in: Review | July 11, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking Review: AMD Ryzen 5 2600X vs Intel Core i5-8600K

Real-World Application Benchmark

 

3D Rendering – Blender 2.78a

9_Blenchmark

Blender dikenal sebagai aplikasi 3D modeling yang gratis dan juga open source. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D, yang akan menyiksa semua core yang dimiliki Prosesor. Untuk Workload-nya sendiri, kami menggunakan Blenchmark 1.06 (Blenchmark.com), hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

 

MP3 Encoding – Foobar2000/LAME

Foobar2000 merupakan salah satu music player yang cukup popular karena kemampuan kustomisasi-nya yang sangat tinggi. Selain sebagai music player Foobar2000 ini juga dapat melakukan konversi file musik dengan plugin tertentu.  Konversi file ini merupakan hal yang cukup sering digunakan dalam kehidupan nyata, biasanya untuk ditunjukan menghemat storage.

Pada pengujian ini kami akan mengubah sebuah set file FLAC yang berisi 43 FLAC file untuk diubah menjadi preset MP3(LAME) 190kbps V2. Konversi ini dapat memanfaatkan kemampuan prosesor >4 core. Semakin cepat konversinya, semakin cepat CPU Anda.

 

Batch Image Resizing – FSResizer

FSResizer ini merupakan aplikasi freeware yang umum untuk digunakan melakukan batch image conversion / rename / resize gambar mendukung berbagai format. Selain itu aplikasi ini juga  bisa digunakan untuk memberikan watermark pada suatu gambar. Aplikasi ini sendiri bekerja dengan menuntut kemampuan single-threaded dari suatu prosesor. Pada pengujian ini kami akan mengubah 100 file JPEG dengan ukuran 3MB sampai dengan 6MB menjadi suatu JPEG kecil dengan standar ukuran 500 Pixel. Indikasi performa yang digunakan adalah waktu yang dibuthkan untuk menyelesaikan konversi JPEG tesebut, semakin cepat maka semakin baik.

 

7-Zip – File Compression

7-Zip merupakan aplikasi freeware popular yang digunakan untuk melakukan kompresi kepada file yang diinginkan untuk memperoleh ukuran file yang lebih kecil. Kompresi file ini dapat memanfaatkan CPU Multi-core (6+), dan juga cukup memory-intensive pada beberapa sistem tertentu.

Pada software ini Anda dapat memilih konfigurasi kompresi seperti apa yang anda inginkan, dan juga anda dapat memilih berapa thread dari prosesor anda yang akan digunakan untuk melakukan kompresi. Skenario test kami adalah melakukan compression adalah LZMA, Normal Compression, dengan SEMUA CPU Core/Thread aktif (Meskipun ini tidak berarti semua CPU core akan di-load, beban ke CPU akan karena tergantung workload-nya)

Indikasi performa yang digunakan adalah seberapa cepat prosesor yang digunakan untuk menyelesaikan kompresi.

 

Keterangan

  • Sejalan dengan pengujian benchmark sintetis, aplikasi yang memanfaatkan banyak core seperti Blender menunjukkan keunggulan yang massive pada Ryzen. Core i5-8600K yang di-overclock ke 5 Ghz pun tidak akan bisa mengejar Ryzen 2600X default.
  • Pada aplikasi dengan pemanfaatan core tidak terlalu berat seperti pada workload file compression dan MP3 encode, Ryzen 5 2600X masih menunjukan keunggulan, walau hal tersebut bisa dikejar oleh 8600K yang berjalan pada 5 Ghz.
  • Pada workload yang kami miliki, nampak bahwa overclocking RAM pada Ryzen tidak terlalu mengubah keadaan kecuali pada benchmark file compression.
  • Aplikasi dengan load core ringan dimenangkan oleh i5-8600K, walau jaraknya tidak terlalu jauh saat keduanya default (jaraknya melebar ketika 8600K-nya berjalan di 5Ghz)

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES