in: Extreme - Motherboard - Review | October 10, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Extreme Overclocking Test dengan Liquid Nitrogen(LN2)

Berikutnya, saatnya menguji prosesor Core i9-9900K dengan skenario extreme overclocking dengan Liquid Nitrogen(LN2).

Preparasi – Insulasi & LN2 Pot Mounting

Pertama-tama motherboard dibuat menjadi waterproof dengan dilapisi kneaded eraser untuk mencegah kondensasi, lalu Liquid Nitrogen Pot  (Kingpincooling Venom) dipasang. Selanjutnya LN2 dituang ke pot untuk membekukan prosesor hingga suhu minus.

 

Tuning BIOS untuk Extreme OC

Berikutnya, beberapa variabel di BIOS di-tune untuk membuat sistem bisa berjalan di suhu minus. Cukup banyak yang perlu di-tune disini, seperti beberapa PLL voltage pada prosesor untuk mengizinkan operasi pada suhu lebih dingin dari -120C.

CPU VCore Protection dan VCore Current juga harus diset untuk mencegah motherboard shutdown saat menerima load mendadak yang tinggi.

 

VRM Beku!

Extreme OC Test : Maximum CPU Clock 8C 16T

Ketika suhu prosesor sudah menyentuh setidaknya -140 C atau lebih dingin, kami mulai melakukan tuning pada prosesor di OS untuk mencari pencapaian clockspeed tertinggi. Sistem di-boot dengan kecepatan prosesor pada 5 Ghz, namun setelah boot masuk OS, CPU Multiplier di-tune dengan utility XTU.

 

Hasil akhir yang kami dapatkan: 6969 Mhz (101 x69), 1.8v

*klik untuk memperbesar

 

Extreme OC bonus test: Multithreaded load (GPUPI for CPU)

*klik untuk memperbesar

 

Karena tujuan testing kami hanya untuk menguji fungsi extreme overclocking dengan mencari clockspeed CPU tertinggi, kami tidak berencana untuk menjalankan benchmark. Namun untuk pengujian tambahan, kami melakukan benchmarking menggunakan salah satu benchmark multithreaded berbasis OpenCL yang dikerjakan pada CPU yakni GPUPI for CPU 1B.

Core i9-9900K kami yang dijalankan pada Z390 AORUS MASTER dapat dioperasikan pada clock 6.6Ghz di 1.75v, dan mencatatkan load sistem pada 400W-an.

Kesimpulan

Pada saat pengujian berlangsung, kami cukup terkejut saat melihat sebuah Core i5-8600K kami yang di-overclock ke 5.3Ghz 1.4v tidak memberikan load yang berarti bagi VRM Cooling-nya, dan suhunya cukup dingin. Bahkan pada sebuah Core i9-9900K yang di-OC ke 5Ghz dengan AIO Watercooling(airflow pada socket minim), suhu MOSFET yang terbaca pada motherboard ini masih menunjukkan suhu hanya 60 C maksimal. Ini berarti, bersenjatakan komponen dengan rating cukup tinggi dan juga pendinginan yang optimal, Z390 AORUS MASTER siap untuk menjadi motherboard Z390 yang sanggup menangani beban overclocking pada prosesor generasi terbaru.

RAM Overclocking nampak tidak jadi masalah bagi Z390 AORUS MASTER, kami berhasil menjalankan DDR4-4000 CL19 dengan konfigurasi 4-DIMM 4x8GB, dan juga DDR4-4133CL19 pada 2x8GB.  Walau kami masih belum bisa menjalankan RAM Team T-Force Xtreem kami sesuai spec-nya di DDR4-4500, kesanggupan untuk menangani kecepatan DDR4-4000 pada konfigurasi 2-DIMM per channel (Total 4 slot terisi saat dual-channel), merupakan sebuah nilai lebih. Nampaknya desain PCB 6-layer dari Gigabyte Z390 AORUS MASTER cukup membantu memberikan kapabilitas menjalankan RAM speed tinggi di skenario 4-DIMM ini.

Dari segi BIOS, tidak ada perubahan signifikan, opsinya mirip dengan generasi sebelumnya. Opsi Tuning termasuk lengkap, voltage yang diberikan cukup luas untuk dipakai overclocker biasa, maupun competitive overclocker yang ingin menguji prosesor mereka dengan extreme cooling seperti Liquid Nitrogen. Pilihan tuning RAM termasuk melimpah dan opsi subtiming-nya lengkap. Yang kurang dari opsi BIOS-nya mungkin adalah profil overclocking otomatis untuk RAM.

Saat membahas tuning dari segi software, Gigabyte memberikan setidaknya dua software yang berguna seperti SIV dan juga EasyTune. Hardware monitoring pada SIV jelas berguna untuk memonitor suhu dan voltage dari berbagai komponen, namun pengoperasian dari kedua software ini masih agak kurang user-friendly, jika dibandingkan dengan utility umum seperti Intel XTU.

Secara umum, meskipun chipset Z390 tidak terlalu memberikan perbedaan signifikan dari chipset Z370 (kecuali beberapa opsi ekspansi dan konektivitas), Gigabyte memastikan bahwa motherboard Z390 AORUS MASTER memiliki sebuah kelebihan dari segi durability, yakni sanggup menangani prosesor Core 9th Gen 8-Core 16-Thread yang di-overclock ke 5Ghz all-core dengan suhu komponen VRM yang masih tergolong rendah.

Sampai jumpa pada pengujian overclocking kami yang berikutnya, hanya di JagatOC!

 

 

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES