in: Review | April 20, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Short Test: Ryzen 7 2700X di B350 vs X370 vs X470

Kedatangan prosesor baru biasanya disertai dengan berbagai perangkat pendukung seperti chipset motherboard tertentu. Ada prosesor yang kedatangannya membutuhkan socket baru dan membutuhkan motherboard dengan dukungan socket/chipset berbeda, ada juga prosesor yang didesain untuk bisa kompatibel dengan perangkat lama, hanya saja membutuhkan firmware upgrade.

Sebagai contoh, perubahan prosesor Intel dari 7th Gen ‘Kaby Lake’ ke 8th Gen ‘Coffee Lake’ membutuhkan motherboard dengan chipset baru(Z370). Chipset lama(Z270) tidak kompatibel secara resmi, meski Intel menyebutkan baik Kaby Lake dan Coffee Lake masih menggunakan soket sama(1151). Sebaliknya, pada perubahan prosesor AMD dari Ryzen 1st Gen ‘Summit Ridge’ ke Ryzen 2nd Gen ‘Pinnacle Ridge’, AMD menjamin Backward compatibility – yang berarti prosesor baru Pinnacle Ridge akan bisa berjalan normal di motherboard chipset lama(B350/X370), selama ada update BIOS yang dikeluarkan oleh si produsen motherboard.

RyzenSimpleIODiagram

 

Berbicara soal peranan chipset dalam platform AM4, AM4 dirancang dengan fokus utama untuk menjadi platform yang fleksibel untuk menangani berbagai prosesor AMD di masa datang, dan menjadikan semua platform AMD dari kelas low-end APU hingga enthusiast-class Ryzen CPU dengan 8-Core/16-thread, hingga ke APU ‘Raven Ridge’ menjadi satu soket saja. Ini dilakukan dengan membuat semua CPU AMD AM4 sejak Bristol ridge menggunakan desain SoC (system on chip), dimana setiap CPU sudah memiliki basic IO functionality, sehingga peran chipset pada motherboard adalah salah satunya menjadi semacam ‘extender‘ kapabilitas I/O dari SoC.

X470: Apa yang beda?

Sesuai dokumentasi AMD, chipset X470 secara fisik adalah versi chipset dengan TDP lebih rendah secara fisik(walau tidak disebutkan berapa bedanya), tapi chipset ini juga tidak memiliki perbedaan IO capabilities dengan X370. AMD sendiri hanya mencatatkan teknologi StoreMI (yang kurang lebih bisa disederhanakan sebagai software-based tiered storage untuk akselerasi – AMD bekerjasama dengan Enmotus FUZEDrive untuk hal ini), kami sendiri belum menguji StoreMI ini lebih jauh,

AMD pernah mengkonfirmasi bahwa X470 tidak memberikan fitur spesial untuk menambah performa prosesor dalam keadaan default, namun mengingat chipset-nya secara konektivitas kurang lebih identik dengan X370, peningkatan yang nantinya ada di X470 akan berasal dari optimalisasi berbagai vendor motherboard terhadap prosesor Pinnacle ridge, seperti:

  • Pemberian Voltage Regulator dengan rating lebih tinggi untuk menangani clockspeed tinggi dan overclocking.
  • Fine-tuning DIMM Trace Layout untuk mendukung kecepatan RAM jauh di atas standar (DDR4-3466 sampai DDR4-3600+)

 

Pastinya yang masih akan menjadi pertanyaan banyak pengguna adalah:

“Apakah Pinnacle Ridge saya akan optimal di motherboard lama?”

Dan kami di JagatOC berharap bisa menjawab pertanyaan tersbeut dengan melakukan beberapa pengujian singkat.

 

Ruang Lingkup dan Metode Pengujian

Kami mengumpulkan dua buah motherboard non-X470, yakni B350 dan X370 yang sudah memiliki BIOS update untuk Ryzen 2nd Gen, motherboard tersebut adalah:

  • Gigabyte AB350N-Gaming WiFi (BIOS F22)
  • Gigabyte AX370-Gaming 5 (BIOS F20)

Kami akan menjalankan Pinnacle Ridge Ryzen 7 2700X pada board-board ini, lalu membandingkan mereka pada benchmark sintetis sederhana yang menguji performa prosesor, seperti Cinebench R15 dan Geekbench 3.

BIOS yang mendukung Ryzen 2nd Gen dibutuhkan di sini

Testbed

Berikut daftar perangkat yang kami gunakan:

  • CPU: AMD Ryzen 7 2700X (Default, Precision Boost2 on)
  • Motherboard 1: Gigabyte AB350N-Gaming Wifi
  • Motherboard 2: Gigabyte AX370-Gaming 5
  • Motherboard 3: Gigabyte X470 AORUS Gaming 7 Wifi
  • RAM: G.Skill TridentZ DDR4-3600CL16 2x8GB (run at DDR4-2933)
  • VGA: AMD Radeon RX 480
  • CPU Cooler: Stock AMD PRISM
  • PSU: Corsair AX1500i

 

Setting 1: RAM di DDR4-2933

RAM kami memiliki rating DDR4-3600, kami juga berasumsi bahwa motherboard yang kami pilih bisa menjalankan RAM ini semuanya di kecepatan RAM tinggi. Namun untuk mencegah masalah compatibility yang akan menghambat pengujian, kami menjalankan ketiga pengujian ini pada DDR4-2933 (sesuai rating RAM AMD Pinnacle Ridge).

 

Setting 2 : Wraith Prism Full-speed

Anda yang sudah membaca analisis Pinnacle Ridge kami, tentunya mengetahui bahwa performa cooling akan sedikitnya mempengaruhi performa prosesor karena XFR2, ini yang menyebabkan kami men-setting fan Prism pada full-speed.

Baca juga: Pengujian XFR2 – Cooling vs Performance

 

Baik, mari mulai!

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Tips | July 24, 2018 | Comments

Eksperimen: Tuning Aspect Ratio ke 32:9

Kadang-kadang ada beberapa hardware PC yang cukup menarik untuk membuat pengalaman berkomputer menjadi sangat berbeda. Beberapa hari lalu, rekan kami di JagatPlay tengah mencoba sebuah monitor 49″ dari Samsung yang
Read More »