in: General - Motherboard - Review | July 31, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

MOSFET Temperature – MSI B450 Tomahawk vs MSI B350 Tomahawk Plus (di Ryzen 7 2700X)

Chipset B450 yang datang dari AMD diposisikan pada kelas menengah, dan mengemban misi yang sama dengan B350 pada saat rilis, yakni memberikan sebuah solusi motherboard berharga kompetitif, yang masih memberikan fitur kelas enthusiast. Tentu, berbicara mengenai kelas enthusiast, pastinya menjalankan prosesor seri teratas pada performa maksimalnya tanpa efek samping yang mengganggu adalah sebuah syarat utama. Pada aspek ini, beberapa motherboard B450 yang baru-baru ini datang nampak lebih siap menghadapi kondisi load yang tinggi dari prosesor high-TDP seperti Ryzen 7 2700X ‘Pinnacle Ridge’.

Secara spesifik, kami ingin melakukan uji singkat pada suhu MOSFET dari dua motherboard vendor serupa yang kelasnya setara. Kami memilih MSI B450 Tomahawk dan MSI B350 Tomahawk Plus untuk menjalankan  ‘torture test’ singkat, saat kedua motherboard kelas menengah ini menjalankan sebuah Ryzen 7 2700X.

Baca Juga: AMD B450 Chipset

 

Ruang Lingkup & Metode Pengujian

Pengujian (sangat) singkat ini tujuan-nya membebani regulator daya(VRM) dari motherboard MSI yang sekelas dari B350 dan B450, dengan sebuah Ryzen 7 2700X yang menjalankan Cinebench R15 20x loop. Beban berat tersebut harusnya cukup untuk ‘memanaskan’ MOSFET dari motherboardnya, lalu melihat seberapa jauh perbedaan suhu MOSFET antara keduanya. Suhu MOSFET diambil dari sensor VRM MOSFET yang bisa dibaca lewat HWiNFO, lalu juga dibaca dengan sebuah K-type Probe yang dipasangkan pada area MOSFET.

Testbed

  • CPU: AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard 1: MSI B350 Tomahawk Plus
  • Motherboard 2: MSI B450 Tomahawk
  • RAM: G.Skill TridentZ DDR4-3600 2x8GB (@ DDR4-3200 CL16)
  • VGA: GeForce GTX 750 Ti
  • SSD: HyperX 240GB
  • PSU: Seasonic 850W Prime Platinum
  • CPU Cooler: Noctua NH-U12S + NF-A12x25 Fan Full Speed
  • Case: Open Benchtable, Ambient Ruangan dijaga 25 C

 

Sistem 1 – MSI B350 Tomahawk Plus

Bobot VRM / MOSFET Heatsink : 65g

 

K-Type Probe diletakkan pada board

 

Suhu area MOSFET yang dibaca Thermal Sensor saat load: 83.9C

 

Suhu area MOSFET yang dibaca HWiNFO saat load: 88 C

 

Sistem 2 – MSI B450 Tomahawk

Bobot VRM / MOSFET Heatsink : 116 g

 

K-Type Probe diletakkan pada board

 

Suhu area MOSFET yang dibaca Thermal Sensor saat load: 60 C

 

Suhu area MOSFET yang dibaca HWiNFO saat load: 70 C

 

Kesan & Kesimpulan

HD, *klik untuk memperbesar

Dari sebuah aspek spesifik yakni suhu operasional MOSFET motherboard saat menerima beban berat, terlihat bahwa motherboard MSI B450 ini mengalami peningkatan yang cukup baik. Pada CPU yang sama persis dan ambient temperature yang serupa, MSI B450 Tomahawk memiliki suhu MOSFET saat load setidaknya 18C lebih rendah dari B350 Tomahawk. Hal tersebut tentunya berasal dari penggunaan cooler block yang lebih massive(hampir 2x lebih berat!), tapi perbedaan ini juga ada kemungkinan berasal dari tipe MOSFET yang digunakan (B350 Tomahawk menggunakan 2x NIKO-SEM PK632BA pada low-side MOSFET, B450 TOMAHAWK menggunakan 2x ONSEMI 4C024N pada low-side).

Saat ini, kami masih melakukan beragam testing pada MSI B450 Tomahawk, dan berharap bisa menyajikan data tersebut sesegera mungkin. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Motherboard - Review | August 6, 2018 | Comments

Overclocking Review: MSI B450 TOMAHAWK

Beragam vendor motherboard sudah mulai menunjukkan rancangan terbaru mereka berbasis chipset AMD B450. Chipset tersebut sebenarnya tidak menawarkan banyak fitur berbeda dibanding B350 pendahulunya(kecuali Precision Boost Overdrive dan AMD StoreMI),
Read More »