in: Review | May 28, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Stock HSF Overclocking : Test Perbandingan Cooler Bawaan AMD (Wraith PRISM vs Wraith SPIRE vs Wraith STEALTH)

Kesimpulan

Hasil – Temperatur

*klik untuk memperbesar

 

Melihat karakteristik dari data temperatur yang dihasilkan, nampak bahwa ada Cooler bawaan/stock yang masih memiliki headroom cukup lega, dan ada cooler yang nampak ‘pas’ dan hanya memiliki sedikit ruang gerak. Mari kita bahas per cooler:

Wraith Stealth

Cooler bawaan terkecil dari AMD ini nampak tidak mengalami masalah menangani prosesor 4-core seperti Ryzen 3 2200G yang mencatatkan suhu 63-64 C bahkan saat di-overclock. Namun ceritanya akan lain ketika Ryzen 5 2600 polos yang memiliki 6-Core 12-thread dipasangkan di sana. 2600 Polos dalam keadaan default hampir mencapai angka 80 C, dan saat di-overclock suhunya menunjukkan angka 88C. Sistem 2600 polos yang kami OC dengan Wraith Stealth menunjukkan ketidakstabilan sesekali waktu. Wraith Stealth nampak cocok dipasangkan dengan prosesor kelas 4-Core, bukan 6-Core.

 

Wraith Spire / Spire LED

Meskipun Wraith Spire memiliki bobot yang lebih berat dari Stealth, dan memiliki copper base untuk membantu heat transfer,  performa Wraith Spire nampak bergantung pada prosesor yang dipasangkan padanya. Wraith Spire yang dipasangkan pada CPU dengan rating TDP 65W seperti Ryzen 5 1600 dan Ryzen 7 2700 mencatatkan suhu yang relatif sehat, di kisaran 60 C-an.

Namun saat CPU 65W tersebut di-overclock, barulah limitasi Wraith Spire mulai terlihat. Ryzen 5 1600 yang diOC ke 3.8Ghz 1.3v mencatatkan suhu 78C yang masih relatif aman, namun Ryzen 7 2700 8-Core yang diOC ke 3.9Ghz nampak memberi beban yang sedikit berlebihan bagi Spire, dan membukukan temperatur peak pada 85C.

Sebaliknya, pada prosesor 2600X yang di-rating pada 95W TDP, HSF Spire pada keadaan default sudah mencatatkan angka 82C. Uniknya, Overclocking 2600X 6-Core ini ke 4Ghz dengan VCore 1.32v memberikan beban yang lebih ringan dibanding OC Ryzen 7 2700, dan sistem mencapai suhu maksimum-nya pada 83C-an di konfigurasi tersebut.

 

Wraith Prism

Diklaim sebagai pendingin ‘premium’, Wraith Prism memiliki tugas sangat berat untuk ‘menjinakkan’ Ryzen 7 2700X yang memiliki TDP 105W. Dan terlihat pada pengujian di atas bahwa Prism mampu menjaga suhu CPU 2700X pada 80C-an. Overclocking Ryzen 7 2700X ke 4Ghz dengan VCore 1.27v hanya menambahkan sekitar 2C pada suhu maksimalnya.

 

 

Hasil – Skor Cinebench R15 & Peningkatan dari default

*klik untuk memperbesar

 

**Catatan: Skor Cinebench R15 yang di atas ini dijalankan segera setelah stability test 20x loop selesai, bisa jadi ada beberapa prosesor yang masih memiliki suhu tinggi sisa dari stability test tadi yang mengalami skor Cinebench R15 agak rendah dari biasanya, karena mekanisme Boost AMD bergantung pada suhu.

 

*klik untuk memperbesar

 

Sekarang saatnya berbicara mengenai performa ekstra berkat overclocking. Pada prosesor seperti 2600, 2600X, dan 2700X, overclocking tidak akan memberi hasil ekstra yang signifikan. Ingat bahwa di sini prosesor tersebut harus di-OC dengan stock cooling, sehingga setting-nya akan terbatas terutama pada Voltage.

Limitasi OC dengan voltage rendah pada Pinnacle Ridge, akan membuat clockspeed range-nya berkisar pada ke sekitar 3.9 – 4 Ghz all-core. Meski ini terdengar bagus, namun saat Anda mengaplikasikan setting 2600X dan 2700X secara manual di 4Ghz, Anda berpotensi kehilangan performa single-core yang datang dari mekanisme Precision boost 2 di Ryzen (Precision Boost 2 non-aktif saat OC manual). Nilai Max Boost di 2600X adalah 4.2Ghz, sedangkan 2700X ada di 4.3Ghz.

Peningkatan cukup bagus dari segi performa, dengan kombinasi suhu yang masih bisa ditangani, bisa didapat pada dua setup berikut ini:

  • Ryzen 5 1600 (Stock: Wraith Spire), dan
  • Ryzen 7 2700 (Stock: Wraith Spire LED)

 

Secara umum, dari lini produk yang diluncurkan, kami merasa solusi Wraith pada Ryzen 3 2200G (stealth), Ryzen 5 1600(spire), dan Ryzen 7 2700(spire LED) memiliki pendinginan cukup baik, dan masih menyisakan ruang bagi prosesor-nya untuk di-overclock dengan aman. Sayangnya, pendingin dari Ryzen 5 2600 polos agak sedikit ‘pas-pasan’ dan akan sulit melakukan OC dengan cooler kecil yang sudah terlalu terbebani ini.

Berbicara seri X di Pinnacle Ridge, baik 2600X dan 2700X memiliki cooler yang memadai, walau sayangnya hal tersebut tidak cukup untuk membuat pengguna HSF bawaan pada 2600X/2700X untuk bisa menikmati konfigurasi OC tinggi seperti 4200Mhz 1.35v. Mereka akan butuh heatsink besar untuk menghadapinya.

Nah, semoga data dan informasi yang kami sajikan ini bisa berguna bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh mengenai stock cooler bawaan AMD. Sampai jumpa di pengujian selanjutnya, hanya di JagatOC!

 

 

 

CATATAN: Suhu Cinebench R15 20x Loop TIDAK MENCERMINKAN Suhu saat Gaming

 

Sebagai catatan pelengkap, kami ingin memberi informasi bahwa Stress Test dengan 20x Loop Cinebench R15 yang kami lakukan di atas cukup ‘brutal’ bagi sistem, belum lagi mengingat sistem ini dimasukkan ke dalam casing yang relatif minim airflow dengan exhaust hanya 1x120mm tanpa intake. Jadi, kami menghimbau Anda untuk tidak menyamakan load Cinebench R15 yang ada di sini dengan load Gaming – karena load Cinebench R15 dan load Gaming pada prosesor akan sangat bervariasi.

Umumnya load CPU saat gaming masih relatif kecil, sehingga suhu prosesor dalam kondisi stock yang ‘ngepas’ sekalipun masih akan bertahan pada angka sehat.

Berikut ini contohnya:

Ryzen 7 2700X default, GTX 1060 – Max Gaming Temp 68.9 C (on WRAITH Prism)

 

Ryzen 3 2200G OC CPU @ 3.8Ghz, Radeon Vega 8 IGP OC  @ 1.5Ghz – Max Gaming Temp CPU/GPU 61C

*klik untuk memperbesar

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Motherboard - Review | August 6, 2018 | Comments

Overclocking Review: MSI B450 TOMAHAWK

Beragam vendor motherboard sudah mulai menunjukkan rancangan terbaru mereka berbasis chipset AMD B450. Chipset tersebut sebenarnya tidak menawarkan banyak fitur berbeda dibanding B350 pendahulunya(kecuali Precision Boost Overdrive dan AMD StoreMI),
Read More »