in: General - Review | May 20, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking Review Ryzen 7 2700X vs Core i7-8700K vs Ryzen 7 1800X

Ruang Lingkup & Metode Pengujian

Kami akan menguji ke-tiga prosesor ini di konfigurasi:

  1. Stock(Multi-core enhancement OFF/DISABLED)
  2. Overclock ke batas atas nya (setting lengkap pada halaman-halaman berikutnya)

Benchmarking akan kami lakukan di beberapa skenario, mulai dari beberapa benchmark sintetis, beberapa aplikasi real-world, serta tentunya uji gaming di 1080p 144Hz.

Daftar Benchmark

Benchmark Sintetik

  • Cinebench R15
  • Geekbench 3 (Version 3.3.4)
  • Geekbench 4 (Version 4.2.0)
  • 3DMark Fire Strike
  • 3DMark Time Spy

Benchmark diatas dapat menggambarkan kemampuan yang ditawarkan processor pada pengujian ini.

  • Cinebench R15 digunakan untuk menampilkan performance single core dan multicore,
  • Geekbench 3 akan menunjukan kemampuan single core, multi core dan memory score
  • Geekbench 4 akan digunakan untuk menunjukan kempuan single core dan multicore.
  • 3DMark Fire Strike untuk mewakili test performa game sintetis dalam API DX11 dalam bentuk skor (Graphic Test Score & CPU)
  • 3DMark Time Spy untuk mewakili test performa game sintetis DX12 dalam bentuk skor (Graphic Test Score & CPU Score)

 

Real World Application

  • Handbrake
  • FLAC to MP3 Encoding
  • Blender
  • FS Resizer
  • 7-Zip File Compression

Kami menciptakan sebuah custom workload untuk semua aplikasi di atas dengan tujuan mengukur kinerja.

Penjelasan lengkap akan diberikan pada halaman benchmarking-nya.

 

Game

Daftar game yang digunakan:

  • Assassins Creed Unity
  • FFXV Benchmark
  • GTA V
  • Rise of the Tomb Raider (ROTTR)
  • The Witcher 3 (TW3)
  • Ashes of Singularity – DX12
  • Civilization VI – DX12

Game Assassin’s Creed Unity, GTA V, ROTTR, The Witcher 3 serta FF XV Benchmark dijalankan pada scene benchmark kemudian di-capture framerate + frametime-nya oleh tool FRAPS untuk mengambil nilai average FPS dan 99th percentile FPS (1% Minimum FPS).

Sedangkan untuk Ashes of the Singularity, dan Civilization VI (DX12) kami memanfaatkan tool internal benchmark yang ada di dalam game tersebut.

Tambahan: Sekilas mengenai FPS dan Frame Time

Ada beberapa skenario pengujian dalam gaming yang menghasilkan variasi framerate cukup tinggi yang tidak bisa terdeteksi oleh penghitungan average FPS(frame per second) saja. Kejadian ini membuat kami memutuskan untuk melihat data Frametime logFrametime adalah waktu dimana 1 (satu) frame akan di-render oleh sistem, biasanya dalam satuan milliseconds (ms). Selama ini kami menggunakan FPS (Frame per second) sebagai unit pengukuran untuk mempermudah perbandingan. Namun, ada kalanya pengukuran frame time ini bisa lebih penting, karena bisa memberi kami data untuk melihat seberapa jauh variance/perbedaan dari waktu render masing-masing frame.

Umumnya, waktu render yang jauh berbeda antar frame, misal frame pertama dirender pada 16.7 ms, lalu frame kedua pada 40 ms, lalu frame ketiga pada 16.7 msakan membuat kita merasa adanya ‘stuttering’ dalam game.

Sebagai perbandingan, inilah konversi FPS ke Frametime:
(dengan rumus FPS = 1000/Frametime,  frametime dalam satuan ms. Berlaku sebaliknya, Frametime = 1000/FPS )

  • 120 FPS 8.3 ms (1000/120 = 8.3)
  • 60 FPS 16.7 ms (1000/60 = 16.7)
  • 30 fps 33.3 ms (1000/30 = 33.3)
  • 20 fps 50 ms (1000/20 = 50)

Ini berarti makin KECIL frametime, makin BESAR FPS-nya, dan berlaku sebaliknya.

Setelah menganalisa lebih lanjut, kami menemukan bahwa ada juga cara mudah untuk menentukan apakah sebuah sistem PC mengalami ‘stutter’ yang parah atau tidak. Salah satunya adalah dengan menganalisa frametime log dari beberapa tool seperti FRAFSTool sederhana ini dapat menghitung secara otomatis bagian 1% frame yang ‘terburuk’ dari sekumpulan data frame time ( 1% Minimum Framerate, a.k.a 99th percentile).

Tentunya, PC yang nilai ‘1% minimum FPS’-nya jauh lebih rendah dari FPS rata-rata, pastinya akan mengalami ketidaknyamanan berupa berbagai kejadian ‘stutter’ dalam game.

Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan 'spike' yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung

Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan ‘spike’ yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
News | June 4, 2018 | Comments

JagatOC Berangkat ke Computex 2018

Ajang pameran teknologi komputer terbesar se-Asia, yakni Computex 2018 akan segera dimulai. Seperti biasa, JagatOC yang diwakili oleh overclocker-nya, Alva ‘Lucky_n00b’ Jonathan, akan memberikan berbagai update teknologi terbaru seputar overclocking,
Read More »