Overclocking Review: Team Elite Plus DDR3-1866 CL13 4GB Module – Murah dengan Spesifikasi Unik

Reading time:
May 16, 2015
Team Elite Plus U-DIMM DDR3 1866 Banner

Memori dengan performa tinggi namun berharga terjangkau merupakan dambaan setiap pengguna PC dan juga para overclocker. Team Group kembali menawarkan solusi memori murah dengan merilis Team Elite Plus DDR3-1866CL13. Memori seri Elite Plus merupakan salah satu jajaran produk kelas menengah ke bawah dari Team, yang biasanya memiliki harga terjangkau. Tapi, ada yang spesial dengan memori Team Elite Plus kali ini, karena memiliki rating DDR3-1866Mhz dengan CAS Latency 13. Ya, Anda tidak salah baca. Meski umumnya RAM murah akan menyandang rating DDR3-1600, Team Elite Plus yang datang ke lab JagatOC kali ini memiliki kecepatan DDR3-1866Mhz, meskipun timingnya agak longgar (CL13).

Mengingat rating memori yang agak ‘unik’ ini, kami tertarik untuk melakukan sejumlah pengujian overclocking padanya.

TeamElitePlus1866_03

[panel style=”panel-danger”]
[panel-header]
Disclaimer :
[/panel-header]
[panel-content]

1)Tingkat overclocking yang didapat pada setiap pengujian kami bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda dapatkan, bergantung pada kualitas CPU, Integrated Memory Controller(IMC), RAM, dan lain sebagainya.

2) Overclocking jika tidak dilakukan dengan benar dapat memberikan efek negatif bagi sistem Anda (mulai dari ketidakstabilan, hingga kerusakan permanen hardware) Jangan meng-overclock kalau anda tidak benar-benar yakin dengan apa yang anda lakukan. Lakukan OC dengan resiko ditanggung sendiri, Do it at your own risk!
[/panel-content]
[/panel]

Gallery

TeamElitePlus1866_02 TeamElitePlus1866_04 TeamElitePlus1866_05

 

 

TeamElitePlus1866_01 TeamElitePlus1866_06 TeamElitePlus1866_07 TeamElitePlus1866_09

 

Team Elite Plus U-DIMM DDR3 1866 size

 

Team Elite Plus DDR3-1866Mhz tidak dijual dalam bentuk matching pair kit seperti kebanyakan RAM pada umumnya, dan dijual dalam bentuk single-channel 4GB Module. Kami menggunakan dua buah kit untuk mendapatkan konfigurasi 2×4 GB

Spesifikasi

  • Nama lengkap RAM/Part Number: Team Elite Plus U-DIMM DDR3-1866, TPD34G1866HC13BK
  • Kapasitas RAM: 4GB single channel kit, Single Side
  • Frekuensi SPD: 933MHz (DDR31866MHz)
  • Timing SPD (CL-tRCD-tRP-tRAS): 13-13-13-32
  • XMP ready: Tidak
  • Voltase RAM: 1.5 Volt
  • Website Official: Team Elite Plus U-DIMM DDR3 1866

Berikut ini detail dari SPD dan juga timing yang dibaca CPU-Z dan AIDA64:

Result_CPU-Z - SPD

 

Spesifikasi standard
Spesifikasi standard
Spesifikasi timing memory
Spesifikasi timing memory

Terlihat dari spesifikasi bahwa RAM Team Elite+ ini berjalan di kecepatan DDR3-1866 MHz dengan timing 13-13-13-32 (CL-tRCD-tRP-tRAS). Yang membuat ini lebih menarik adalah kecepatan tersebut tidak kami ubah dari BIOS, melainkan merupakan kecepatan SPD-nya. Jadi, jika Anda menggunakan platform yang mendukung penggunaan kecepatan memori DDR3-1866 ke atas, RAM ini akan langsung berjalan di kecepatan DDR3-1866Mhz.

Perlu diingat, ada beberapa chipset Intel seperti Intel H-Series dan B-Series, bila digunakan bersama dengan prosesor Core i Series hanya dapat menjalankan settings memory maksimal 1600 MHz. Pada chipset P67, Z68, Z77, Z87, dan Z97 serta sebagian chipset AMD RAM ini akan berjalan pada kecepatan yang sesuai dengan spesifikasi.

 

Platform Pengujian

Result_Result_IMG_4813
  • Processor: Intel Core i5-4670K 3.4 GHz
  • Motherboard: GIGABYTE Z97X-SOC Force
  • RAM: Team Elite Plus U-DIMM DDR3 1866, 2x4GB
  • SSD: 120 GB Galaxy SSD
  • PSU: Corsair AX 850 Watt
  • Cooling System: Noctua NH-U14S
  • Operating System: WIndows 7 Ultimate 64Bit SP1

Beberapa alasan kami menggunakan sistem tersebut adalah:

  • Chipset yang digunakan adalah Z97 sehingga tidak mendapatkan limitasi ke 1600 MHz
  • Chipset Z97 menggunakan processor Intel Core Generasi 4, Haswell yang memiliki Integrated Memory Controller (IMC) yang mampu menangani RAM yang berjalan pada frekuensi tinggi
  • Menggunakan K prosesor agar dapat berjalan pada kecepatan 4 GHz secara konstan
  • Kami tidak menginginkan untuk mendapatkan limitasi diluar dari RAM yang akan kami uji

Ruang Lingkup dan Metoda Pengujian

Fokus kami adalah menguji seberapa jauh memori Team Elite+ 1866 MHz bisa di-overclock di sistem kami, lolos stress test tanpa error, dan bagaimana hasil overclocking ini berpengaruh kepada performa sistem secara keseluruhan. Pengujian dimulai dengan menguji performa RAM dalam keadaan default(spesifikasi sesuai kemasan), lalu pengujian overclock dilangsungkan.

Detail dari pengujian adalah sebagai berikut:

  • Pengujian overclocking akan dilakukan menggunakan setup aircooling, baik CPU maupun RAM. Extreme cooling sama sekali tidak digunakan disini
  • RAM akan diuji dengan setting DRAM Voltage(VDimm), yakni 1.65V. Setting ini dipilih karena setting tegangan memori seperti ini masih cukup aman untuk digunakan (+150 mVolt)
  • Kami akan mencoba mencari beberapa konfigurasi overclock(kombinasi antara timing dan frekuensi RAM) yang masih stabil untuk menjalankan berbagai benchmark dalam pengujian kami. *Definisi ‘stabil’ disini adalah bisa menjalankan semua software pengujian tanpa BSOD/Crash*
  • Kami tidak akan melakukan settings manual selain Primary Timings dan Command Rate pada RAM ini, karena tujuan produk ini untuk penggunaan harian dan bukan untuk kompetisi overclocking, sehingga kami akan membuat settings yang mudah untuk diaplikasikan oleh para pembaca.

 

Software/Benchmark

Software yang kami gunakan dalam pengujian adalah sebagai berikut:

  • Intel XTU Benchmark: Intel XTU(Xtreme Tuning Utility) adalah sebuah software tuning untuk prosesor Intel Core 3rd-Gen “Ivy Bridge’ dan 4th-Gen ‘Haswell’. Didalam software tuning ini terdapat sebuah benchmark yang mengkalkulasi bilangan prima(menggunakan algoritma mirip prime95), dan benchmark tersebut sangat menyukai performa memori yang kencang.
  • AIDA64 Memory Benchmark – Latency: Aplikasi AIDA64 Memory Benchmark (dahulu bernama Everest) sangat popular di kalangan tester/reviewer untuk menguji performa memori mereka, ini disebabkan karena aplikasi tersebut memang sangat dipengaruhi performa subsistem memori, antara lain frekuensi kerja memori, frekuensi memory controller pada sistem, dan juga latency dari memori yang digunakan. Pada pengujian ini kami tidak menguji performa ‘memory read bandwitdh’, namun menguji ‘memory latency’ karena bisa lebih efektif menunjukkan performa memori saat kecepatan memori sudah diatas DDR3-2666Mhz dengan timing longgar.
  • SuperPI 1.5 – 32M: SuperPI adalah satu dari beberapa benchmark favorit para overclocker dan juga penggemar competitive benchmarking. Benchmark single-thread ini selain dipengaruhi oleh clockspeed CPU yang digunakan, juga dipengaruhi oleh kecepatan sub-sistem memori Anda. Sistem yang memiliki CPU clockspeed sama bisa memiliki hasil yang berbeda jika frekuensi dan/atau latency memorinya berbeda
  • LinX 0.6.4 – LinX adalah aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor dengan mengkalkulasi bilangan prima(menggunakan algoritma mirip prime95). Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan memory. Dengan beban sebesar ini, software ini dapat dijadikan standard ‘stabil’ apabila lolos tanpa error setelah berjalan sebanyak 2 loop.

Tidak hanya mendapatkan performa yang tinggi namun juga kestabilan sehingga dapat digunakan sehari-hari dengan nyaman. Berikut ini kami paparkan limitasi dan settings pada sistem kami:

*Klik untuk memperbesar

[table width =”100%” style =” table-hover” responsive =”true”]
[table_head]
[th_column]Full Fan Speed[/th_column]
[th_column]CPU Vcore 1.25V RING Volt 1.150V[/th_column]
[th_column]CPU Clock 4GHz, Uncore 4GHz, Disabled Power Saving[/th_column]
[th_column]No XMP, Default Auto 1866MHz[/th_column]
[th_column]RAM Timing Default[/th_column]
[th_column]Ram Voltage Auto (1.5V)[/th_column]
[/table_head]
[table_body]
[table_row]
[row_column]

Full Fan Speed

[/row_column]
[row_column]

CPU Vcore 1.25V RING Volt 1.150V

[/row_column]
[row_column]Result_150513040032[/row_column]
[row_column]Result_150513040046[/row_column]
[row_column]Result_150513040103[/row_column]
[row_column]Result_150513040127[/row_column]
[/table_row]
[/table_body]
[/table]

Settings diatas adalah settings RAM Default, Berikut detail hasil settings diatas:

*Klik untuk memperbesar

[table width =”100%” style =” table-hover” responsive =”true”]
[table_head]
[th_column]CPU[/th_column]
[th_column]Memory[/th_column]
[/table_head]
[table_body]
[table_row]
[row_column]CPU-Z - CPU[/row_column]
[row_column]CPU-Z - Memory[/row_column]
[/table_row]
[/table_body]
[/table]

 

CPU speed dan Uncore akan berjalan pada speed 4GHz dengan BCLK 100, Vcore 1.25V, dan RING Volt 1.150V. Lalu variable berikut ini adalah variable yang kami ubah ketika Overclock RAM kali ini:

*Klik untuk memperbesar

[table width =”100%” style =” table-hover” responsive =”true”]
[table_head]
[th_column]Timing Mode: Manual[/th_column]
[th_column]VDIMM: 1.65Volt[/th_column]
[th_column]Timing Manual[/th_column]
[/table_head]
[table_body]
[table_row]
[row_column]Result_150513061210[/row_column]
[row_column]Result_150513061859[/row_column]
[row_column]Result_150513172542[/row_column]
[/table_row]
[/table_body]
[/table]

Kami hanya akan mengubah Primary timing dan Command Rate saja, dan sisanya akan diatur secara auto oleh motherboard.

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Pendingin pada komputer umumnya akan menjaga suhu perangkat komputer dalam…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Tanggal 10 September 2019 ini, sebuah milestone baru tercapai pada…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Menyambut kedatangan prosesor Core i 9th Gen, Intel merilis sebuah…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

Setelah sebelumnya kami melakukan hands-on motherboard ROG Maximus XI Hero…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

  Overclocking RAM dengan chipset A320? Kenapa Tidak? Saat ini,…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Sejauh ini, solusi prosesor Intel untuk kelas Enthusiast pada harga…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…