in: General - Review - VGA | November 24, 2018 | by: Jagat OC Team

Analisis Boost Clock: ASUS ROG STRIX GeForce RTX 2080 Ti OC Edition vs RTX 2080 Ti Founders Edition

Hasil Pengujian

Setting GPU: Default vs Power Limit

Seperti yang kami utarakan pada metode pengujian di halaman sebelumnya, kami akan menguji kedua GPU dengan keadaan default, lalu juga menguji Power Limit dan Fan Speed dimaksimalkan dengan tool MSI Afterburner.

GeForce RTX 2080 Ti Founder Edition (Rated Boost Clock: 1635 Mhz)

 

ASUS ROG STRIX GeForce RTX 2080 Ti OC Edition (Rated Boost Clock: 1650 Mhz)

Nampak ada sedikit perbedaan dari versi FE dengan ROG Strix 2080 Ti-nya, dimana versi FE mengizinkan setting Power Limit hingga 320 W Total Graphics Power (123% dari default 260W), sedangkan versi STRIX dapat dimodifikasi hingga 325W (125% dari default 260W).

 

3DMark Stress Test

Selanjutnya, 3DMark Stress Test dijalankan, kami mencoba menjalankan 3DMark Fire Strike Ultra Stress Test.

Berikut data yang berhasil kami kumpulkan selama pengujian berlangsung:

GPU Clockspeed

*klik untuk memperbesar

 

GPU Temperature

*klik untuk memperbesar

 

GPU Voltage

*klik untuk memperbesar

 

Summary: Clock, Volt, Power, Performance(Graphics Score)

*klik untuk memperbesar

 

Kesimpulan

Dari data yang kami monitor di atas selama stress test dengan 3DMark Fire Strike Ultra, ada beberapa informasi yang bisa diambil:

  • Nilai ‘Rated boost Clock’ pada label spesifikasi bisa jadi tidak relevan untuk menggambarkan clockspeed GPU yang sebenarnya saat load.
  • ROG Strix RTX 2080 Ti OC Edition hanya memiliki rated boost clock 15 Mhz di atas FE pada spesifikasi, namun clockspeed rata-rata saat load sebenarnya lebih tinggi dari FE hampir 100 Mhz (FE 1675Mhz, STRIX 1767 Mhz)
  • Meningkatkan Power Limit akan secara otomatis meningkatkan clockspeed dari kedua RTX 2080 Ti. Saat Power Limit dimaksimalkan kedua GPU beroperasi dengan kecepatan 1.8 Ghz ke atas (FE 1811Mhz, STRIX 1876 Mhz).
  • Cooler dari RTX 2080 Ti STRIX sanggup menahan GPU pada angka 63 C-an saat default, sedangkan versi FE memiliki suhu GPU di hampir 75 C. Suhu agak tinggi pada FE ini juga salah satu faktor yang membuat average clockspeed dari RTX 2080 Ti FE menjadi rendah.
  • Peningkatan power limit juga akan ‘mengizinkan’ GPU beroperasi dengan voltage lebih aggresive, FE masih beroperasi pada sekitar 0.95V setelah power limit dimaksimalkan(default di sekitar 0.87v), sedangkan STRIX mulai beroperasi pada 1V-an di Power Limit maks (default di 0.9v-an).
  • Dalam keadaan power limit maksimal, clockspeed GPU meningkat 8-12%, yang pastinya memberikan peningkatan performa. Tapi, peningkatan performa GPU ini harus dibayar dengan peningkatan konsumsi daya GPU setidaknya 20%

Teknologi GPU Boost yang ada pada GPU Turing membuat GPU tersebut akan beroperasi sesuai dengan keadaan dan juga load-nya. Terlihat bahwa clockspeed dan performa GeForce RTX 2080 Ti akan sangat bergantung pada faktor power limit yang diberikan oleh tiap-tiap Graphics Card. Nampak juga bahwa menjalankan RTX 2080 Ti pada kecepatan tinggi (1.8Ghz ke atas) harus dibayar dengan peningkatan konsumsi daya GPU yang relatif drastis, menurunkan efisiensi daya.

Nampaknya cukup wajar untuk berasumsi bahwa memberikan voltage ekstra pada GPU Turing akan semakin membuat GPU menjadi boros daya, sehingga nampak wajar bahwa GPU Turing nampak tidak diberikan fitur pengaturan voltage yang mudah diakses (ada voltage slider di beberapa utility, namun menggeser voltage slider ini tidak berarti GPU akan mendapat voltage lebih). Ini juga berarti pada sebagian besar Graphics Card RTX 2080 Ti skenario overclocking Anda pada RTX 2080 Ti akan sepenuhnya power-limited, clockspeed GPU Anda akan turun begitu GPU tersebut melebihi ‘budget’ Power yang diiizinkan.

(Tentu, Anda harus ingat bahwa clockspeed yang Anda lihat pada artikel ini semuanya mengacu pada penggunaan 3DMark Fire Strike Ultra, yang load GPU-nya bisa jadi lebih tinggi dari kebanyakan game 3D yang beredar. Sangat mungkin untuk menjumpai keadaan dimana clock GPU di Game Anda bisa lebih tinggi dari clock GPU pada stress test 3dmark)

Seperti yang terjadi pada GPU NVIDIA di generasi sebelumnya, kami merasa tidak nyaman dengan adanya perbedaan cukup besar antara ‘label spesifikasi’ dengan clockspeed sebenarnya saat load. Ini akan membingungkan banyak pengguna, apalagi pengguna melihat rated clockspeed GPU sebagai acuan pembelian GPU.

Jika Anda memiliki budget dan berencana untuk membeli GPU kelas ‘Sultan’ GeForce RTX 2080 Ti yang ada sekarang, untuk menemukan performa dan clockspeed GPU yang optimal, kami  menyarankan Anda untuk melihat seberapa jauh power limit yang diberikan vendor Graphics Card pada GPU-nya, dan juga mengamati apakah cooler GPU yang diberikan dapat menjaga temperatur GPU tersebut saat heavy load.

Sampai jumpa pada pengujian kami yang berikutnya!

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Event | December 6, 2018 | Comments

GOC 2018: Persiapan dan Perjalanan Menuju Vietnam

Final GOC(Galax Overclocking Carnival) 2018 pun akhirnya datang! Setelah selesai melewati kualifikasi yang sangat sengit akhirnya Indonesia bisa menghadirkan 2 perwakilan. Ivan Rachmatsyah Akbar  ‘IvanCupa’ akhirnya dapat lolos dan menyusul
Read More »