in: General - Review | July 3, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Analisis: RAM DDR4 Murah 2x4GB – 4 IC vs 8 IC (di Ryzen 3 2200G APU)

Analisis 1: Spesifikasi RAM

Kemudian ini RAM yang kami pakai, termasuk dengan pembacaan IC dan SPD-nya oleh software Thaiphoon Burner.

 

RAM 1 – V-Gen DDR4-2133 CL15-15-15-36  2x4GB

*klik untuk memperbesar

*klik untuk memperbesar

 

RAM 2- V-Gen DDR4-2400 CL17-17-17-39  2x4GB

*klik untuk memperbesar

 

*klik untuk memperbesar

 

Keterangan:

Secara spesifikasi, kedua RAM adalah solusi RAM murah dari V-Gen yang berharga serupa. Mereka berdua berbeda di spesifikasi, yang satu di-rating pada DDR4-2133, yang satunya DDR4-2400.

Jika Anda melihat lebih dalam pada pembacaan Thaiphoon burner, Anda akan mendapati bahwa kedua RAM ini memiliki IC yang berbeda. 

*klik untuk memperbesar

  • DDR4-2133-nya menggunakan IC Hynix dengan konfigurasi 8 IC – per IC nya memiliki densitas 4 Gbit (512MB)
  • DDR4-2400-nya menggunakan IC Samsung dengan konfigurasi 4 IC – per IC nya memiliki densitas 8 Gbit (1GB)

Nampak jelas dari bentuk Fisik kedua RAM tersebut di atas, bahwa DDR4-2133nya menggunakan 8(delapan) buah IC, dan DDR4-2400-nya mengunakan 4(empat) buah IC.

Perlu diketahui, penggunaan 4 buah IC pada sebuah keping(modul) RAM ini agak jarang dijumpai pada modul DIMM kelas desktop, dan lebih sering terlihat pada SO-DIMM laptop yang berukuran kecil. Penggunaan 4 buah IC ini bisa dilakukan karena IC RAMnya memiliki konfigurasi ‘1Rx16‘ (bisa terbaca pada pembacaan thaipoon burner).

Secara singkat, 1Rx16 ini artinya:

1R 

RAM ini memiliki konfigurasi single-rank (sederhananya, ini berarti IC RAM hanya terdapat pada satu sisi modul).

Sebaliknya, ada juga modul yang menggunakan label 2R, yang berarti ‘Dual-rank’ (umumnya dual rank berarti IC RAM terdapat pada kedua sisi)

 

x16

‘x16’ berarti setiap IC RAM ini memiliki data bus width sebesar 16-bit. Umumnya setiap modul memori akan memiliki jalur komunikasi sebesar 64-bit wide ke memory controller per channel-nya. Ini berarti harus ada 4(empat) buah DRAM IC dengan tipe ‘x16‘ untuk memenuhi jalur 64-bit. (4 x 16 = 64)

Sebaliknya, ada IC dengan tipe ‘x8’ yang lebih umum. Ini yang digunakan oleh DDR4-2133 1Rx8 di pengujian kami. Setiap IC ‘x8’ akan memiliki data bus width sebesar 8-bit, dan berarti butuh 8(delapan) IC untuk memenuhi jalur 64-bit (8 x 8 = 64)

 

Dari pre-test di halaman sebelumnya, pengujian dengan RAM DDR4-2400 2x4GB dengan konfigurasi 4 IC (1Rx16) ini memiliki performa lebih lambat dari DDR4-2133 2x4GB dengan konfigurasi 8 IC (1Rx8). Untuk lebih memastikan seberapa jauh perbedaan performa RAM karena perbedaan konfigurasi IC ini, kami mencoba melakukan overclocking kedua buah RAM ke frekuensi sama yakni DDR4-3200 16-18-18-36 1T (CAS-tRCD-tRP-tRAS-CMD), dan melihat benchmark sintetis seperti Geekbench 4.

 

Performance Test – OC DDR4-3200 CL16-18-18-36 1T

Pada kecepatan dan timing(serta sub-timing) yang sudah disamakan – hasilnya pun tetap memberikan konfirmasi bahwa pada sistem kami, modul RAM dengan konfigurasi 4 IC ini memiliki performa lebih rendah dari 8 IC.

 

Geekbench 4 | 8 IC (1Rx8)  | Latency 75.9 ns | Bandwidth 35.5GB/s 

*klik untuk memperbesar

 

 

Geekbench 4 | 4 IC (1Rx16)  | Latency 76.7 ns | Bandwidth 31.7 GB/s 

*klik untuk memperbesar

 

 

Kesimpulan

Pengujian ini agak sedikit mengejutkan kami, karena kami agak jarang menemui bahwa perbedaan performa yang kami dapatkan BUKAN terjadi karena Frekuensi atau Timing, melainkan karena konfigurasi fisik seperti 4 IC (1Rx16) dan 8 IC (1Rx8). Kami pernah mengulang pengujian serupa pada sekitar 7 pasang modul  serupa lainnya, dan kami mendapatkan hasil yang PERSIS sama (4 IC selalu lebih rendah performanya dari 8 IC pada clock/timing sama), jadi ini nampaknya bukan kebetulan atau variasi pengujian.

Di setup APU Ryzen 3 2200G kami, pada clock dan frekuensi sama yakni DDR4-3200 CL16,  Modul dengan 8 IC (1Rx8) memberikan performa 10-14% lebih baik dibanding 4 IC (1Rx16). Mengingat APU adalah platform yang sangat sensitif dengan RAM, perbedaan ini nampak wajar. Seperti biasa, perbedaan performa antara konfigurasi 4 IC dan 8 IC ini akan sangat bergantung pada platform yang digunakan, dan skenario pemakaiannya.

Perlu ditambahkan bahwa pengujian ini sama sekali BUKAN cara kami ‘memaksa’ Anda untuk membeli RAM dengan konfigurasi 1Rx8 (8 IC), melainkan hanya memberikan sedikit awareness bahwa ada faktor selain RAM Frequency dan RAM Timing yang berpengaruh pada performa memori. 

Semoga analisis yang kami lakukan kali ini memberikan data yang berguna untuk pemilihan hardware Anda, sampai jumpa!

 

PS. Kami mencoba memprediksi bahwa RAM dengan ukuran modul 4GB yang menggunakan konfigurasi 4 IC (1Rx16) ini bisa jadi cukup popular dalam beberapa waktu ke depan, karena modul RAM-nya akan lebih mudah fabrikasi-nya (less IC per module), lalu juga chip RAM dengan density 8 Gbit akan mulai lebih mudah ditemukan dibandingkan 4 Gbit (Dibutuhkan chip 8 Gbit untuk membuat modul RAM 4GB dengan 4 IC). 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES