in: Review | July 11, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking Review: AMD Ryzen 5 2600X vs Intel Core i5-8600K

Ruang Lingkup & Metode Pengujian

Kami akan menguji kedua prosesor ini di konfigurasi:

  1. Stock (Multi-core enhancement OFF/DISABLED)
  2. Overclock ke batas optimal-nya (setting lengkap pada halaman-halaman berikutnya)

Pengujian pada kedua kondisi ini harusnya akan lebih lengkap memberitahukan kemampuan prosesor serta potensi-nya saat dimaksimalkan dengan overclocking.

 

Daftar Benchmark

Untuk melihat kemampuan prosesor dalam berbagai aspek, Benchmarking akan kami lakukan di beberapa skenario, mulai dari beberapa benchmark sintetis, beberapa aplikasi real-world, serta tentunya uji gaming di 1080p 144Hz.

 

Benchmark Sintetik

  • Cinebench R15
  • Geekbench 3 (Version 3.3.4)
  • Geekbench 4 (Version 4.2.0)
  • 3DMark Time Spy

Benchmark diatas dapat menggambarkan kemampuan yang ditawarkan processor pada pengujian ini.

  • Cinebench R15 digunakan untuk menampilkan performance single core dan multi-core,
  • Geekbench 3 akan menunjukan kemampuan single core, multi core dan memory score
  • Geekbench 4 akan digunakan untuk menunjukan kempuan single core dan multi-core – dan benchmark ini juga menguji instruction set AVX.
  • 3DMark Time Spy untuk mewakili test performa grafis sintetis di API DX12 , kami mencatat Graphics Score & CPU Score-nya

 

Real World Application

  • FLAC to MP3 Encoding – Foobar/LAME
  • 3D Rendering – Blender
  • Image Resize – FS Resizer
  • File Compression – 7-Zip

Kami menciptakan sebuah custom workload untuk semua aplikasi di atas dengan tujuan mengukur kinerja.

Penjelasan lengkap akan diberikan pada halaman benchmarking-nya.

 

Game

Daftar game yang digunakan:

  • Assassin’s Creed Unity
  • GTA V
  • Rise of the Tomb Raider (ROTTR)
  • The Witcher 3 (TW3)
  • Ashes of Singularity – DX12

 

Game Assassin’s Creed Unity, GTA V, ROTTR, The Witcher 3, dijalankan pada scene benchmark kemudian di-capture framerate + frametime-nya oleh tool FRAPS untuk mengambil nilai average FPS dan 99th percentile FPS (1% Minimum FPS). Sedangkan untuk Ashes of the Singularity kami memanfaatkan tool internal benchmark yang ada di dalam game tersebut.

Tambahan: Sekilas mengenai FPS dan Frame Time

Ada beberapa skenario pengujian dalam gaming yang menghasilkan variasi framerate cukup tinggi yang tidak bisa terdeteksi oleh penghitungan average FPS(frame per second) saja. Kejadian ini membuat kami memutuskan untuk melihat data Frametime logFrametime adalah waktu dimana 1 (satu) frame akan di-render oleh sistem, biasanya dalam satuan milliseconds (ms). Selama ini kami menggunakan FPS (Frame per second) sebagai unit pengukuran untuk mempermudah perbandingan. Namun, ada kalanya pengukuran frame time ini bisa lebih penting, karena bisa memberi kami data untuk melihat seberapa jauh variance/perbedaan dari waktu render masing-masing frame.

Umumnya, waktu render yang jauh berbeda antar frame, misal frame pertama dirender pada 16.7 ms, lalu frame kedua pada 40 ms, lalu frame ketiga pada 16.7 msakan membuat kita merasa adanya ‘stuttering’ dalam game.

Sebagai perbandingan, inilah konversi FPS ke Frametime:
(dengan rumus FPS = 1000/Frametime,  frametime dalam satuan ms. Berlaku sebaliknya, Frametime = 1000/FPS )

  • 120 FPS 8.3 ms (1000/120 = 8.3)
  • 60 FPS 16.7 ms (1000/60 = 16.7)
  • 30 fps 33.3 ms (1000/30 = 33.3)
  • 20 fps 50 ms (1000/20 = 50)

Ini berarti makin KECIL frametime, makin BESAR FPS-nya, dan berlaku sebaliknya.

Setelah menganalisa lebih lanjut, kami menemukan bahwa ada juga cara mudah untuk menentukan apakah sebuah sistem PC mengalami ‘stutter’ yang parah atau tidak. Salah satunya adalah dengan menganalisa frametime log dari beberapa tool seperti FRAFSTool sederhana ini dapat menghitung secara otomatis bagian 1% frame yang ‘terburuk’ dari sekumpulan data frame time ( 1% Minimum Framerate, a.k.a 99th percentile).

Tentunya, PC yang nilai ‘1% minimum FPS’-nya jauh lebih rendah dari FPS rata-rata, pastinya akan mengalami ketidaknyamanan berupa berbagai kejadian ‘stutter’ dalam game.

Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan 'spike' yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung

Pada sampel data frametime berikut, terlihat bahwa data Average tidak terlalu mencerminkan ‘spike’ yang terjadi, sedangkan data 99th percentile-nya lebih mendekati sebagian besar lonjakan yang terjadi sepanjang game berlangsung

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Event - News | December 8, 2018 | Comments

GOC 2018: Live Update

Hari ini, 8 Desember 2018, kompetisi overclocking terbesar Dunia di tahun ini, Galax OC Carnival(GOC) 2018 resmi dimulai. Setelah melalui kualifikasi yang sengit dan keras, akhirnya 20(dua puluh!) overclocker terbaik
Read More »