in: General - Review | May 24, 2018 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Overclocking & Binning AMD Pinnacle Ridge : 15 CPU Test (2700X, 2700, 2600X, 2600)

Setting – BIOS

Prosedur testing kami di sini adalah:

  1. Setting beberapa parameter di BIOS (CPU Multiplier, CPU Voltage, etc)
  2. Fine-tuning di OS untuk mencari nilai maksimal dengan Ryzen Master Utility

 

Berikut setting yang kami jalankan pada BIOS:

  • Fan Speed MAX
  • OC Explore Mode: Expert
  • CPU Ratio: 40
  • A-XMP : Profile 1
  • DRAM Frequency : DDR4-3200
  • CPU Core Voltage: 1.35V
  • CPU NB/SoC Voltage: 1.15V
  • DRAM Voltage: 1.35V
  • DigitALL Power – CPU Loadline Calibration Control: Mode 2

 

*klik untuk memperbesar

*klik untuk memperbesar

 

*klik untuk memperbesar

 

*klik untuk memperbesar

 

*klik untuk memperbesar

 

Setting – Ryzen Master

Setelah masuk ke OS, kami mencari frekuensi CPU termaksimal yang bisa stabil menjalankan Cinebench R15 sebanyak 3x loop , untuk men-setting CPU di OS, kami menggunakan Ryzen Master Utility dan menaikkan CPU per 25Mhz hingga CPU tersebut tidak stabil lagi.

*klik untuk memperbesar

 

Cinebench – Suhu CPU

VCore 1.35V yang kami gunakan umumnya masih bisa ditangani oleh Corsair H105 Watercooler dengan baik, kebanyakan CPU memiliki suhu operasi maksimal pada 64 – 65C (pada 6-Core), dan 68 – 70C (pada 8-Core). **Diukur dengan HWiNFO Tdie

Sebuah Ryzen 5 2600 sedang menjalankan CInebench pada 4150Mhz *klik untuk memperbesar

 

Hasil

Berikut hasilnya:

*klik untuk memperbesar

 

Dari pengujian kami atas 15 sampel Ryzen Pinnacle Ridge, bisa diambil informasi bahwa rata-rata clockspeed dari pencapaian kami sesuai dengan klaim AMD yakni di 4.2 Ghz. Pencapaian clockspeed terburuk pada sample kami adalah 4.125 Ghz di 1.35v. Meski 4.125Ghz ini di bawah rata-rata untuk Pinnacle Ridge, perlu diingat kembali bahwa 4.1 Ghz+ pada 1.35V ini jarang sekali ditemukan pada Summit Ridge / Ryzen 1st Gen.

Baik 2700X, 2700, 2600X, maupun 2600 menunjukkan rentang karakteristik clock yang kurang lebih serupa. Sample kami jumlahnya kurang untuk menunjukkan data yang lebih detail, namun ini menunjukkan bahwa baik versi X maupun Non-X akan memiliki pencapaian clockspeed yang mirip. Rata-rata clockspeed terbaik pada sample kami didapatkan dari Ryzen 7 2700X, sedangkan kedua hasil terendah didapatkan dari 2600 dan 2700 Non-X.

Mengingat bahwa Ryzen 7 2700X memiliki clockspeed out-of-box tertinggi (a.k.a best binned chip), nampaknya hasil pengujian ini masuk akal. Ingat, ini BUKAN berarti Anda akan selalu mendapat clockspeed buruk pada Non-X, tapi Anda akan memiliki KEMUNGKINAN  lebih besar untuk menemukan prosesor dengan potensi clockspeed tinggi di 2700X.

Kami sempat berbincang dengan AMD perihal clockspeed dan cpu binning ini beberapa waktu lalu via email:

 

JagatOC:

“It is said that the 12nm process helped to do a clockspeed uplift to around 4.35Ghz range from the previous 14nm at 4.1Ghz-ish .Can you elaborate how ‘difficult’ it is to reach this on the new process? Would this require a lot of effort in terms of parts binning? or 4.35Ghz in 1-Core load is a ‘normal’, expected range of operation for the new process? If I remember correctly, in the previous Threadripper, hitting the 4.2Ghz XFR range require top 5% of the CPUs “

AMD:

The “X” parts are more tightly binned to allow us to offer the highest clock speeds for the core configuration and the best out of box experience. In our early testing, we are seeing all core overclocks on 8-core parts around 4.2GHz on average.

 

Jadi, AMD sendiri nampaknya mengkonfirmasi bahwa seri X mereka di generasi ini akan memiliki seleksi parts lebih ketat untuk menghasilkan clockspeed tinggi. Dan seperti ekspektasi AMD, kami melihat kebanyakan CPU akan bisa beroperasi pada 4.2Ghz jika Cooling-nya mampu.

 

 

 

Catatan: ‘Daily Stable’ vs Cinebench R15 3x Pass

Sebagai catatan tambahan, kami mengetahui bahwa ‘lolos 3x Cinebench’ bukan sebuah acuan kestabilan untuk overclocking harian(daily stable). Untuk itu kami mencoba mengambil 2 sampel CPU (dari 2600 polos dan 2700 polos) untuk menguji kestabilan dengan software stress test seperti Prime95(1344K, 15 menit), masih dengan CPU Voltage 1.35v.

 

Berikut Hasilnya:

Stability Test Ryzen 5 2600 (UA1801SUT 9HBxxxxxx0094)

Max Frequency untuk Cinebench R15 3x Loop : 4200 Mhz

Max Frequency untuk Prime95 15 Menit : 4150 Mhz

Max CPU Tdie: 68.9 C

VRM MOSFET Max: 64 C

*klik untuk memperbesar

 

 

 

 

Stability Test Ryzen 7 2700 (UA1808SUS 9HBxxxxxx0706)

Max Frequency untuk Cinebench R15 3x Loop : 4175 Mhz

Max Frequency untuk Prime95 15 Menit : 4100 Mhz

Max CPU Tdie: 70.3 C

VRM MOSFET Max: 66 C

*klik untuk memperbesar

 

Nampak dari pengujian kestabilan ini bahwa dari tabel binning kami, nilai frekuensi yang stabil Prime95 untuk 15 menit adalah frekuensi CPU saat CInebench R15 3x dikurangi 50-75 Mhz.

 

Kesimpulan

Pengujian overclocking pada 15 Sample CPU ini pada akhirnya menunjukkan sebuah titik terang bahwa peningkatan clockspeed yang dilakukan AMD dengan 12nm-nya terjadi pada semua lini produk, bukan hanya seri X atau seri 2700X teratas saja. Dengan cooling yang baik, Ryzen 2nd gen bisa berjalan pada 4.1 – 4.2Ghz-an.

Tapi, seperti yang kami pernah ulas pada Overclocking Review 2700X vs Core i7-8700K kami yang terdahulu, melakukan Overclocking pada Ryzen 2nd Gen baru akan efektif dan optimal kalau Anda bisa meng-overclock semua core-nya setidaknya pada kecepatan Precision Boost Maksimal.

  • Jika Anda melakukan overclocking manual ke 4.2Ghz pada Ryzen 7 2700X, Anda akan ‘kehilangan’ Max precision Boost 4.3 Ghz di beberapa skenario / workload ringan.
  • Namun sebaliknya misalnya Anda bisa melakukan OC manual ke 4.2 Ghz pada sebuah Ryzen 7 2700 atau Ryzen 5 2600, Anda mendapat peningkatan pada semua skenario, karena Angka 4.2Ghz ini sedikit di atas rating Max Boost kedua prosesor tersebut.

Ini berarti 2700 dan 2600 non-X memiliki potensi overclock yang besar, walau sayangnya kedua prosesor ini memiliki rating Max Boost yang lebih rendah dari seri X. Seperti yang juga sudah disebutkan di atasmodel non-X ini juga memiliki kriteria binning/seleksi parts lebih rendah dari seri X sehingga akan lebih mungkin untuk mendapat prosesor yang agak sulit di-overclock setinggi 2700X pada produk Non-X

 

Semoga informasi pada artikel ini berguna bagi Anda, kami dari JagatOC masih akan kembali dengan berbagai pengujian Ryzen 2nd Gen, sampai jumpa di pengujian berikutnya!

 

 

Baca Juga: Overclocking Review Ryzen 7 2700X vs Core i7-8700K

 

 

 

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
Tips | July 24, 2018 | Comments

Eksperimen: Tuning Aspect Ratio ke 32:9

Kadang-kadang ada beberapa hardware PC yang cukup menarik untuk membuat pengalaman berkomputer menjadi sangat berbeda. Beberapa hari lalu, rekan kami di JagatPlay tengah mencoba sebuah monitor 49″ dari Samsung yang
Read More »
Motherboard - Review | August 6, 2018 | Comments

Overclocking Review: MSI B450 TOMAHAWK

Beragam vendor motherboard sudah mulai menunjukkan rancangan terbaru mereka berbasis chipset AMD B450. Chipset tersebut sebenarnya tidak menawarkan banyak fitur berbeda dibanding B350 pendahulunya(kecuali Precision Boost Overdrive dan AMD StoreMI),
Read More »