in: General - Review | August 1, 2018 | by: Chandra Wijaya

Hands-on Preview: BCLK Overclocking di ASUS ROG STRIX B450-F Gaming

ASUS ROG Strix B450-F Gaming: Overclocking Settings 

CPU OC

Berikut ini adalah setting overclocking CPU yang kami gunakan:

Untuk bisa mengakses menu BCLK Frequency anda harus mengubah opsi pada Ai Overclocker Tuner dari Auto menjadi Manual atau D.O.C.P.

Untuk pengujian ini kami memilih untuk mengaktifkan profile D.O.C.P, setelah itu kami mengubah BCLK Frequency menjadi 107 untuk mencoba overclocking BCLK pada motherboard ini. Untuk Setting CPU lainnya kami menjalankanya pada setting Auto.

Perlu kembali diingat bahwa dengan mengubah BCLK pada sistem maka Anda juga akan mengubah frekuensi RAM yang digunakan!

 

Sebagai catatan, pada motherboard ini Anda harus memastikan bahwa pada menu Core Performance Boost harus di-set Enable, lalu menu Performance Enhancer harus di-set Auto/Default.

Melakukan setting AUTO pada bagian Core Performance Boost saat melalukan BCLK overclocking akan membuat prosesor yang Anda gunakan akan berjalan tanpa fitur Core Precision Boost.

DRAM OC

RAM G.Skill TridentZ yang digunakan memiliki profile D.O.C.P / XMP DDR4-3600 yang cukup berat dijalankan pada prosesor Ryzen. Ini membuat kami hanya menggunakan profile D.O.C.P (a.k.a XMP) yang di-downclock ke DDR4-3424. Berikut ini adalah screnshot timing yang kami gunakan:

 

Voltage

Setelah melakukan setting diatas, maka berikutnya adalah kami melakukan setting pada bagian Voltage, berikut ini adalah pengaturan yang kami lakukan:

Motherboard ini hanya menwarkan opsi Offset untuk pengaturan voltage, dan perlu di ketahui dengan Ryzen 5 2600 voltage default yang kami dapatkan adalah:

  • CPU Core Voltage: ~1.2v
  • CPU SOC Votlage: ~1.1v

Sehingga setelah setting voltage diatas di apply maka voltage yang kami dapatkan adalah ~1.35v CPU Core Voltage, ~1.25v CPU SOC Voltage, dan 1.45v DRAM Voltage.

Untuk meminimasi VDroop, maka kami juga men-setting VRM loadline calibration motherboard ini ke mode extreme baik pada rail CPU maupun Rail  SOC.

 

Berikut ini adalah screenshoot CPU-Z setelah seluruh setting diatas diaktifkan:

*klik untuk memperbesar

 

Dengan seluruh setting diatas telah ter-apply, maka sistem yang kami gunakan ini memiliki boost maksimal hingga 4173MHz, terlihat bahwa Boost 1-core yang kami miliki bergeser dari 3900MHz(default untuk boost 1-core) menjadi 4173MHz, terjadi peningkatan clock persis sebesar 7%. Dan pada bagian kanan kami menjalankan GPUPI  untuk memastikan bahwa operating system yang kami gunakan sudah berjalan pada mode timer HPET

 

Ryzen 5 2600 – Kini Max Boost-nya di 4175Mhz!

 

Pembanding – Default Setting

Sebagai skor pembanding saat default kami menjalankan setting seperti dibawah ini:

(Semua default, hanya D.O.C.P Aktif namun downclocked ke DDR4-3200)

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Event - News | December 6, 2018 | Comments

GOC 2018: Persiapan dan Perjalanan Menuju Vietnam

Final GOC(Galax Overclocking Carnival) 2018 pun akhirnya datang! Setelah selesai melewati kualifikasi yang sangat sengit akhirnya Indonesia bisa menghadirkan 2 perwakilan. Ivan Rachmatsyah Akbar  ‘IvanCupa’ akhirnya dapat lolos dan menyusul
Read More »