in: General - Review | December 1, 2018 | by: Jagat OC Team

Hands-on Overclocking: ASRock Z390 Phantom Gaming 9 (+ Core i9-9900K)

ASRock Z390 Phantom Gaming 9: Overclocking Test

Berikut ini uji singkat overclocking Core i9-9900K yang kami jalankan di ASRock Z390 Phantom Gaming 9.

Target kami adalah:

  • Mencapai 5Ghz all-core dengan CPU Vcore yang aman untuk harian
  • Menjalankan RAM di atas kecepatan XMP (dengan timing sedikit dilonggarkan)

Berikut ini setting yang kami jalankan:

  1. CPU Ratio: All Core, 50
  2. CPU Cache Ratio: 47
  3. AVX Ratio Offset: 3
  4. CPU TjMax: 95
  5. CPU Core/Cache Voltage: 1.300V
  6. CPU Load-line Calibration: Level 1
  7. DRAM Voltage: 1.450 V
  8. DRAM Frequency: DDR4-4000
  9. DRAM Timing: 19-19-19-39 (tCL-tRCD-tRP-tRAS)

Keterangan:

CPU dijalankan pada kecepatan 5 Ghz dengan setting CPU Ratio pada 50x (BCLK tetap 100Mhz). Kecepatan CPU Cache (a.k.a Ring) kami jalankan di 4.7Ghz. Untuk menjaga CPU tetap stabil pada load berat yang menggunakan AVX, kami men-set AVX Offset Ratio ke 3, ini akan membuat prosesor berjalan pada 4.7Ghz saat load berat dengan AVX instruction terdeteksi. Berikutnya, kami juga men-setting CPU TjMAX pada 95 C, untuk membuat CPU menurunkan kecepatannya(throttling) jika suhu prosesor mencapai 95C, ini dilakukan untuk proteksi. Voltage CPU kami set pada 1.3V, namun perlu diingat bahwa setting ini akan berbeda-beda bergantung pada CPU (ada CPU yang membutuhkan lebih rendah, ada yang membutuhkan lebih tinggi).

Pada setting RAM, G.Skill TridentZ RGB kami mampu beroperasi pada DDR4-4000 dengan timing agak longgar (19-19-19-39, 2T), DRAM Voltage kami set pada 1.45V, masih aman untuk harian.

Berikut tampilan BIOS-nya:

*Klik untuk memperbesar

 

CPU-Z (Default & OC)

Berikut ini keadaan sistem, sesuai dengan yang dideteksi CPU-Z, pada keadaan default(XMP on), dan Manual OC:

Default (+XMP)

*Klik untuk memperbesar

 

Manual OC

*Klik untuk memperbesar

 

Performance Test -Synthetic Benchmark

Cinebench R15

Default XMP | 2055 cb

*Klik untuk memperbesar

 

Manual OC | 2187 cb

*Klik untuk memperbesar

Geekbench 3

Default | Single Core 5205 | Multi-Core 36695 | Memory Score 6542

*Klik untuk memperbesar

 

Default | Single Core 5478 | Multi-Core 39112 | Memory Score 6460

*Klik untuk memperbesar

VRM Temperature Check di Core i9-9900K (Load: Cinebench R15 5 Menit)

Berikutnya, kami me-load CPU saat default dan OC 5Ghz dengan Cinebench R15 selama 5 menit, sistem tidak menggunakan casing(Open benchtable), suhu ambient ada di 25 C. Sensor yang kami monitor adalah sensor dari IR35201 yang dibaca HWiNFO:

CPU Default – Peak VRM Temp: 68 C

*Klik untuk memperbesar

 

CPU OC – Peak VRM Temp: 85 C

*Klik untuk memperbesar

 

Kesimpulan

Pada pengujian singkat yang kami lakukan, ASRock Z390 Phantom Gaming 9 nampak tidak mengalami kesulitan menghadapi Core i9-9900K yang di-overclock ke 5Ghz all-core. Opsi BIOS yang diberikan termasuk lengkap(terutama bagian tuning Memory), dan masih ada beberapa preset OC yang bisa di-load untuk para competitive overclocker. Yang agak disayangkan adalah tidak adanya preset OC untuk skenario air-cooling, dulu kami menjumpai preset semacam ini yang akan membantu user awam melakukan tuning performa.

Rating komponen yang diberikan ASRock untuk VRM di Z390 Phantom Gaming 9 harusnya lebih dari cukup untuk beroperasi pada keadaan overclock harian. Suhu MOSFET saat Overclock All-core 5Ghz termasuk agak tinggi, namun wajar. Salah satu faktor penyebab suhu tinggi ini juga bisa terjadi karena di sekitar area CPU tidak ada airflow, hal yang umum terjadi saat penggunaan Watercooling AIO (all-in-one). Kami juga merasa bahwa salah satu sisi heatsink VRM (yang bagian menangani 8 MOSFET), jauh lebih panas dari sisi sebelahnya.

Satu hal berikutnya yang cukup mengganjal adalah memory performance(berdasarkan Memory Score pada Geekbench 3) saat Overclock dari XMP (DDR4-3600 CL16) ke DDR4-4000 CL19 turun sedikit. Dari DDR4-3600 CL16 ke DDR4-4000 CL19, kami harusnya melihat setidaknya 5% performance increase. Turunnya skor ini mungkin terjadi karena motherboard ASRock Z390 Phantom Gaming 9 melonggarkan sebagian besar sub-timing RAM saat DDR4-4000 dijalankan, sistem menjadi sedikit lebih stabil memang, namun kami jadi tidak mendapat performa ekstra dari overclocking RAM ke DDR4-4000. Solusinya sebenarnya cukup mudah, kami tinggal masuk kembali ke BIOS dan melakukan adjustment pada beberapa subtiming untuk mendapat performa RAM ekstra, namun itu tidak kami lakukan karena di luar scope artikel pengujian singkat ini.

Secara umum, ASRock Z390 Phantom Gaming 9 nampak solid untuk calon pengguna Core i9-9900K yang ingin menjalankan prosesor 8-core nya dalam keadaan overclocked sehari-hari. Opsi tuning dan kustomisasi BIOS cukup lengkap, fitur dan add-on-nya cukup menarik(terutama bagian LAN + WiFi), serta pilihan ekspansi dari motherboard ini termasuk memadai.

Sampai jumpa pada pengujian kami yang berikutnya!

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES