in: General - Review | May 20, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking Review Ryzen 7 2700X vs Core i7-8700K vs Ryzen 7 1800X

Potensi Overclocking: OC vs Default

Analisis pertama yang akan kami lakukan pada Overclocking Review ini adalah peningkatan performa dari keadaan default ke OC pada Ryzen 7 2700X Pinnacle Ridge. Berikut hasilnya:

Poin yang perlu diperhatikan:

  • Seperti yang pernah kami ulas di artikel analisis kami sebelumnya, melakukan overclocking manual pada Ryzen 7 2700X berpotensi menurunkan performa single-threaded-nya.
  • Peningkatan performa total yang dihasilkan OC Manual ke 4.2Ghz agak kecil
  • Peningkatan performa karena RAM Overclocking akan lebih terasa efek-nya, terutama pada aplikasi yang memory-intensive seperti gaming (dan GPU Anda cukup kencang). Rata-rata peningkatan ada di 6%, namun ada game yang secara spesifik menunjukkan peningkatan cukup besar seperti Assassin’s Creed Unity sekitar 13%
  • Pada konfigurasi GPU kelas mainstream seperti Radeon RX 480 dimana limitasi performa gaming-nya ada pada GPU, OC CPU maupun OC RAM memberi pengaruh minimal, tidak signifikan.

 

 

Relative Performance: Stock-to-Stock

Berikut perbedaan performa relatif antara 2700X, 8700K, dan 1800X dalam keadaan stock(default). 2700X dijadikan acuan 100%.

Dari graph di atas, bisa diambil kesimpulan:

  • Mengulang dari yang kami sebutkan pada di halaman-halaman sebelumnya, secara umum 2700X akan unggul dari 8700K dalam keadaan semua core-nya dimanfaatkan.
  • Baik dalam multi-threaded maupun single-threaded dari 2700X sudah meninggalkan 1800X generasi sebelumnya, kurang lebih 8-10%-an.
  • 8700K unggul dalam performa Gaming dimana keadaan-nya cpu-bound (GPU kencang, resolusi menengah 1080p). Pada penggunaan GPU kelas Radeon RX 480, ketiga prosesor yang kami uji menunjukkan performa kurang lebih identik.

 

Relative Performance : OC-to-OC

Berikut kami membandingkan performa ketiga sistem saat di-overclock pada batas atas-nya. Pada 2700X, kami memilih konfigurasi OC RAM (bukan OC CPU), karena secara rata-rata OC RAM ini yang menunjukkan peningkatan lebih signifikan.

Berikut hasilnya:

Overclocking ke 5 Ghz membuat performa 8700K meningkat cukup jauh(meski ini harus dibayar dengan konsumsi daya besar dan suhu relatif tinggi). Keunggulan 8700K di atas 2700X akan semakin lebar saat aplikasi-nya tidak terlalu menuntur banyak core, dan lebih menuntut performa per-core tinggi.

Yang unik, meski 8700K yang di-OC ke 5Ghz memperkecil jarak dengan 2700X(dengan CPU default, RAM di-OC) pada performa multi-threaded, keunggulan 8700K yang di-OC ke 5Ghz pada skenario gaming yang cpu-bound diperkecil dengan melakukan tuning RAM pada 2700X.

Tentu saja, sama dengan pengujian saat stock vs stock, perbedaan performa antara ketiga CPU kami yang di-OC ini akan minimal kalau skenario pengujian gaming-nya dilimitasi GPU.

 

Performance Re-cap

(skip bagian ini jika Anda sudah membaca keterangan dari setiap halaman benchmark)

 

Performa Benchmark Sintetis

Pengujian benchmark sintetis memperlihatkan karakteristik performa yang cukup jelas : Pinnacle Ridge 2700X cukup superior pada berbagai benchmark multi-threaded, namun peningkatan yang jelas dibanding 1800X sebelumnya ada pada performa single-threaded-nya. Anda juga bisa melihat bahwa sebuah 1800X yang di-OC ke 4Ghz masih memiliki tingkat performa di bawah 2700X default.

Berbicara performa single-threaded, nampak bahwa 8700K dalam keadaan default yang memiliki turbo 1-core ke 4.7Ghz sulit dikejar oleh pinnacle Ridge. Pada keadaan all-core 5Ghz OC, 8700K bahkan memiliki performa multi-threaded sekelas sebuah 1800X default, yang cukup mengejutkan mengingat 8700K memiliki jumlah core hanya 75% dari 8700K.

Satu hal yang juga terjadi pada berbagai benchmark single-threaded pada 2700X, adalah sedikit turun-nya performa single-threaded saat CPU di-OC Manual ke 4.2Ghz. Ini yang sempat kami utarakan pada analisis kami sebelumnya, dimana meng-overclock 2700X secara manual bisa sedikit menurunkan performa single-threaded-nya karena Precision Boost ke 4.3Ghz-nya menjadi non-aktif.

Pada sistem 2700X yang memory-nya dioptimalkan (DDR4-3400 CL16 subtiming ketat), Anda bisa melihat boost performa yang didapat pada aplikasi yang memory-intensive seperti 3DMark Time Spy Physics / Geekbench, dan menunjukkan kegunaan tuning RAM dengan subtiming ketat.

Satu variabel yang unik juga adalah keunggulan 8700K pada benchmark Geekbench 4 yang beberapa test-nya melibatkan AVX instruction set. Ini menunjukkan bahwa arsitektur Intel Coffee Lake nampak lebih optimal menghadapi beberapa software/apps spesifik yang menggunakan instruksi AVX/AVX2 dibanding Pinnacle Ridge.

 

Benchmark Real-World

Seperti saat pengujian dengan benchmark sintetis di halaman sebelumnya, karakteristik pengujian di real-world application ini cukup jelas menunjukkan bahwa Ryzen 7 2700X akan kencang pada aplikasi yang memanfaatkan jumlah core yang banyak, sedangkan performa single-threaded-nya masih dirajai oleh Core i7-8700K.

Meski demikian ada beberapa hal menarik yang bisa disimak pada pengujian ini:

  • Lagi-lagi, meng-overclock 2700X secara manual ke 4.2Ghz menunjukkan sedikit penurunan performa pada aplikasi yang lebih menuntut single-threaded performance
  • Saat default, 8700K lebih lemah pada aplikasi multi-threaded melawan 2700X default. Namun saat 8700K-nya di-overclock ke 5Ghz, performa 8700K meningkat pesat dan membuat perbedaan performa di multi-threaded ini mengecil. Adakalanya 8700K 5Ghz bisa menunjukkan performa multi-threaded sekelas 2700X yang di-OC ke 4.2Ghz!
  • Khusus di skenario 7zip file compression, nampak bahwa overclocking RAM dan penggunaan timing ketat di Ryzen 7 2700X lebih signifikan meningkatkan performa dibandingkan OC CPU-nya.

Performa di aplikasi yang cukup memory-intensive seperti 7Zip file compression kembali menunjukkan bahwa pada Pinnacle Ridge 8-Core ini, performa RAM yang kencang akan dibutuhkan untuk membuat kinerja sistem menjadi optimal.

 

Gaming

Seperti yang sudah diperkirakan, pada skenario 1080p 144Hz yang kami gunakan, performa Gaming Core i7-8700K secara umum unggul dibandingkan Ryzen 7 2700X dan Ryzen 7 1800X.

Namun ada beberapa hal menonjol yang perlu diperhatikan dalam pengujian ini:

  • Perbedaan performa yang terjadi antara Ryzen 7 2700X dan Core i7-8700K akan JAUH mengecil saat GPU yang digunakan masuk ke kelas mainstream seperti Radeon RX 480.
  • Anda para pengguna GPU sekelas Radeon RX 480 bahkan akan sulit mencari perbedaan performa antara Ryzen 7 2700X dan Ryzen 7 1800X pada skenario GPU-bound seperti ini, jadi jika Anda masih menggunakan GPU kelas mainstream, ketiga prosesor yang ada di artikel ini akan menunjukkan perbedaan minimal (apalagi jika Anda hanya bermain pada monitor 60Hz).
  • Secara umum, pada kondisi CPU-bound dengan GPU kelas GTX 1080 Ti, Ryzen 7 2700X secara konstan menunjukkan peningkatan performa gaming dibanding Ryzen 7 1800X. Cache latency-tuning yang diberikan AMD pada Pinnacle Ridge nampak membantu performa gaming cukup lumayan, dan menunjukkan bahwa arsitektur Ryzen generasi 1 dan generasi 2 akan sangat terbantu oleh performa RAM yang tinggi.
  • Pada VGA kelas GTX 1080 Ti, performa gaming 2700X meningkat tajam ketika memory-nya dioptimalkan, memperkecil jarak dengan 8700K. Ini tidak hanya terlihat dari average FPS, namun juga dari 1% minimum FPS pada beberapa game.
  • Bagi Anda pengguna monitor high-refresh rate (120Hz+) dengan GPU kencang, pengalaman gaming termaksimal akan Anda dapatkan pada Core i7-8700K yang di-overclock ke 5 Ghz.

Kesimpulan

Setelah melalui sesi pengujian yang melelahkan selama beberapa minggu, akhirnya kami bisa menyelesaikan analisis Ryzen 7 2700X kami dengan membandingkan Pinnacle Ridge, Summit Ridge, dan Coffee Lake dalam keadaan stock dan overclock. Berikut ini beberapa data yang menurut kami layak di-highlight:

Performa Ryzen 2700X sulit dikejar Ryzen generasi sebelumnya

Berbagai pengujian yang kami jalankan menunjukkan sebuah hasil yang jelas, dan kami sekali lagi menegaskan bahwa bahwa Pinnacle Ridge bukan sebuah Summit Ridge yang di-rebrand dan di-overclock, karena baik performa maupun clockspeed yang ditawarkan Pinnacle Ridge belum pernah ada pada lini produk Summit Ridge sebelumnya. 

Peningkatan clockspeed, dan juga sedikit tuning pada cache latency  yang menghasilkan peningkatan IPC (instruction per clock), keduanya membuat performa Pinnacle Ridge 2700X pada berbagai skenario akan superior dari sebuah Summit Ridge yang di-overclock sekalipun.

Pengguna Summit Ridge (Ryzen 1st Gen) 8-Core: Perlu Upgrade?

Ryzen7_1800X_09

Pertanyaan berikutnya, apakah perbedaan performa antara Ryzen 1st Gen dan 2nd Gen sebegitu jauh-nya untuk menjustifikasi sebuah upgrade? Ini jelas sudah tergantung dengan kebutuhan, namun kami sendiri berani berpendapat bahwa jika Anda sudah nyaman dengan Ryzen 1st Gen (apalagi menjalankannya pada konfigurasi overclocked), perbedaan performa yang Anda dapatkan tidak terlalu signifikan.

Namun jika Gaming adalah skenario penggunaan utama Anda, dan Anda memiliki VGA kencang lalu bermain pada skenario high-refresh rate 120-144Hz+, Ryzen 7 2700X akan memberikan performa gaming yang sulit Anda capai dengan meng-overclock sebuah Summit Ridge.

 

Overclocking pada 2700X: Sebaiknya Fokus pada OC RAM

Kedengarannya aneh, namun kami dengan cukup yakin bisa menyarankan Anda untuk lebih berfokus pada overclocking RAM dibanding OC CPU pada Pinnacle Ridge. Peningkatan yang kami dapatkan dengan menggunakan RAM berkecepatan DDR4-3400 dan dengan sedikit tuning subtiming memberikan pengaruh yang cukup signifikan. Perbedaan performa gaming antara 2700X dan 8700K bisa diperkecil hanya dengan meng-overclock RAM-nya!

Namun perlu dicatat juga bahwa melakukan overclocking & fine-tuning RAM ini memerlukan waktu yang tidak sedikit, dan juga berbagai eksperimen ekstra. Anda juga pastinya membutuhkan chip RAM berkualitas seperti Samsung B-die yang dikenal memberikan overclockability yang baik.

 

Overclocking 8700K ke 5Ghz: Butuh effort ekstra namun Worth It

 

Sejak Intel 7th-Gen ‘Kaby Lake’, Intel melakukan banyak sekali tuning pada proses fabrikasi 14nm+ mereka untuk mendapatkan clockspeed tinggi. Pada Coffee Lake i7 yang memiliki jumlah core 50% lebih banyak dari Kaby Lake i7 pun keunggulan clockspeed ini tidak hilang, karena Core i7-8700K memiliki kecepatan default 4.7Ghz pada keadaan Turbo 1-core.

Sayangnya, overclockability dari Core i7-8700K harus sedikit dihalangi oleh faktor sederhana, yakni transfer thermal yang kurang optimal antara CPU die dan CPU heatspreader disebabkan thermal interface material(TIM) bawaannya.

Untuk mempertahankan suhu tetap normal dalam keadaan di-overclock ke 5 Ghz 1.37v, kami perlu men-delid prosesor ini, lalu mengganti TIM bawaan-nya ke Liquid Metal (T-Grizzly Conductonaut). Effort yang agak tinggi memang, namun ini terbayarkan dengan performa ‘monster’ yang ditawarkannya setelah mencapai clock 5 Ghz.

Sebuah Core i7-8700K pada 5 Ghz bisa mengejar, bahkan di beberapa kasus mengalahkan performa multi-threaded sebuah Ryzen 1st Gen 1800X yang memiliki jumlah core lebih banyak!

 

2700X vs 8700K : Selalu sesuaikan dengan kebutuhan!

Debat masalah ‘AMD vs Intel’ tidak akan ada habisnya, karena semua sisi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kami dari JagatOC pun hanya bisa membantu memberikan informasi sebatas skenario yang kami uji. Saat mencari data untuk memilih hardware PC, selalu pastikan bahwa Anda mempertimbangkan kebutuhan Anda, bukan mengikuti skenario penggunaan dan kebutuhan orang lain!

 

Ryzen 7 2700X akan cocok untuk workload yang membutuhkan banyak Core/Thread (workload content creation yang mengandalkan kinerja CPU misalnya). Performa gaming-nya masih di bawah Core i7-8700K, namun sekali lagi ingat bahwa Anda perlu mempertimbangkan kelas GPU yang dipakai, karena kalau GPU yang Anda pakai masih menjadi sumber limitasi performa gaming, tidak akan ada perbedaan performa signifikan antara 2700X dan 8700K. 

Oh ya, mengingat stock cooling dari Ryzen 7 2700X (Wraith PRISM) dapat menangani panas dari Ryzen 7 2700X dalam keadaan default, untuk pertimbangan price vs performance, kami bisa menyarankan Anda untuk menggunakan dana Anda untuk membeli RAM lebih bagus, itu akan lebih efektif memberi peningkatan performa ketimbang mencari cooler bagus demo OC manual yang efeknya tidak seberapa.

 

Core i7-8700K nampak masih memberikan performa tinggi pada skenario single-threaded, ini membuatnya dapat menangani berbagai workload gaming dengan optimal. Jika Anda memiliki GPU powerful kelas GeForce GTX 1080 Ti dan memiliki monitor 120-144Hz, serta gaming adalah skenario penggunaan utama Anda, 8700K nampak lebih cocok menangani tugas ini.

Dari segi overclock, kami sudah utarakan di atas bahwa overclocking 8700K untuk mencapai batas 5 Ghz akan butuh sedikit effort ekstra, namun ini terbayar dengan performa yang ditawarkannya.

 

Sampai jumpa pada artikel kami yang selanjutnya, hanya di JagatOC!

Baca Juga: Overclocking & Analysis: Ryzen 7 2700X 

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Event - News | December 8, 2018 | Comments

GOC 2018: Live Update

Hari ini, 8 Desember 2018, kompetisi overclocking terbesar Dunia di tahun ini, Galax OC Carnival(GOC) 2018 resmi dimulai. Setelah melalui kualifikasi yang sengit dan keras, akhirnya 20(dua puluh!) overclocker terbaik
Read More »