ini Alva berhasil menjadi pemuncak leaderboard pada 2 stage, konsistensi yang dimiliki oleh KaRtA masih tidak dapat dikalahkan. Alva pun harus puas dengan KaRtA mendapatkan posisi pertama pada Gigabyte Aorus April Extreme Clocking ini.

Hadiah yang ditawarkan pada kompetisi ini pun masih tetap sama dengan kompetisi March OC Madness sebelumnya. Berikut ini adalah hardware yang didapatkan peserta yang menduduki posisi TOP 3:

Untuk informasi lebih lengkap mengenai kompetisi Gigabyte Aorus April Extreme Clocking Anda bisa melihat nya langsung di: http://oc-esports.io/#!/round/gigabyte_aorus_april_extreme_clcoking_2018

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES