in: VGA | September 4, 2019 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Hands-on 3DMark VRS Feature Test: Variable Rate Shading Tingkatkan Performa Gaming

Kebutuhan akan performa grafis yang mumpuni nampak tidak ada habisnya, terutama untuk penggunaan PC pada skenario gaming. Perkembangan arsitektur GPU dari masa ke masa memberikan peningkatan performa tambahan, dan pastinya banyak GPU modern memberikan headroom overclocking untuk performa ekstra. Tapi ada satu potensi peningkatan performa yang bisa didapatkan bukan dari hardware, melainkan dari optimalisasi software , salah satunya adalah topik bahasan kita kali ini yakni Variable Rate Shading (VRS).

 

Variable Rate Shading – Rendering Lebih Efisien

Mengenal Proses ‘Shading’ 

Secara sederhana, salah satu proses real-time rendering yang terjadi pada skenario penggunaan gaming umum adalah ‘menggambar’ sejumlah pixel pada layar. Salah satu proses ‘menggambar’ ini umumnya melibatkan unit programmable shader pada GPU (dikenal juga sebagai ‘Radeon Cores’ di AMD, atau ‘CUDA Cores’ di NVIDIA), sehingga operasi ini umum dikenal sebagai ‘Shading‘.

Yang umum terjadi, adalah kalkulasi shading dilakukan 1x per pixel yang ada pada sebuah frame (dikenal juga sebagai 1×1 Shading Rate). Ini berarti semakin tinggi resolusi layar, semakin tinggi kompleksitas dan kualitas gambar-nya, dan pasti membuat beban kalkulasi di Shader Unit GPU yang diterima semakin besar, membuat framerate menjadi turun, dan berlaku sebaliknya.

 

VRS & Shading Rate

VRS (Variable Rate Shading) mengizinkan operasi shading dengan nilai rate berbeda, tidak harus ‘fixed’ 1x per pixel.

Lihat contoh sederhana berikut ini mengenai shading rate:

Pada gambar di atas, ada sebuah area sebesar 4×4 pixel (total 16 pixel), dengan 3 metode shading rate berbeda:

  • 1×1 Shading Rate (Yang umum terjadi): Shading terjadi 1x Per pixel (untuk 16 pixel, berarti ada 16x kalkulasi shader)
  • 2×2 Shading Rate: Shading terjadi per 2×2 Pixel (Untuk 16 Pixel, berarti ada 4x kalkulasi shader)
  • 4×4 Shading Rate: Shading terjadi per 4×4 Pixel (untuk 16 Pixel, berarti ada 1x kalkulasi shader)

Tentu, sangat mudah untuk melihat bahwa operasi ‘4×4 Shading Rate’ akan memberikan performa tertinggi, namun kualitas gambarnya turun jauh.

 

Shading Rate vs Image Quality

Mari kita lihat visualisasi singkat:

1×1 Shading Rate

 

2×2 Shading Rate

 

4×4 Shading Rate

Jelas terlihat:

  • Gambar 1×1 Shading Rate memberikan kualitas terbaik, performa terburuk
  • Gambar 4×4 Shading Rate memberikan kualitas terburuk, performa terbaik.

 

Bagaimana jika kita bisa mengkombinasikan 3 metode shading rate tersebut dalam satu buah gambar?

Lihat gambar di bawah:

Yang terjadi pada gambar di atas adalah:

  • Kualitas gambar terbaik (1×1 Shading Rate) dipertahankan pada objek paling dekat dari ‘kamera’ / layar
  • Kualitas gambar menengah (2×2 Shading Rate) diberikan pada objek dengan jarak menengah
  • Kualitas gambar terburuk (4×4 Shading Rate) diberikan pada objek terjauh dari layar yang sulit terlihat

Salah satu kelebihan dari VRS (Variable Rate Shading) adalah penggunaan bermacam shading rate SEKALIGUS pada sebuah gambar di layar, membuat developer bisa mencari poin dimana mereka mendapat keseimbangan antara kualitas dan performa.

Tentu, salah satu tujuan utama VRS adalah mendapat image dengan kualitas cukup baik, dengan penurunan kualitas minimal, namun ada performa ekstra.

 

3DMark VRS Feature Test: ‘Demo’ VRS berbasis API DX12

Melihat potensi dari metode VRS ini untuk mendapat performa ekstra tanpa penurunan kualitas image yang besar, salah satu vendor software benchmark ternama yakni UL (dulu: Futuremark), memberikan free update pada software 3DMark mereka dengan VRS Feature Test.

Dan pada artikel kali ini kita akan melakukan pengujian pada 3DMark VRS Feature Test secara mendalam.

 

Version & Requirement

3DMark VRS Feature Test diberikan secara cuma-cuma bagi pengguna 3DMark Advanced Edition sejak versi 2.10.6752 yang rilis Akhir Agustus 2019.

Untuk menjalankan 3DMark VRS, saat artikel ini dirilis Anda akan membutuhkan

  • GPU dengan dukungan DX12 dan dukungan Tier 1 VRS (saat artikel ini rilis hanya GPU NVIDIA Turing dan Intel 10th Gen Ice Lake ‘Gen11’ IGP yang mendukung VRS)
  • OS Windows 10 1903 Update

 

Testbed

Pengujian VRS Feature Test akan menggunakan GPU Testbed 2019 kami yang umum dipakai yakni:

  • Prosesor: Intel Core i9-7900X ‘Skylake-X’
  • Motherboard: ASUS ROG STRIX X299-XE
  • RAM: HyperX Predator RGB DDR4-3200CL16 4x8GB
  • GPU 1 : NVIDIA GeForce RTX 2060 FE
  • SSD: HyperX 3K 240GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler: Cooler MasterLiquid 240
  • Case: No Case, Open Bench Table (suhu ambient 25C)
  • Monitor: ROG Swift PG27AQ (4K 60Hz G-SYNC)

 

Mari lihat pengujian di halaman berikutnya!

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES