in: General | May 20, 2020 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Analisis Intel Core i9-10900K ‘Comet Lake’ : Thermal Velocity Boost, Fungsi Overclock Baru, Power Limit, etc

Prosesor Intel Core 10th Gen Desktop ‘Comet Lake’ akhirnya datang juga! Prosesor dengan codename Comet Lake-S tersebut diumumkan tanggal 30 April Lalu, dengan seri flagship dari keluarga Comet Lake yakni Core i9-10900K diklaim sebagai “the world’s fastest gaming processor“.

10900K menyandang spesifikasi 10-core 20-Thread, dan memiliki rating kecepatan hingga 5.3 Ghz berkat sebuah fitur bernama Thermal Velocity Boost.

Pada artikel ini, kami secara spesifik akan melihat beberapa kemampuan baru dari prosesor tersebut!

 

Analisis, Pengujian Utama, dan Penulisan oleh Alva Jonathan ‘Lucky_n00b’

Pengujian Pembanding/Referensi oleh Ivan Rachmatsyah Akbar ‘IvanCupa’

 

 

Spesifikasi dan Overview Singkat

Kita bisa melihat spesifikasi prosesor flagship 14nm tersebut pada slide yang diberikan Intel berikut ini:

*klik untuk memperbesar

 

CPU-Z

 

Hal yang nampak jadi highlight adalah :

  • Kecepatan clockspeed yang fantastis, up to 5.3Ghz.
  • Teknologi penunjang clockspeed, yakni Intel Turbo Boost Max 3.0 dan Thermal Velocity Boost
  • Fabrikasi MASIH 14nm
  • Konfigurasi 10-core 20-thread
  • Soket baru, LGA1200  (Abaikan CPU-Z lama yang salah membaca kode tipe socket)

 

LGA1200: TIDAK Kompatibel dengan LGA115x

Berbeda dengan generasi 14nm sebelumnya yang hadir di socket LGA1151 (skylake, kaby lake), dan LGA1151v2 (coffee lake & coffee lake refresh), Comet Lake menggunakan socket baru, yakni LGA1200.

Socket ini TIDAK kompatibel dengan socket lama, seperti yang Anda bisa lihat dari penempatan ‘notch’ di CPU.

Penggantian socket ini dikabarkan akan memberikan beberapa extra pins untuk power delivery yang lebih baik, dan juga beberapa peningkatan untuk bagian DRAM I/O.

 

14nm dengan Clockspeed ‘mengerikan’ : Lewat dari  5 Ghz

Kami agak kagum bagaimana Intel masih bersikeras untuk ‘memeras’ fabrikasi 14nm mereka hingga tetes terakhir.

Nampaknya satu alasan Intel masih menggunakan 14nm adalah karena mereka sudah melakukan berbagai optimalisasi yang dilakukan untuk memeras semua potensi clockspeed, dibandingkan menggunakan fabrikasi 10nm mereka yang tidak terlihat memiliki potensi clock sebaik 14nm.

Terlihat bahwa peningkatan instruction per clock arsitektur Ice Lake 10nm tidak diiringi clockspeed cukup untuk mengeluarkan performa-nya, sehingga Comet Lake dengan arsitektur dan fabrikasi 14nm lama masih lebih bisa dibuat kompetitif.

 

Arsitektur: Masih setara ‘Skylake’ 2015

Comet Lake merupakan sebuah optimalisasi dari arsitektur Skylake yang hadir di 2015 lalu, sama halnya dengan Kaby Lake, Coffee Lake, dan juga Coffee Lake Refresh.

Jelas sekali, walaupun IPC yang ada di prosesornya tidak berubah karena dasar arsitekturnya sama, clockspeed yang diberikan Comet Lake sangat JAUH berbeda dengan saat skylake pertamakali dirilis.

Bahkan dari 10 prosesor Skylake i7-6700K 14nm yang kami punya, mencari yang bisa beroperasi di 4.8 Ghz saja sudah sangat sulit.

Skylake 14nm, sulit sekali mencapai 4.8 Ghz *klik untuk memperbesar

 

 

Comet Lake-S seri tertinggi dikabarkan menyentuh clock 5.3Ghz, sebuah angka yang tidak main-main. Sayangnya, ada banyak ‘syarat dan ketentuan berlaku untuk 5.3Ghz ini.

 

5.3 GHz : TIDAK All-core – Penjelasan Thermal Velocity Boost & Turbo Boost Max 3.0

Sama hal-nya dengan versi notebook, Core i9-10900K mencapai clockspeed 5.3Ghz dengan sebuah fitur bernama Thermal Velocity Boost (TVB) dan juga Intel Turbo Boost Max 3.0 (TBM 3.0)

Secara singkat, berikut cara kerja-nya

  • Thermal Velocity Boost dan Turbo Boost Max 3.0 adalah mode Boost yang lebih advanced dari Turbo Boost biasa
  • Turbo Boost Max 3.0 (TBM 3.0) HANYA bisa terjadi pada 2-core TERBAIK dari seluruh package (TIDAK bisa aktif untuk all-core)
  • Thermal Velocity Boost  (TVB) adalah sebuah mode yang mengizinkan Boost clock lebih tinggi dari Turbo Boost Max 3.0, HANYA bisa dicapai saat suhu prosesor di bawah 70 C.

 

Turbo Boost Max 3.0 : HANYA bisa terjadi di 2-core terbaik setiap chip

Turbo Boost 3.0 *klik untuk memperbesar

 

 

Sesuai spesifikasi yang diberikan Intel, clockspeed Core i9-10900K dapat diartikan sebagai berikut:

  • Pada saat Load All-core, CPU diizinkan boost hingga 4.8Ghz  (Turbo Boost All-core)
  • Jika saat Load All-core ini suhu CPU di bawah 70C, maka kecepatan All-core-nya bisa menjadi 4.9 Ghz (Turbo Boost All-core + TVB)
  • Saat load ringan single-core, CPU diizinkan boost sampai 5.1 Ghz, TAPI ada 2-core terbaik yang boleh boost ke 5.2 Ghz (TBM 3.0)
  • Jika 2-core terbaik tersebut suhunya di bawah 70 C saat melakukan Intel Turbo Boost Max 3.0, maka mereka diizinkan boost ke 5.3Ghz (TBM 3.0 + TVB)

 

Jadi TVB dan TBM 3.0 yang menghasilkan 5.3 Ghz ini bukan mode boost yang bisa di-sustain/ ditahan dalam waktu lama pada semua core, implementasi ini akan menghasilkan karakteristik operasi serupa dengan AMD ‘XFR’ yang ada pada Ryzen (walau cara kerjanya jelas berbeda).

 

 

ANALISIS: Thermal Velocity Boost di Core i9-10900K

Mari lihat cara kerja Intel Thermal Velocity Boost (TVB).

Fungsi utama TVB di 10900K adalah memberikan 1x multi extra saat suhu prosesor di bawa 70C.

 

TVB saat all-core load: Up to 4.9Ghz

Untuk mudahnya lihat beberapa screenshot berikut ini:

Cinebench R15 Start, Suhu CPU <70C, Clock CPU 4.9Ghz

(Cooler : EKWB EK-KIT S360)

*klik untuk memperbesar

 

Cinebench R15 berjalan lebih dari 3 menit, Suhu CPU >70C, Clock CPU 4.8Ghz

(Cooler : EKWB EK-KIT S360)

*klik untuk memperbesar

 

TVB : TIDAK Konstan

Seperti bisa dilihat di bawah ini, TVB tidak beroperasi dengan konstan, melainkan dia akan secara ‘intermittent’ aktif pada kondisi tertentu. Lihat Analisis CPU Ratio di bawah ini:

TVB All-Core : up to 4.9 Ghz

(CPU Ratio Core 0, Load All-core Blender 2.82 Classroom)

*klik untuk memperbesar

 

TVB 1-Core: Up to 5.3 Ghz

(Load Cinebench R15 Single Core)

*klik untuk memperbesar

 

Pada kondisi 1-core, selama CInebench R15 single-core load, TVB 1-core 5.3Ghz hanya dicapai sebentar sekali. Sebagai perbandingan TVB all-core lebih sering mencapai clock 4.9Ghz.

Namun perlu diingat, Anda akan membutuhkan Cooling yang POWERFUL untuk menjaga Core i9-10900K di bawah 70C saat semua core-nya di full-load.

Watercooling Custom EKWB EK-KIT S360 dapat menjaga performa optimal dan TVB lebih sering menyala

 

 

TVB : Voltage Optimizations

Hal berikutnya yang menarik adalah teknologi TVB memiliki satu fungsi lagi : yakni Voltage Optimizations.

Para overclocker umumnya sudah mengerti bahwa makin dingin sebuah prosesor tertentu, toleransi voltage-nya makin besar. Dalam kata lain, prosesor yang memiliki suhu lebih dingin dapat dioperasikan dengan voltage lebih rendah dengan kestabilan yang sama.

Untuk menjaga reliability, SEMUA prosesor modern umumnya mendapat rating voltage mereka pada suhu worst-case (TJMax). Ini berarti selama suhu operasional CPU jauh dari TJMax, ada potensi untuk menurunkan voltage (‘undervolt’), untuk mencapai suhu operasi yang lebih rendah, atau sekadar power efficiency lebih baik.

Intel meng-otomatiskan fungsi ‘undervolt’ ini dengan TVB Voltage Optimizations, dimana prosesor mereka secara otomatis akan dijalankan pada voltage sedikit lebih rendah saat suhunya dingin. Lihat screenshot berikut:

*klik untuk memperbesar

 

Pada suhu normal saat load sekitar 75C-an, CPU 10900K yang kami miliki dioperasikan pada sekitar 1.192 – 1.195 V.

Namun saat suhu agak tinggi di 95C (karena penggunaan cooler pas-pasan), prosesor beroperasi pada 1.2 – 1.207 V.

Perbedaan ini kecil, hanya sekitar 10 – 12 mV, namun demikian teknologi seperti ini berguna untuk menurunkan voltage yang berarti:

  • Prosesor lebih dingin
  • Stress yang diterima CPU lebih rendah
  • Power Efficiency lebih baik.

 

Solder Tim + Thin Die + Thicker IHS

Melihat power output yang besar, solusi pendinginan yang optimal pastinya dibutuhkan, dan juga metode untuk mentransfer panas lebih optimal.

Seperti generasi sebelumnya, Intel menggunakan STIM (Solder Thermal Interface Material) yang memiliki thermal conductivity rating jauh lebih tinggi dari TIM model paste

(Catatan: TIM paste bisa ditemukan pada banyak prosesor Intel, seperti Kaby Lake dan Coffee Lake 6-core).

Selain itu, Intel juga mencoba sedikit ‘menipiskan’ die prosesornya dan menebalkan integrated heat-spreader untuk membuat transfer thermal dari bagian terpanas die lebih efisien dilakukan.

 

TDP : 125W, Boost up to 250W

Dengan standar clockspeed begitu kencang, nampak wajar kalau power output dari prosesor ini nampak dirancang untuk beroperasi power limit yang cukup besar, walaupun Rated TDP-nya hanya 125W.

Intel memilki 3 variabel yang bisa di-tune seputar power – disebut PL1 dan PL2, dan Tau.

  • PL1 (Long Term Boost) biasanya dikalibrasi sesuai TDP
  • PL2 (Short Term Boost) biasanya dikalibrasi lebih tinggi, sekitar 1.25x TDP. Kadang motherboard juga meningkatkan nilai ini sesuai kapasitas VRM.
  • Tau adalah ‘Turbo Time’, waktu yang diberikan prosesor untuk boleh beroperasi pada Turbo boost

 

Ini jawaban resmi representatif Intel seputar rating official dari PL1, PL2, dan Tau dari 10900K :

“..our motherboard partners have optimized their respective board and BIOS settings for the 10th Gen Intel® Core™ desktop processors. For the unlocked 10th Gen Intel® Core™ i9-10900K desktop processor, Intel’s configuration recommendation are PL1 = 125, PL2 = 250 and Tau = 56 seconds.

We allow our partners to configure their boards and implement power and performance settings according to their own design targets. Motherboard partners may provide their customers with options to customize PL1, PL2 and Tau. Some partners configure their boards’ default settings to follow Intel’s configuration recommendation for PL1, PL2 and Tau, while some partners may set their own default PL1, PL2 and Tau targets that may draw more power and may require more capable cooling solutions.”

 

Tanpa masuk lebih teknis lagi, menurut informasi yang kami terima dari Intel, mereka menyatakan bahwa prosesor Intel Core i9-10900K akan memiliki PL1 sesuai TDP yakni 125W, namun PL2-nya adalah 250W, dengan Turbo Time selama 56 detik.

Intel pun mengatakan bahwa motherboard vendor masih boleh melakukan tweaking pada nilai ini jika dirasa perlu untuk meningkatkan performa.

Perlu diketahui, ini adalah figur power limit kelas high-end desktop, bahkan sebuah Core i9-7900X HEDT bisa memiliki PL2 Limit lebih rendah dari 10900K !

Nampaknya prosesor ini jelas di-desain dengan fokus pada high-clockspeed untuk tujuan high-performance high-framerate gaming, dan nampak mengabaikan faktor power efficiency.

 

 

ANALISIS: TDP & Power Limit – ‘INTEL  SPEC’ vs ‘MB SPEC’

Seperti yang kami utarakan di atas, adakalanya setting power limit motherboard akan diizinkan melewati rating TDP yang direkomendasikan Intel.

Namun apa yang benar-benar berbeda? Kami membandingkan rating Intel (‘INTEL SPEC’, PL1 125W, PL2 250W for 56s) dengan rating default motherboard (‘MB SPEC’).

Motherboard yang kami gunakan adalah MSI Z490 GODLIKE.

*catatan: setting power limit yang berbeda ini kadang akan menyala by default,  atau kadang harus diakses dengan sebuah menu tertentu, kadang bernama ‘Multi-Core Enhancement (MCE)’

 

Berikut analisisnya:

HWINFO – CPU Package Power (W)

*klik untuk memperbesar

 

 

HWINFO – CPU Package Temperature (C)

*Cooling: EKWB EK-KIT S360

 

CPU Ratio

 

Performance Test – Blender 2.82 (‘Classroom’ project)

 

Keterangan:

  • Nampak jelas bahwa motherboard seperti MSI Z490 GODLIKE secara default akan melewati rating yang diberikan Intel, karena motherboard ini akan membiarkan CPU terus menerus berjalan pada kecepatan Maksimalnya.
  • CPU Package Power pada INTEL SPEC akan turun ke 125W setelah load konstan beberapa saat, dan pastinya CPU Multiplier juga turun ke 41-42x.
  • Suhu pada INTEL SPEC jauh lebih terkontrol, dimana suhu CPU yang tadinya max di 72C, turun ke sekitar 55-56C.
  • Tentu, performa yang diberikan INTEL SPEC ini juga lebih rendah pada aplikasi yang me-load CPU secara konstan (terlihat pada hasil benchmark blender).

 

Sebagai tambahan, perbedaan INTEL SPEC dan MB SPEC ini akan sulit terlihat pada load ringan (seperti gaming), dan pada load ringan umumnya INTEL SPEC sudah cukup untuk menangani berbagai skenario penggunaan dengan kecepatan maksimal

Selalu check apakah motherboard Anda menjalankan CPU 10900K pada spesifikasi rekomendasi Intel, atau di-override demi performa lebih tinggi, karena menggunakan power limit yang lebih tinggi pastinya menghasilkan thermal & power output lebih besar.

 

 

ANALISIS: Kebutuhan Cooler (Noctua NH-D15S vs EKWB Ek-KIT S360)

Melihat Power Limit yang begitu tinggi di range 200W+ pada motherboard tertentu yang memberikan spesifikasi power limit di atas rating yang diberikan Intel, kami penasaran akan kebutuhan cooler untuk Core i9-10900K pada kondisi ini.

Selain Cooler custom watercooling EKWB EK-KIT S360 yang kami jadikan sebagai testbed, kami juga menguji sebuah Heatsink Legendaris Noctua NH-D15S. Kedua sistem diuji pada Open Benchtable, dengan ambient 25C. Load yang kami jalankan adalah rendering Blender (Classroom project).

*klik untuk memperbesar

 

Terlihat jelas bahwa Heatsink kelas Noctua NH-D15S masih agak kewalahan menangani load dari Core i9-10900K, dan suhu maksimum-nya sudah melewati 85C, hampir menyentuh kisaran 90C.

 

 

Chipset Intel 400 Series : Z490 Jadi Flagship

Karena CPU Socket berubah, nampak wajar kalau ada chipset baru yang dibuat untuk mendukung pengoperasian CPU Intel Comet Lake-S.

Chipset tersebut adalah chipset Intel 400-series, dan pada pembahasan kali ini, chipset flagship yang menyertai pengujian kami kali ini adalah Intel Z490.

Block diagram chipset Z490 *klik untuk memperbesar

 

Berbicara seputar interkoneksi dan ekspansi, tidak terlalu banyak yang berubah dari platform ini dibandingkan generasi LGA 1151v2 + Z390 sebelumnya.

  • CPU Intel 10th Gen Comet Lake-S akan memiliki 16x Lane PCIe 3.0
  • 16x PCIe Lane CPU bisa dikonfigurasi sebagai 1×16, 2×8, atau 1×8 + 2×4 bergantung konfigurasi motherboard
  • CPU ke Chipset (PCH – Platform Controller Hub) dihubungkan melalui interkoneksi DMI 3.0 8 GT/s (kurang lebih ekuivalen dengan 4x PCIe 3.0)
  • Chipset Z490 sendiri memiliki hingga 24x Lane PCIe 3.0, membuat Intel Comet Lake platform memiliki total up to 40x Lane PCIe 3.0

 

Sebagai tambahan, selain up to 24x PCIe 3.0 Lane, chipset Z490 juga memiliki kemampuan ekspansi sebagai berikut:

  • 6x SATA 6 Gbps
  • Up to 6x USB 3.2 Gen2x1 (SuperSpeed USB 10Gbps)
  • Up to 10x USB 3.2 Gen1x1 (SuperSpeed USB 5Gbps)
  • Up to 14x USB 2.0
  • Dukungan Intel 2.5G Base-T Ethernet MAC/PHY
  • Dukungan Intel Wi-Fi 6 AX201 CNVi
  • Dukungan Intel Optane Memory

Dan pastinya karena Z490 adalah chipset flagship, Intel akan mengizinkan fungsi tuning dan overclocking, baik melalui UEFI BIOS di motherboard, maupun lewat tool seperti Intel Extreme Tuning Utility.

 

Memory Controller & RAM Support : (Tidak) hanya DDR4-2933  

*klik untuk memperbesar

 

Berikutnya, untuk dukungan RAM, Intel menyatakan platform ini akan mendukung standar DDR4-2933 (‘real’ clock: 1466Mhz), namun kecepatan ini BUKAN kecepatan maksimal yang didukung oleh platformnya.

Intel mem-validasi memory controller mereka untuk SETIDAKNYA berfungsi pada kecepatan DDR4-2933 di konfigurasi 2 DIMM Per Channel, yang berarti 4-DIMM total pada operasi Dual-Channel. Kecepatan ini dapat dianggap nilai ‘worst case’, dan belum memperhitungkan kemampuan modul/chip RAM yang terpasang, serta desain motherboardnya.

Seperti yang umum terjadi, SANGAT mungkin untuk platform ini mendukung kecepatan lebih tinggi dari spesifikasi yang diberikan Intel, walaupun dari sudut pandang prosesor, hal ini sudah merupakan overclocking.

Anda bisa melihat di bawah ini bahwa dengan komponen tertentu, kami bisa menjalankan kecepatan DDR4-4500 (2250Mhz) pada sebuah kit G.Skill TridentZ DDR4-4000 CL15 2x8GB dengan motherboard MSI Z490 GODLIKE.

*klik untuk memperbesar

 

 

Fungsi Overclocking Baru

Seperti biasa, Prosesor Intel Seri K (atau X/XE), akan mendukung overclocking jika dipadukan dengan motherboard yang mendukung overclocking.

Pada Core 10th Gen Comet Lake , Intel memperkenalkan beberapa fungsi Overclocking baru, seperti yang bisa dilihat berikut ini:

 

Yang nampak cukup menarik untuk dibahas adalah per-Core HT dan VF Curve controls (Karena tool Intel Performance Maximizer belum tersedia saat pengujian ini berlangsung)

 

Per-Core HT

Prosesor Intel tertentu biasanya mendukung mode 2-way Simultaneous Multi-threading (2-way SMT) yang juga disebut Hyper-Threading(HT), membuat 1(satu) physical core bisa berfungsi sebagai 2(dua) logical core. menangani 2(dua) task secara simultan.

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan aplikasi tertentu, biasanya pengguna bisa menyalakan atau mematikan HT ini.

Namun, bisa dilihat bahwa Comet Lake memiliki mode operasi yang lebih bisa di-fine tune lagi, sampai kita bisa memilih mana core yang boleh menyalakan/mematikan HT-nya, seperti ini:

 

Di atas, kami mencoba mencari 2 core dan mematikan HT-nya, membuat sebuah 10900K menjadi memiliki konfigurasi yang agak ‘aneh’ yakni 10-Core 18-Thread.

Kami sendiri belum mencari tahu seberapa jauh ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan performa atau fine-tuning, dan mungkin akan membahas fungsi ini di lain waktu.

 

Per Point Voltage Offset / ‘VF Curve’ Tuning

*klik untuk memperbesar

Sebagai satu fungsi tambahan, Intel kembali membuka sebuah kontrol tambahan untuk melakukan fine-tuning pada voltage prosesornya.

Selama ini, setiap prosesor Intel memiliki sebuah Voltage Identification Definition(VID) untuk beroperasi di range frekuensi tertentu (misalnya saat prosesor beroperasi di ratio 30x, pastinya voltage yang diperlukan berbeda dibanding dengan saat prosesor beroperasi pada ratio 40x).

Pada Comet Lake, Intel mengizinkan penggunanya untuk melakukan fine-tuning voltage ini, entah menambah, atau mengurangi pada range spesifik.

Pada Core i9-10900K, pengguna dapat mengubah ‘VF Curve’ ini pada beberapa point:

  • VF Point 1 : Ratio 8x
  • VF Point 2 : Ratio 25x
  • VF Point 3: Ratio 35x
  • VF Point 4: Ratio 43x
  • VF Point 5: Ratio 48x
  • VF Point 6: Ratio 51x
  • VF Point 7: Ratio 52x
  • VF Point 8: Ratio 53x atau di atas-nya

Nampak bahwa ini nantinya akan berguna untuk penggunanya mengubah voltage yang dibutuhkan untuk mencapai ratio tertentu, namun TIDAK mengubah voltage yang dibutuhkan prosesor saat beroperasi pada ratio rendah.

 

 

Overclocking CPU : Turbo Ratio Overclocking, Per Core Load

Satu hal yang membuat overclocking di CPU Intel lebih fleksibel, adalah adanya kemampuan untuk memilih mode overclocking CPU.

Overclocking ‘tradisional’ yang melakukan setting CPU All-core tetap bisa dilakukan, namun sejak lama Intel memiliki fleksibilitas untuk mengatur CPU Core Ratio berdasarkan jumlah core yang sedang di-load.

Secara singkat, ini berpotensi untuk meningkatkan kecepatan CPU saat All-core load,  tanpa mengorbankan kecepatan CPU saat single-core load.

Lihat setting BIOS dari MSI Z490 GODLIKE berikut ini:

Pada kondisi DEFAULT, Core i9-10900K akan beroperasi pada:

  • Up to 2-Core Load : 53x CPU Ratio
  • Up To 3-Core Load: 51x CPU Ratio
  • Up to 5-Core Load: 50x CPU Ratio
  • Up to 10-Core Load: 49x CPU Ratio

 

Kita bisa memilih untuk melakukan OC pada ALL-CORE, namun kadang ini akan cukup berat ditangani oleh cooler yang kita miliki.

Sebagai alternatif, kita bisa mencoba untuk mengaplikasikan OC dengan Turbo Ratio sesuai core load.

Berikut ini adalah sebuah contoh overclocking dengan metode turbo ratio, dimana kami memilih :

  • Up to 2-Core Load : 55x CPU Ratio
  • Up To 3-Core Load: 53x CPU Ratio
  • Up to 5-Core Load: 52x CPU Ratio
  • Up to 10-Core Load: 51x CPU Ratio

(keterangan: Setting OC di atas adalah sebuah Preset OC pada motherboard MSI Z490 GODLIKE) 

 

Dan setting OC tersebut akan mendapat hasil berikut ini:

Cinebench R15 Single Core : 238 (Default: 229)

Cinebench R15 Multi-Core : 2729 (Default: 2648)

 

Tentu, sebagai alternatif, Anda masih bisa mengoperasikan CPU dengan mode OC All-core.

Variabel overclocking yang ada di Comet Lake kurang lebih mirip dengan yang ada di generasi 14nm sejak Skylake.

Variabel yang menentukan performa CPU adalah CPU Ratio, dan juga Ring Ratio (terbaca sebagai ‘NB Frequency’ di CPU-Z)

Berikut setting yang kami pakai untuk mencapai 5.2Ghz CPU Core all-core (dan setting Ring ke 4.8Ghz), baik CPU dan Ring mendapat supply daya dari CPU Voltage, sehingga Anda tidak perlu mengubah voltage yang lain untuk 2 variabel ini.

 

 

Hasil:

Cinebench R15 Single Core : 230 (Default: 229)

Cinebench R15 Multi-Core : 2857 (Default: 2648)

*klik untuk memperbesar

 

 

 

 

Penutup

Meski memberikan kesan ‘diperas hingga tetes terakhir’, prosesor Intel Core i9-10900K yang menjadi flagship Core 10th Gen Comet Lake menunjukkan potensi yang menarik. Sama dengan Core i9-9900KS yang merajai pengujian seputar gaming, Core i9-10900K nampak sukses membuktikan klaim Intel bahwa prosesor tersebut unggul pada skenario gaming – setidaknya pada skenario dimana CPU masih jadi penentu performa (CPU-bound).

 

Overclocking: Masih ada Potensi?

Potensi overclocking dari prosesor tersebut sedikit pro dan kontra, karena bagi sebagian besar user, headroom yang tersedia sudah diperas habis, dan hampir tidak ada lagi.

Untungnya, dengan fleksibilitas yang ditawarkan oleh Intel seperti setting CPU Ratio sesuai dengan jumlah core yang di-load, fine-tuning masih bisa dikerjakan. Dan Intel juga nampaknya masih memiliki memory controller DDR4 terbaik di kelasnya, karena mampu mendukung kecepatan tinggi, tanpa mengorbankan latency seperti yang ada di platform AMD Zen2 (Catatan: AMD Zen2 umumnya akan mulai mengorbankan latency pada kecepatan DDR4-4000 ke atas, karena mode operasi asinkron. Mode tertinggi yang bisa dijalankan tanpa pengorbanan latency adalah DDR4-3800).

 

Build: Komponen Harus Mumpuni

Namun, jika Performa optimal dari 10900K merupakan target Anda, Anda harus setidaknya bersiap dengan berbagai pertimbangan berikut:

Motherboard jelas tidak bisa sembarangan – Anda perlu memperhitungkan apakah motherboard yang digunakan memiliki komponen, terutama regulator daya yang masih beroperasi dengan suhu ‘sehat’ saat heavy load (ini perlu diperhatikan, terutama jika motherboardnya memiliki mode operasi yang power limit-nya di atas rekomendasi Intel)

Pendingin Prosesor : Butuh minimal AIO 240-360mm, atau Heatsink besar – Jika Anda ingin mengoperasikan prosesor 10900K pada kondisi optimal dimana power-nya dijaga konstan pada sekitar 200W-an package power (tidak turun ke rating 125W), lupakan cooler murah. Sebuah NH-D15S harus dipaksa beroperasi di atas 85C, pada sebuah Open Bench Table dengan ambient 25C. Ini berarti dengan case tertutup yang airflow-nya restricted, Anda akan mudah menjumpai angka 90C atau lebih dengan cooler yang sama.

Jika Anda menggunakan Heatsink Tower 12cm biasa, kami sangat menyarankan untuk mengoperasikan 10900K pada rekomendasi power limit Intel (PL1 125W, PL2 250W @ 56s). Sedangkan Anda yang berpikir untuk meng-overclock CPU ini, silahkan bersiap menggunakan cooler AIO Watercooler 240-360mm, atau sebuah solusi custom watercooling dengan radiator 240-360mm.

RAM – mendukung kecepatan tinggi, disarankan DDR4-3600 – Dengan fokus pada gaming performance, nampak tidak sulit untuk melihat bahwa RAM yang kencang akan juga dibutuhkan untuk performa optimal pada skenario gaming. Sejauh pengujian kami, kami melihat DDR4-3600 menjadi rating kecepatan yang perlu Anda incar, dan untungnya banyak RAM DDR4-3600 yang harganya relatif terjangkau, setidaknya dibandingkan dengan total harga platformnya.

GPU setidaknya kelas RTX 2080 / GTX 1080 Ti / Radeon VII – Kelebihan 10900K adalah performa gaming kencang pada saat kondisi CPU-bound. Jadi, cukup aman untuk berasumsi bahwa pengguna GPU kelas menengah (seperti RTX 2060 Super/ RX 5700XT) akan lebih sering mengalami kondisi GPU bound ketimbang CPU Bound. Untuk merasakan manfaat Core i9-10900K dengan optimal, sangat disarankan untuk memadukan CPU ini dengan GPU yang powerful.

 

Perlu Diperhatikan – Ekspansi & Interkoneksi

Sebagai catatan juga bahwa sebagai platfom ‘mainstream’, interkoneksi dan fitur ekspansi dari Comet Lake dan chipset Intel 400-series seperti Z490 akan relatif terbatas. Kami sudah cukup banyak melihat contoh dimana platform ini banyak mengalami banyak slot/resource sharing (misal penggunaan PCIe lane dari PCH akan menyebabkan slot M.2 NVMe tertentu tidak bisa digunakan, dsb), bahkan di motherboard kelas atas sekalipun.

Jika Anda adalah pengguna yang sensitif dengan interkoneksi dan ekspansi(terutama storage dan multi-GPU setup), dan memiliki kebutuhan akan slot ekspansi yang massive, hal ini perlu diperhatikan.

 

Catatan: PCIe Gen3 vs Gen4

PCIe Controller pada Comet Lake juga hanya mendukung PCIe Gen 3.0, dan tidak bisa mengakses mode PCIe Gen 4.0 (beberapa motherboard Z490 mengaku sudah memiliki beberapa komponen yang mendukung PCIe Gen 4.0, tapi hanya di next-gen CPU).

Kami sendiri saat ini belum melihat adanya skenario penggunaan yang maksimal untuk PCIe Gen 4.0, tapi kalau Anda merasa bahwa tipe interkoneksi Gen 4.0 ini adalah suatu hal yang penting, ketahuilah bahwa Comet Lake tidak memiliki hal tersebut.

Perbedaan transfer rate antara PCIe Gen 3(atas) dan Gen 4(bawah) di SSD nmve Corsair MP600 *klik untuk memperbesar

 

 

 

Kami masih akan banyak menguji berbagai hal seputar Intel Comet Lake, jadi stay tuned di JagatOC untuk berbagai artikel dan pengujian lainnya ;)

 

 

 

STOCK PERFORMANCE REFERENCE – Core i9-10900K

Bagi Anda yang ingin melihat stock performance sebuah Core i9-10900K melawan berbagai CPU sekelas lainnya, Anda bisa mendapatkan data tersebut di bawah ini:

Keterangan:

  • Core i9-10900K dengan motherboard Z490, 2x8GB DDR4-3600 CL16
  • Core i9-9900KS dengan motherboard Z390, 2x8GB DDR4-3600 CL16
  • Core i9-7900X dengan motherboard X299, 4x8GB DDR4-3200 CL16
  • Ryzen 9 3900X dengan motherboard X570, 2x8GB DDR4-3600 CL16

Benchmark Sintetis

 

Real-world Application

 

Gaming – 1080p

 

Relative Performance

*Klik untuk memperbesar

 

*Klik untuk memperbesar

 

 

Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES