in: Editorial | May 1, 2016 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

JagatOC.com 2016: Tahun Baru, Semangat Baru

JagatOCdotcom

Tidak terasa, sudah tepat setahun berlalu sejak JagatOC.com resmi diluncurkan. Bermula dari tanggal 1 Mei 2015, saya dan segenap kru JagatReview OC Team(JagatOC) lainnya mendedikasikan diri untuk menciptakan sebuah situs berisi konten spesifik mengenai Overclocking dan PC Performance Tuning. Tentu, tantangan ini tidak mudah.

PC: Makin Kencang

Komponen PC: Makin Kencang

Overclocking merupakan sebuah bagian yang sangat spesifik di kalangan pengguna PC, dan seiring perkembangan teknologi, kecepatan PC yang makin kencang membuat kebutuhan overclocking makin menipis, bagi kebutuhan gaming yang berat sekalipun.

Dulu, Gamer PC terkenal sebagai salah satu kalangan pencetus overclocking karena mereka butuh performa ekstra. Kebanyakan gamer PC tahun 90-an dan awal Tahun 2000 umumnya mengenal PC mereka dengan baik, dan biasanya cukup mengerti seluk beluk komputer, dan tidak jarang gamer-gamer itu menggunakan overclocking sebagai metoda mendapatkan Framerate(FPS) lebih tinggi demi kenyamanan bermain maksimal. Overclocking pada masa ini sulit dilakukan, namun potensi kinerja ekstra-nya membuat para ‘pengoprek’ PC ini rela belajar OC meski sulit.

Bagaimana dengan sekarang? Seperti yang saya sebut di atas, dengan makin kencangnya performa PC, sekarang PC dengan spesifikasi menengah ke bawah pun umumnya bisa bermain game-game popular tanpa perlu melibatkan overclocking(seperti DOTA 2 dan CSGO misalnya). Untuk penggunaan berat seperti Multimedia Editing dan 3D Rendering pun, sudah tersedia prosesor multi-core yang siap melahap pekerjaan tersebut dengan performa memadai, lagi-lagi tanpa perlu overclock.

Pengguna PC masa kini pun dimanjakan dengan performa memadai ini, dan membuat sebagian besar pengguna tidak perlu mengenal PC mereka secara mendalam untuk bisa menggunakannya secara maksimal. Tidak jarang di masa modern ini saya melihat seorang yang setiap harinya bekerja dengan komputer namun hampir tidak tahu seluk-beluk komputernya. “Yang penting bagus dan murah! Buat apa buang waktu mempelajari komputer? Lebih baik waktunya saya pakai untuk mengerjakan hal lain” Kurang lebih itu pendapat yang pernah saya dengar di berbagai grup diskusi hardware.

Pembahasan overclocking yang termasuk sulit dan teknikal pun makin membuat teknik ini turun popularitasnya, hingga lahir pendapat bahwa overclocking sudah menjadi useless, dan menjadi kegiatan tak berguna yang membuang-buang waktu, seperti salah satu komentar pengguna PC di bawah ini.

OC_Comment

Lalu, melihat jumlah overclocker yang semakin menurun, apakah berarti overclocking akan hilang? Belum tentu!

 

Mengejar Clockspeed: Produsen Hardware Pun Berperan

Salah satu paper yang berisi perbandingan overclocking dengan Turbo Boost *klik untuk memperbesar*

Sejak lama banyak produsen prosesor secara spesifik berusaha untuk memaksimalkan clockspeed prosesor mereka sambil menjaga kestabilan, dengan menciptakan algoritma ‘adaptive clocking‘, dimana sensor prosesor membaca berbagai keadaan(suhu,daya, voltase) untuk memaksimalkan clockspeed prosesor mereka demi performa tinggi namun tetap aman dan stabil.

Intel menamakan teknologi tersebut dengan nama Turbo Boost. Baik AMD, dan NVIDIA pun memiliki teknologi dengan tujuan serupa namun nama dan aplikasinya beda.

Overclocking bisa dibilang ‘berbeda’ dengan Turbo Boost, karena overclocking dilakukan secara manual oleh pengguna di luar batas produsen, sedangkan ‘Turbo Boost’ dilakukan secara otomatis di dalam batas aman. Namun, jika dilihat lebih dalam, tujuan mereka mirip:

Tingkatkan Clockspeed, namun lakukan dengan stabil dan aman“. 

Di sini, jelas terlihat bahwa upaya meningkatkan clockspeed sudah datang dari si produsen prosesor itu sendiri.

 

OC: Semakin Mudah, Semakin Banyak Dukungan dari Vendor

Galax GTX 980 Ti HOF LN2 GOC: Dibuat khusus untuk ‘balapan’ benchmark.

Beberapa tahun terakhir, overclocking mendapat sorotan tersendiri bagi produsen hardware, terutama vendor-vendor yang ingin membuktikan bahwa mereka memiliki performa terbaik, di ajang adu kencang skor benchmark. Kini, overclocking sudah menjadi ciri khas yang dicari para vendor untuk membedakan produk mereka.

Tidak percaya? Lihat betapa banyaknya kartu grafis yang datang dengan konfigurasi pre-overclocked. Para vendor VGA seringkali menjalankan chip VGA tertentu di luar spesifikasi yang ditetapkan pembuat chipnya(AMD atau NVIDIA), demi mendapat ekstra 10-15% performa yang bisa mereka jual dengan harga lebih mahal. Bahkan kadang ada produsen yang mendesain hardware mereka secara khusus untuk memaksimalkan clockspeed demi memecahkan rekor benchmark.

ASROCK_Z170_OCFormula_02

OC Formula – Motherboard khusus OC dari ASRock

 

Sebagai contoh terakhir, coba simak berbagai vendor motherboard yang menjual platform dengan dukungan overclocking, dan hitung berapa kata ‘overclocking’ yang terdapat di product page mereka :)

Ironisnya, pendapat yang mengatakan bahwa overclocking itu tidak berguna, umumnya datang dari pengguna yang tidak tahu kalau tindakan meningkatkan clock untuk memaksimalkan performa PC sudah ‘mendarah daging’ dalam industri PC itu sendiri.

Overclocking yang dianggap “buang-buang waktu” ini secara tidak langsung mengakselerasi perkembangan teknologi yang kita saksikan sekarang, menghasilkan hardware yang kencang dan stabil meski berjalan di luar spesifikasinya.

Alasan di atas tersebut yang membuat saya dan segenap rekan-rekan JagatOC, mendirikan JagatOC.com tahun lalu.

JagatOC.com masih akan terus hadir memberikan berbagai konten mengenai overclocking dan cara meningkatkan performa sebuah sistem PC sampai batas maksimalnya. It’s all about overclocking, and pushing technology to its limits.

 

2016: Tetap Semangat Membahas Berbagai Teknologi Baru

OC_Content

JagatOC.com sudah beroperasi selama setahun. Dalam jangka waktu tersebut, saya dan segenap tim sudah mem-publish kurang lebih:

  • 12 Overclocking Guide
  • 23 Overclocking Review
  • 73 Overclocking Article(general, Tips, etc)
  • 13 Extreme Overclocking Test
  • 23 OC Competition Coverage

Tentu jumlah di atas jumlahnya masih sangat kecil untuk membahas dunia overclocking yang begitu luas, namun total jumlah artikel yang dibuat di JagatOC.com pada periode 2015-2016 tersebut sudah lebih banyak dari jumlah artikel overclocking yang dibuat tim JagatOC dalam periode 2010-2015! Saya dan tim JagatOC berniat untuk bisa menghadirkan konten overclocking yang lebih banyak lagi, dengan kualitas yang semakin baik tentunya!

JagatOC_2010_2016

Lab JagatOC 2010 – 2016

 

Beberapa rencana di Tahun 2016 ini yang akan mendapat banyak fokus adalah:

  • Menghadirkan berbagai panduan dasar overclocking yang lebih menyeluruh, bisa ditemukan dalam segmen OC 101.
  • Memperbanyak konten overclocking untuk hardware murah di segmen Budget OC.
  • Memaparkan hasil overclocking singkat dan padat di bagian Bench Log

Tentu, berbagai review hardware yang berhubungan dengan overclocking, serta beragam pengujian overclocking akan tetap berjalan seperti biasa. Lalu, mengingat situs overclocking HWBOT.org juga secara aktif mempromosikan Competitive Overclocking sebagai bentuk e-Sport dengan platform OC-eSports, tentu JagatOC juga akan banyak mengulas dan mengikuti berbagai kegiatan kompetisi overclocking di sana.

 

IOC: Indonesian Overclocker Community

IOC

Bagi Anda yang berminat untuk berdiskusi bersama berbagai overclocker Indonesia yang lain mengenai hal overclocking dan PC performance tuning, Anda bisa bergabung di grup FB Indonesian Overclocker Community , sebuah komunitas yang dinaungi oleh JagatOC.com , dan bertujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan overclocking di Indonesia. Sebagai alternatif, Anda juga bisa menyimak berbagai update harian di FB fanpage JagatOC.com.

 

Keep Pushing It!

Akhir kata, terima kasih untuk berbagai dukungan yang sudah diberikan dari Anda, para pembaca setia JagatOC.com. Here, we push technology to the edge of stability. Keep pushing it!

DSC04414

Keep pushing it, Indonesian Overclockers!

 

 

 

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Review | April 10, 2017 | Comments

Overclocking Review: ASUS ROG GX800VH

Kadang di dunia hardware PC, mengejar gelar ‘tercepat‘ membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Produk-produk tersebut juga umumnya jarang ditemui dan digunakan user, karena proses desain-nya yang rumit dan juga price
Read More »