in: General - Review | February 6, 2020 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

ASRock Deskmini A300 RAM Overclocking : TeamGroup T-FORCE VULCAN SO-DIMM DDR4-2666

Setting RAM : BIOS

Salah satu aspek yang cukup baik dari BIOS motherboard ASRock A300M-STX di Deskmini A300 adalah pengaturan RAM Timing di BIOS yang terbilang lengkap.

Berikut detailnya:

XMP Profile & SOC Voltage

 

Primary Timings & Subtiming

 

DRAM Voltage : Max 1.35v

 

Keterangan:

Untuk menghidupkan XMP Anda hanya perlu memilih ‘Load XMP Setting’ dan BIOS secara otomatis akan membaca XMP Timings table yang terdapat pada modul, jika ada.

Opsi SOC Voltage juga disediakan di sini. Umumnya SOC Voltage AUTO sudah lebih dari cukup untuk penggunaan kecepatan DDR4 sesuai rating prosesor(hingga DDR4-2933 pada Raven Ridge/Picasso APU), dan nilai ini juga umumnya akan dikonfigurasi secara otomatis oleh motherboard untuk menangani overclocking RAM,

Namun adakalanya SOC Voltage perlu dikonfigurasi manual, misalnya untuk:

  • Membantu menambah kestabilan beberapa prosesor dengan memory controller yang butuh voltase extra di saat kecepatan RAM Tinggi (Misal DDR4-3200+)
  • Menangani modul RAM high-density¬†(misal modul SODIMM 2Rx8 16GB atau 32GB)

 

Tweaking RAM timing dan sub-timing juga bisa dikerjakan di BIOS-nya dengan pengaturan lengkap. Hanya sayang Opsi DRAM Voltage (VDimm) hanya terdapat hingga 1.35v. Dengan voltase seperti ini, ada beberapa modul yang perlu dilonggarkan timing-nya saat di-overclock, untuk beroperasi dengan stabil.

 

Overclocking & Tuning

Overclocking RAM biasanya akan melibatkan konfigurasi/setting DRAM Frequency & Timing di BIOS, menyesuaikan dengan karakteristik chip/IC RAM yang dipakai, dan juga karakteristik memory controller-nya.

Berdasarkan observasi pada berbagai pengujian sebelumnya, prosesor AMD AM4 Ryzen berbasis core Zen dan Zen+ akan memiliki batas atas operasi optimal harian pada sekitar DDR4-3333 sampai DDR4-3400-an.

 

Frekuensi maksimal dengan Timing Longgar CL22

Pengujian pertama kami adalah menemukan sejauh mana frekuensi bisa ‘ditarik’, sebelum menyebabkan ketidakstabilan / instability. Tentu kami melonggarkan timing sejauh mungkin, hingga mengaplikasikan timing 22-22-22-52 (CAS-tRCD-TRP-TRAS), dengan DRAM Voltage diset di 1.35v.

Timing Longgar: CL22

 

DDR4-3400: Booting, tapi gagal melewati uji stability

*klik untuk memperbesar

 

DDR4-3600 : BSOD

 

DDR4-3200 CL22 : Mudah dicapai, Stabil

 

Pada pengujian pencarian frekuensi tertinggi dengan CL22 :

  • DDR4-3400 adalah frekuensi tertinggi yang bisa booting masuk OS, namun gagal melewati prosedur uji stability.
  • DDR4-3600 langsung memberikan BSOD pada saat boot.
  • DDR4-3200 CL22 bisa melewati uji stability dengan mudah, bahkan pada DRAM Voltage 1.2v default

 

Timing Ketat : CL14

Selanjutnya, kami mencoba konfigurasi timing ketat, dan mendapat hasil :

DDR4-2666 CL14-16-16-34

 

T-Force Vulcan yang berjalan di A300 nampak kesulitan menjalankan timing agak ketat, dimana kami hanya bisa menjalankan setting 14-16-16-34 pada DDR4-2666. Menjalankan DDR4-2933 pada CL14-16-16 akan menyebabkan sistem gagal booting secara instan, dan setting 14-14-14 gagal di-load pada kecepatan DDR4-2666.

Ini sedikit agak aneh untuk standar RAM dengan chip Samsung, karena chip samsung biasanya agak mudah menjalankan timing seperti CL14-14-14. Namun ini bisa saja terjadi, bergantung pada ‘grade’ dari chip yang digunakan, belum lagi ada limitasi DRAM Voltage.

 

Highest Stable : DDR4-3200 CL18-18-18

Konfigurasi terbaik dari segi Frequency dan Timing yang paling stabil, kami dapatkan pada DDR4-3200 CL18-18-18-38. Setting ini menjalankan uji stability HCI MemTest lebih dari 300% tanpa masalah.

*klik untuk memperbesar

 

 

Frequency vs Timing

Benchmark Sintetis (AIDA64 dan Fire Strike)

Berikutnya, kami mencoba beberapa kombinasi setting frequency dan timing, dan menjalankan benchmark sintetis : AIDA64 Memory Benchmark & 3DMark Fire Strike.

AIDA64

 

3DMark Fire Strike – Graphics Score

 

Keterangan:

[AIDA64]

  • Pada AIDA64, Bandwidth terbaik didapatkan oleh konfigurasi DDR4-3400 CL22, dan latency terbaik didapatkan oleh DDR4-3200 CL18
  • Menurunkan timing ke CL14-16-16-34 pada DDR4-2666 tidak memberikan penurunan signifikan pada overall memory latency
  • Meski timing-nya loose, DDR4-3200 CL22 memberikan bandwidth dan latency lebih baik dari DDR4-2666 CL14

 

[3DMark Fire Strike]

  • Pengujian 3DMark Fire Strike Graphics menunjukkan scaling paling baik pada frekuensi tinggi, bukan timing ketat.

 

Sebagai tambahan, nampak bahwa konfigurasi XMP DDR4-2666 CL18-18-18-38 justru memberikan performa rendah dibandingkan timing by SPD (20-19-19-43).

Ini bisa terjadi karena nampaknya konfigurasi XMP dari SODIMM tersebut me-load subtiming yang lebih longgar demi alasan kestabilan.

Profil AUTO / by SPD dimana RAM-nya berjalan pada DDR4-2666 CL20-19-19-43 memberikan performa lebih baik daripada XMP. Jika Anda menggunakan sistem yang serupa, kami menyarankan untuk membiarkan RAM berjalan pada setting AUTO (baik frekuensi maupun timing), atau melakukan konfigurasi manual.

 

Gaming dengan IGP: DDR4-2666 vs DDR4-3200

Berikutnya, kami mencoba membandingkan performa gaming dengan integrated graphics antara RAM out-of-the-box yang berjalan pada default (DDR4-2666 CL20-19-19-43), saat dibandingkan dengan konfigurasi OC Maksimal (DDR4-3200 CL18-18-18-38).

Pengujian dilakukan pada beberapa game AAA berat seperti Red Dead Redemption 2 (RDR2), Shadow of the Tomb Raider(SOTTR), dan The Witcher 3. Semuanya kami jalankan pada konfigurasi 1280×720 (720p) dengan Preset Medium.

Berikut hasilnya :

 

Nampak terlihat jelas konfigurasi overclocked di DDR4-3200 CL18 memberikan peningkatan 10 – 17% bergantung pada game yang digunakan. Ini cukup berarti mengingat ada beberapa game seperti RDR2 dan SOTTR yang tadinya agak kurang nyaman dimainkan karena belum menyentuh 30 FPS, sekarang mendapat 30 FPS atau lebih.

 

Penutup

 

ASRock Deskmini A300 memberikan solusi small form factor menarik untuk pemasangan APU dengan integrated graphics beperforma tinggi seperti Ryzen 5 3400G, walaupun perlu dicatat bahwa performa gaming pada sistem berbasis integrated graphics sangat bergantung pada performa RAM yang terpasang. Pada platform ini, Overclocking pada modul SO-DIMM dapat memberikan sedikit performa ekstra, khususnya pada bagian gaming.

Motherboard ASRock A300M-STX yang disediakan Deskmini menunjukkan opsi setting RAM timing melimpah, walaupun sayangnya nilai DRAM Voltage-nya agak terbatas.

Pada pengujian yang kami lakukan pada SO-DIMM TeamGroup T-Force VULCAN SO-DIMM DDR4-2666 CL18 ini, nampak bahwa performa RAM dapat di-optimalkan dengan peningkatan Frekuensi RAM hingga DDR4-3200.  DDR4-3200 CL18 bisa digunakan untuk performa optimal dengan DRAM voltage 1.35v, atau Anda yang ingin menggunakan tegangan RAM Rendah seperti 1.2v bisa menjalankan konfigurasi DDR4-3200 CL22 yang lebih enteng untuk dicapai.

Kami tidak bisa mencapai timing lebih ketat lagi, dan bisa jadi ini terjadi karena baik keterbatasan dari kemampuan overclocking dari memory chip yang dipakai, ataupun limitasi DRAM Voltage pada 1.35v.

Jika Anda memperhatikan dengan seksama, kami juga tidak melakukan pengubahan setting DRAM Sub-timing meskipun sistem kami mengizinkannya. Ini terjadi karena kami menemukan banyak sekali instability yang terjadi saat RAM sub-timing di-tweak, kecuali frekuensi-nya kami turunkan ke sekitar DDR4-2800 atau DDR4-2933. Secara keseluruhan, ‘effort’ untuk melakukan Sub-timing tuning tidak terbayarkan dengan ketidakstabilan yang ada, dan kami memllih menjalankan RAM frekuensi tinggi untuk mendapat performa ekstra.

Konfigurasi Optimal : DDR4-3200 CL18-18-18-38,

Subtiming AUTO,

DRAM Voltage 1.35v

 

Pengujian TeamGroup T-Force kami selesai di sini, sampai jumpa di pengujian kami yang selanjutnya!

 

 

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2
Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES
News | January 14, 2020 | Comments

Selamat Jalan, Windows 7 !

Hari ini, tepatnya tanggal 14 Januari 2020, Microsoft secara resmi akan memberikan status ‘end of support’ pada OS Windows 7. OS yang sempat menjadi salah satu OS terpopular di Dunia
Read More »