5 Perbedaan Competitive Overclocking Vs. Normal Overclocking

Reading time:
July 16, 2015

Perbedaan #1: Definisi Kestabilan

4670K_DEF_LinX

Sebuah faktor utama yang membedakan antara normal overclocking dan competitive overclocking adalah definisi kestabilan-nya. Overclocker yang menggunakan PC-nya untuk kebutuhan harian membutuhkan PC-nya untuk bisa dioperasikan se-stabil mungkin seperti layaknya sistem yang tidak di-overclock. Untuk mencapai hal ini, banyak overclocker yang menjalankan berbagai software uji kestabilan, seperti misalnya LinX 0.6.4 yang kami jalankan untuk pengujian temperatur dan juga uji kestabilan memori, atau menjalankan pengujian 3D berat seperti FurMark, Unigine Heaven, maupun menjalankan 3DMark yang di-looping beberapa waktu lamanya.

Setting Overclocking pada skenario harian seperti ini akan disesuaikan untuk menjaga PC tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan suhunya terjaga.

Bagaimana dengan skenario competitive overclocking?

*klik untuk memperbesar*

Bagi competitive overclocker, stabil bagi mereka adalah bisa menjalankan benchmark dan mengeluarkan skor. Kadang bagi competitive overclocker yang sedang berusaha mendapatkan kecepatan CPU maksimal, konsep ‘stabil’ bagi mereka hanyalah bisa menjalankan CPU-Z untuk mem-validasi pencatatan clock! Men-tuning sistem untuk bisa stabil di angka MHz terakhir dan menyesuaikan dengan beban benchmarknya adalah perbedaan utama competitive overclocking dengan overclocking untuk kegunaan harian.

 

Perbedaan #2: Kegunaan Dan Fungsionalitas PC

Berbicara kegunaan, kami sudah sebutkan di atas bahwa overclocking untuk daily use memiliki fokus untuk mencari ekstra performa untuk pemakaian sehari-hari. Tentunya PC tersebut harus bisa digunakan sebagaimana mestinya sebuah PC biasa. Namun bagi skenario competitive overclocking, kadang fungsi sebuah hardware bisa saja ‘dikorbankan’ atas nama skor benchmark.

Gambar sudah kabur, demi meningkatkan skor benchmark (Sumber: Ocaholic.ch)
Gambar sudah kabur, demi meningkatkan skor benchmark (Sumber: Ocaholic.ch)

Berikut beberapa contohnya:

  • Menggunakan 1 core pada CPU yang memiliki jumlah core banyak, hanya untuk mencapai nilai Mhz terakhir pada core tersebut
  • Menggunakan OS yang sudah di-tweak habis-habisan untuk menjalankan satu benchmark tertentu, meskipun OS tersebut kehilangan banyak services dan tidak bisa berfungsi normal layaknya OS biasa, Kadang ada juga beberapa benchmark yang harus dijalankan pada OS uzur seperti Windows XP.
  • Mencari driver yang menghasilkan skor benchmark 3D tertinggi, dan menurunkan kualitas gambar di setting driver untuk sedikit ekstra skor(bahkan sampai mematikan tesselation)
  • Menggunakan Pendingin yang tidak bisa digunakan untuk penggunaan harian(akan dibahas lebih lanjut di bawah)
Hanya menjalankan Satu Core

Dari sudut pandang pengguna biasa, hal yang dilakukan competitive overclocker sudah masuk taraf absurd dan tidak punya kegunaan sama sekali, namun itulah berbagai hal yang mereka lakukan demi mencapai skor lebih tinggi.

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (English Version) Cooling in a…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Lebih Dekat Dengan MSI Z390I Gaming Edge AC Link Produk…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Tampilan Fisik – VRM – Cooling Spesifikasi Singkat VRM –…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

BIOS Option – AI Overclocking Pada bagian ini kami akan…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

Memory Try It Secara singkat, Memory Try It adalah sebuah…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Test – CPU OC Performance Pada keadaan default, Core i9-7900X…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…