in: General - Review | May 20, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking Review Ryzen 7 2700X vs Core i7-8700K vs Ryzen 7 1800X

Real-World Application Benchmark

 

Blender 2.78a

9_Blenchmark

Blender dikenal sebagai aplikasi 3D modeling yang gratis dan juga open source. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D, yang akan menyiksa semua core yang dimiliki Prosesor. Untuk Workload-nya sendiri, kami menggunakan Blenchmark (Blenchmark.com), hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

 

Handbrake 1.02

handbrake

*klik untuk memperbesar

Handbrake 1.0.2 merupakan salah satu aplikasi transcoding video gratis yang cukup popular. Aplikasi tersebut mampu memanfaatkan jumlah Core/ thread yang besar (8+) pada prosesor, dan sangat menyukai prosesor dengan performa tinggi. Oleh karena itu aplikasi ini sangat ideal untuk menguji “kekuatan” sebuah prosesor. Kami mengubah movie Tears of Steel di resolusi 4K(MOV, 6.3GB) ke preset Normal dengan ukuran Full HD yang tinggal berukuran 400 MB saja. Makin cepat konversi ini dilakukan, makin bagus.

 

 

 

Foobar2000 – LAME MP3 Encoding

Foobar2000 merupakan salah satu music player yang cukup popular karena kemampuan kustomisasi nya yang sangat tinggi. Selain sebagai music player Foobar2000 ini juga dapat melakukan konversi file musik. Konversi dapat dilakukan ke berbagai ekstensi. Konversi file ini merupakan hal yang cukup sering diguanakan dalam kehidupan nyata, biasanya untuk ditunjukan menghemat storage.  Pada pengujian ini kami akan mengubah sebuah set file FLAC yang berisi 43 FLAC file untuk diubah menjadi preset MP3(LAME) 190kbps V2. Konversi ini dapat memanfaatkan kemampuan prosesor >4 core. Semakin cepat konversinya, semakin cepat CPU Anda.

 

FSResizer – Batch Image Resizing

FSResizer ini merupakan aplikasi freeware yang umum untuk digunakan melakukan batch image conversion / rename / resize gambar mendukung berbagai format. Selain itu aplikasi ini juga  bisa digunakan untuk memberikan watermark pada suatu gambar. Aplikasi ini sendiri bekerja dengan menuntut kemampuan single-threaded dari suatu prosesor. Pada pengujian ini kami akan mengubah 100 file JPEG dengan ukuran 3MB sampai dengan 6MB menjadi suatu JPEG kecil dengan standar ukuran 500 Pixel. Indikasi performa yang digunakan adalah waktu yang dibuthkan untuk menyelesaikan konversi JPEG tesebut, semakin cepat maka semakin baik.

 

7-Zip – File Compression

7-Zip merupakan aplikasi freeware popular yang digunakan untuk melakukan kompresi kepada file yang diinginkan untuk memperoleh ukuran file yang lebih kecil. Kompresi file ini dapat memanfaatkan CPU Multi-core (6+), dan juga cukup memory-intensive pada beberapa sistem tertentu.

Pada software ini Anda dapat memilih konfigurasi kompresi seperti apa yang anda inginkan, dan juga anda dapat memilih berapa thread dari prosesor anda yang akan digunakan untuk melakukan kompresi. Skenario test kami adalah melakukan compression adalah LZMA, Normal Compression, dengan SEMUA CPU Core/Thread aktif.

Indikasi performa yang digunakan adalah seberapa cepat prosesor yang digunakan untuk menyelesaikan kompresi.

 

Keterangan

Aplikasi real-world yang kami gunakan bisa dikategorikan sebagai sedikit contoh dari penggunaan umum sehari-hari, dan beban-nya tidak terlalu berat pada sistem dibandingkan beberapa benchmark sintetis.

Seperti saat pengujian dengan benchmark sintetis di halaman sebelumnya, karakteristik pengujian di real-world application ini cukup jelas menunjukkan bahwa Ryzen 7 2700X akan kencang pada aplikasi yang memanfaatkan jumlah core yang banyak, sedangkan performa single-threaded-nya masih dirajai oleh Core i7-8700K.

Meski demikian ada beberapa hal menarik yang bisa disimak pada pengujian ini:

  • Lagi-lagi, meng-overclock 2700X secara manual ke 4.2Ghz menunjukkan sedikit penurunan performa pada aplikasi yang lebih menuntut single-threaded performance
  • Saat default, 8700K lebih lemah pada aplikasi multi-threaded melawan 2700X default. Namun saat 8700K-nya di-overclock ke 5Ghz, performa 8700K meningkat pesat dan membuat perbedaan performa di multi-threaded ini mengecil. Adakalanya 8700K 5Ghz bisa menunjukkan performa multi-threaded sekelas 2700X yang di-OC ke 4.2Ghz!
  • Khusus di skenario 7zip file compression, nampak bahwa overclocking RAM dan penggunaan timing ketat di Ryzen 7 2700X lebih signifikan meningkatkan performa dibandingkan OC CPU-nya.

Performa di aplikasi yang cukup memory-intensive seperti 7Zip file compression kembali menunjukkan bahwa pada Pinnacle Ridge 8-Core ini, performa RAM yang kencang akan dibutuhkan untuk membuat kinerja sistem menjadi optimal.

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES