in: General | April 2, 2020 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Intel Core 10th Gen Comet Lake 14nm H-Series : Fokus pada Clockspeed, Capai 5.3Ghz pada Core i9-10980HK

 

Hari ini, Intel secara resmi mengumumkan lini prosesor Intel Core 10th Gen Comet Lake H-series untuk Laptop. Pada pengumuman kali ini, kami melihat adanya hal yang tidak biasa, dimana Intel mengumumkan prosesor flagship Core i9-10980HK pada lini ini dapat mencapai clockspeed 5.3 Ghz, sesuatu hal yang tidak pernah kami lihat pada prosesor desktop sekalipun.

Mengingat prosesor Desktop 8-Core terkencang masih dipegang oleh Core i9-9900KS yang memiliki rating clockspeed 5 Ghz all-core, apa kelebihan prosesor laptop Core i9-10980HK yang bisa membuatnya begitu kencang? Mari simak bersama.

 

Comet Lake H-series, 14nm

Seperti yang biasa kita kenal, prosesor laptop ‘H-series’ (contoh: i5-9300H, i7-9750H) dari Intel umumnya ditujukan untuk kelas daya menengah sekitar 35-45W TDP, bukan 15W seperti U-series. Arsitektur yang digunakan adalah Comet Lake dengan fabrikasi 14nm (dengan sekian jumlah ‘+” di belakangnya) ,menandakan bahwa prosesor ini masih memiliki IPC(instruction-per-clock) sekelas Intel Skylake 14nm, dan ini bukan merupakan varian 10nm ‘Ice Lake’.

Sejak generasi 7 ‘Kaby Lake’, proses fabrikasi Intel 14nm terus mendapat berbagai optimalisasi dari segi pencapaian clockspeed, dan clockspeed adalah aspek yang masih ‘diperas’ sampai hari ini pada fabrikasi 14nm.

Banyak pengguna yang menganggap IPC yang stagnan dan peningkatan clockspeed pada proses ’14nm+’ Intel ini sebuah candaan di setiap generasi, dari Kaby Lake hingga Comet Lake. Namun demikian, desain 14nm ini masih jadi solusi high-performance dari Intel, karena desain ini yang mengizinkan prosesor tersebut berjalan pada clockspeed tinggi, yang akhirnya mengizinkan performa besar.

CPU core prosesor 10nm Ice Lake yang memiliki IPC lebih tinggi, tidak terlihat menunjukkan performa yang bisa mengalahkan Comet Lake, saat bermain pada power budget besar. Ice Lake didesain untuk menjadi prosesor yang power-efficient pada range 15W, namun desain ini nampak tidak memiliki frequency scaling yang baik, sehingga total performance-nya bisa dikalahkan oleh prosesor dengan IPC lebih rendah, saat clockspeednya tinggi.

 

Mengejar Clockspeed = Sulit Dikerjakan di Laptop CPU

Setiap desain prosesor akan memiliki range optimal pada clockspeed dan voltage tertentu, dimana frekuensi-nya cukup tinggi untuk memiliki performa memadai, sementara prosesor tersebut belum membutuhkan voltase besar untuk mencapai frekuensi ‘ideal’-nya.

Menjalankan prosesor pada frekuensi yang lebih tinggi dari batas ‘ideal’ ini umumnya akan membutuhkan voltase besar, dan akhirnya membuat konsumsi daya prosesor tersebut membengkak, serta thermal output-nya tidak terbendung. Kadang-kadang, ada desain prosesor yang sengaja ‘dipaksa’ untuk beroperasi pada batas ini, walaupun belum tentu disukai semua user. Core i9-9900KS adalah contoh prosesor yang ‘dipaksa’ menjalankan clockspeed tinggi dalam keadaan default, demi mendapatkan gelar prosesor ‘8-core tercepat di Dunia’.

Dan ini harus dibayar dengan konsumsi daya dan thermal output yang kurang ideal, dimana 8-Core 9900KS tersebut bisa mencatatkan CPU Package Power 190-200W.

Saat melihat fakta ini, kami masih sulit percaya ada prosesor 8-Core 5.3Ghz, terlebih lagi saat itu ditujukan untuk laptop.

Mari lihat spesifikasi-nya lebih dekat.

 

Core i9-10980HK : ‘5.3Ghz’ 

*klik untuk memperbesar

 

*klik untuk memperbesar

 

Saat Anda memperhatikan kedua dokumen di atas dengan seksama, Anda akan melihat beberapa informasi bahwa

  • Ada fitur baru bernama Intel Turbo Boost Max 3.0 dan Intel Thermal Velocity Boost(TVB)
  • BASE Clockspeed i9-10980HK adalah 2.4Ghz
  • 5.3 Ghz adalah Maximum Single Core Frequency, hanya dicapai saat fitur TVB aktif.
  • Intel tidak menyebutkan berapa clockspeed saat Turbo all-core
  • Ada fitur Intel Speed Optimizer yang mengizinkan one-click overclock (tidak ada hubungannya dengan 5.3Ghz yang dicapai)
  • Sebagai tambahan, nampak bahwa semua prosesor Comet Lake H series mendukung standar DDR4-2933 Dual-channel, dengan Rating TDP 45W.

 

5.3 Ghz : BUKAN All-core

Ya, jelas bahwa 5.3Ghz yang ada di halaman spesifikasi BUKAN clockspeed All-core, dan jelas bukan all-core frequency saat batas TDP di 45W.

Clockspeed fantastis yang tercapai pada 10980HK ini tercapai pada saat sebuah fitur bernama Intel Thermal Velocity Boost aktif.

Kami akan mencoba menjelaskan fitur ini lebih dalam lagi di waktu mendatang, namun secara singkat Intel Thermal Velocity Boost akan membuat sebuah prosesor tersebut bisa mencapai kecepatan di atas rating Turbo Boost-nya, pada kondisi load dan suhu tertentu.

Saat kami bertanya kepada Intel, mereka menyebutkan bahwa kalau sensor suhu prosesor 10980HK ada di bawah 65 C, chip ini akan diizinkan menjalankan 5.3Ghz pada core tertentu, di workload ringan dimana power budget prosesor tersebut dianggap masih memiliki headroom.

Jadi, 5.3Ghz ini akan menjadi semacam ‘burst’ speed yang tidak dicapai secara continuous, dan ‘aktif’ selama cooler notebook tersebut berpindah dari keadaan idle yang dingin, ke load ringan, lalu berangsur turun seiring dengan naiknya suhu operasional.

Kami memperkirakan bahwa Thermal Velocity Boost ini bisa jadi akan se-sensitif AMD Precision Boost pada Zen2, dimana Maximum Turbo clock tercapai pada kondisi sangat spesifik, di core tertentu.

Sebagai tambahan, Intel Turbo Boost Max 3.0 yang ada di 10980HK ini beroperasi sedikit beda dengan Turbo Boost biasa. Turbo Boost pada Intel bisa dicapai SEMUA core, sedangkan Turbo Boost Max 3.0 hanya beroperasi pada  core tertentu (biasanya ada 2) yang menurut Intel memiliki kapabilitas binning lebih baik dari core lain pada satu die tersebut.

 

Optimalisasi Clockspeed Sampai Batas Penghabisan

Sekarang terjawab sudah bagaimana rating 5.3 Ghz tersebut bisa tercapai, dimana Intel mencoba untuk ‘memeras’ semua kemampuan silicon 14nm mereka dengan binning/quality control lebih ketat, serta menerapkan algoritma dan fitur ‘boost’ khusus untuk mengizinkan clockspeed tinggi tercapai.

5.3Ghz adalah sebuah batas baru yang dicapai Intel, dimana kami berharap bahwa pencapaian ini bisa memberikan manfaat dan performa ekstra bagi pengguna, bukan hanya sekedar mengejar gelar ‘Fastest Mobile CPU’ saja.

Saat artikel ini rilis, kami belum mendapat informasi:

  • Berapa perkiraan clockspeed prosesor 10980HK tersebut saat mengalami all-core load, pada kondisi TDP 45W
  • Seberapa lama Thermal Velocity Boost bisa aktif, dan
  • Notebook dengan cooling seperti apa yang mengizinkan suhu di bawah 65C untuk dicapai

 

Selanjutnya, kami agak ‘penasaran’ dengan rating 45W TDP yang diberikan Intel pada Core i9-10980HK, nilai ini jelas sangat kecil untuk sebuah prosesor yang bertenaga tersebut. Intel sempat menyebutkan kepada kami bahwa prosesor ini bisa dikonfigurasi lebih TDP lebih tinggi seperti 65W jika vendor laptop tersebut mengizinkan, atau bergantung dengan kapasitas cooling yang diberikan.

Pada laptop high-performance, kami jarang menemui prosesor yang dioperasikan pada rating TDP ‘sesuai rating’ (kecuali pada battery mode) karena semua vendor laptop akan berusaha memaksimalkan nilai TDP ini sesuai dengan kapasitas cooling dan juga solusi regulator daya yang mereka miliki. Belum lagi 10980HK adalah prosesor overclockable yang fully unlocked, kami berasumsi vendor laptop yang menggunakan prosesor tersebut akan memiliki rancangan yang akan terbilang ‘overkill’ untuk memaksimalkan clockspeed dan performance headroom.

Sebagai penutup, prosesor Intel Comet Lake H seri lain seperti i7 juga nampak mendapat dukungan 5 Ghz lewat thermal velocity boost.

Semua ini mengarah kepada satu hal : Intel jelas memfokuskan semua effort mereka pada clockspeed, mulai dari binning, metode boost yang lebih pintar mengenali kemampuan core, serta dukungan overclocking (yang bisa dilakukan Manual ataupun menggunakan fitur one-click Intel Speed Optimizer).

Pilihan desain seperti ini akan jadi ‘taruhan’ yang menarik, karena prosesor laptop tentu memiliki berbagai limit, dimana cooling dan juga solusi regulator daya pada notebook lebih terbatas daripada desktop.

Intel sendiri nampak tidak memiliki banyak solusi lain untuk performa, karena mereka hanya punya desain 14nm ini yang siap di pasaran, dan itu yang mereka optimalkan hingga titik penghabisan. Apakah pilihan desain yang diambil Intel pada Comet Lake H-series mereka ini bisa membuahkan notebook high-performance yang layak mendapat gelar ‘The Fastest’? Mari kita tunggu saat berbagai notebook dengan prosesor terbaru ini bermunculan!

 

P.S Ini spekulasi, namun kami cukup yakin berbagai metode boost yang terdapat pada prosesor laptop ini berpotensi untuk masuk ke prosesor desktop next-gen :)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags:

Share This:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES