in: General - Review | February 26, 2019 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Analisis: GeForce GTX 1660 Ti di CPU Low-end (AMD Ryzen 3 2200G)

GeForce GTX 1660 Ti on Ryzen 3 2200G: Hasil

Berikut hasilnya:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENTING – Catatan Tambahan

Sebelum Anda mengeluarkan pertanyaan “Kenapa membandingkan prosesor murah Ryzen 3 2200G dengan prosesor mahal seperti Core i9-7900X? TIDAK FAIR ! REVIEWERNYA BIAS!”

Kami sudah jelaskan di halaman sebelumnya bahwa pengujian ini punya tujuan spesifik mendapatkan data performa dari GPU kelas mainstream saat dipasangkan dengan prosesor low-end. Tidak kurang, tidak lebih.

Pengujian ini TIDAK bertujuan mendiskreditkan prosesor tertentu :)

 

Analisis

Nampak jelas bahwa game yang berbeda memberikan karakteristik performance yang berbeda antara kedua sistem.

Berikut kami jabarkan perbedaannya dalam persentase, baik dari average FPS, maupun 1% minimum FPS:

 

Perbedaan drastis pada 1% Minimum FPS

Dalam hal average FPS, perbedaan yang terjadi berkisar antara kedua sistem ada di range 7% sampai 30%, sebuah perbedaan yang relatif masuk akal mengingat betapa bedanya kedua prosesor yang kami uji (yang satu 10-core 20-thread, yang satunya lagi 4-core 4-thread. 7900X memiliki jumlah thread 5 kali lebih banyak dari 2200G :p). Perbedaan sangat drastis ada di bagian 1% Minimum FPS dimana ada satu game test(Shadow of Tomb Raider-SOTTR) yang mencatatkan perbedaan massive, lebih dari 100%. Game kedua yang menunjukkan perbedaan besar adalah Forza Horizon 4 pada 69%, dan Battlefield 1 pada 56%.

Karena 1% minimum FPS-nya drop ke di bawah angka 30, kami sendiri merasakan ‘stutter’ yang cukup membuat pengalaman gaming terganggu pada Shadow of Tomb Raider, sedangkan Forza dan Battlefield masih relatif lebih nyaman karena 1% Min FPS-nya ada di angka 50-60-an.

 

Kami melanjutkan beberapa analisis tambahan pada Forza Horizon 4 Demo dan SOTTR di bawah:

Forza Horizon 4 Demo – Testbed (i9-7900X)

*klik untuk memperbesar

 

Forza Horizon 4 Demo – CPU Low-end (Ryzen 3 2200G)

*klik untuk memperbesar

 

Dari frametime graph yang diberikan Forza, nampak jelas bahwa di Ryzen 3 2200G sering terjadi framerate ‘spike’, dan dari pengamatan yang kami lakukan, ini sering terjadi pada momen CPU Load di game begitu tinggi:

CPU Load 100% pada 2200G

 

 

Hal yang sama terjadi pada Tomb Raider:

SOTTR Benchmark – 2200G(kiri) vs 7900X (kanan)

*klik untuk memperbesar

 

Shadow of Tomb Raider – testbed(i9-7900X)

 

Shadow of Tomb Raider – CPU Low-end(Ryzen 3 2200G)

Pada saat CPU Load tinggi, meskipun average FPS dari SOTTR di 2200G masih ada di angka 60-an, seringkali variasi framerate yang tinggi terjadi, angka 1% minimum FPS terganggu. Anda bisa lihat perbedaan graph framerate antara sistem testbed (i9-7900X) yang hampir menyerupai garis lurus jika dibanding ke sistem cpu low-end (2200G).

 

Pembanding Tambahan: Ryzen 5 2600

Karena waktu pengujian yang terbatas, kami tidak sempat menguji semua game pada berbagai macam prosesor, namun kami sempat mengulang beberapa game yang ‘bermasalah’ pada 2200G untuk dijalankan pada prosesor mainstream AMD, Ryzen 5 2600. Semua dilakukan pada motherboard/RAM sama.

 

Dengan konfigurasi 6-core 12-thread dan juga performance multi-threaded dan single-threaded yang lebih baik dari 2200G, Ryzen 5 2600 mendapatkan hasil jauh lebih baik. Nilai average-nya hampir sama dengan testbed i9-7900X kami (85-95% mirip).

 

Kesimpulan

Pengujian yang kami jalankan memberikan beberapa hasil yang cukup bisa ‘ditebak’, namun ada beberapa yang tidak terduga juga. Sebelum kami melanjutkan, dua hal utama yang sangat jelas terlihat adalah:

  1. Bottleneck TIDAK ditentukan HANYA dari Hardware. APLIKASI/SKENARIO PENGGUNAAN berbeda akan sangat menentukan seberapa besar ‘bottleneck’ yang terjadi.
  2. CPU bottleneck pada skenario gaming lebih sering terlihat pada pengukuran 99th percentile / 1% Minimum Framerate, BUKAN pada Average Framerate.

Dua data yang menarik datang dari game-test yang lumayan CPU-intensiveAshes of The Singularity dan Assassin’s Creed Odyssey dimana sistem testbed high-end dan cpu low-end kami tidak menghasilkan beda terlalu jauh. Ini bisa terjadi karena pada skenario pengujian kami di 1080p dengan detail tinggi, GPU GTX 1660 Ti-lah yang masih jadi limitasi-nya. Perbedaan performa karena prosesor tidak terlalu terlihat di sini, dan mungkin baru terlihat kalau kami menurunkan level detail dan ‘meringankan’ beban GPU lebih jauh. Lalu, seperti yang kami bahas secara khusus di atas, ada game test yang menunjukkan perbedaan drastis pada 1% minimum framerate (SoTTR contohnya).

Meskipun kami tidak bisa menyarankan sebuah PC dengan GPU GTX 1660 TI untuk dipasangkan dengan CPU low-end seperti Ryzen 3 2200G (danCPU lain yang setara), berdasarkan data pada pengujian ini ada beberapa skenario game yang nampaknya masih memiliki performa masuk akal pada CPU-low end, dan nampak tidak masalah dijalankan pada skenario display 1080p 60 Hz (apalagi misalnya Anda bermain dengan Vsync ON dan melimitasi framerate pada 60 fixed). Anda baru benar-benar merasa ‘kurang’ saat menjalankan game pada display high-refresh rate di 120-144 FPS serta berusaha menjaga framerate tinggi secara konstan.

Semoga pengujian kali ini memberi informasi tambahan yang berguna untuk pemilihan komponen PC Anda, sampai jumpa di artikel analisis kami yang berikutnya!

 

 

PS.

Pada test kali ini kami belum menguji banyak prosesor untuk bisa memberikan saran prosesor yang tepat untuk pasangan GPU sekelas GeForce GTX 1660 Ti, namun jika melihat data dari sedikit pengujian tambahan kami di atas, sebuah prosesor kelas menengah (seperti Ryzen 5 2600) nampaknya mencukupi untuk pasangan skenario gaming 1080p dengan GTX 1660 Ti. 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES