Overclocker Indonesia Berhasil Tempati Posisi Juara Ke-3 di Grand Final GALAX GOC 2015

Setelah sampai di Wisco stadium seluruh peserta perlombaan grand final GALAX GOC 2015 langsung melakukan persiapan secepat mungkin untuk menghadapi semua tantangan benchmark yang ada pada perlombaan ini yang dibagi pada 2 sesi. Dimana pada sesi pertama, seluruh peserta lomba ditantang untuk berpacu untuk menjadi yang tercepat pada benchmark Super pi 32M selama 1 jam 45 menit.

Pada sesi pertama SuperPi32M ini para peserta ditantang untuk menjalankan benchmark SuperPi 32M dengan menggunakan prosesor Core i7 5960X dengan peraturan limitasi kecepatan prosesor sebesar 5,5 Ghz dan Cache / Uncore 4,8 GHz agar para peserta lebih berfokus untuk melakukan tuning pada memori RAM. Sesi SuperPi32M ini sendiri cukup menyulitkan banyak peserta, karena Memori RAM yang digunakan adalah sebuah prototipe kit memori RAM GALAX 4×4 GB 4000 MHZ CL19 yang masih belum beredar di pasaran.

Setelah sesi benchmark Superpi 32M selesai, para judge kompetisi grand final GALAX GOC 2015 ini memberikan waktu persiapan selama 45 menit kepada peserta untuk mempersiapkan sistem mereka untuk bertarung di sesi benchmark 3DMark.

Pada sesi benchmark 3DMark ini, seluruh peserta harus bertarung dan berpacu menunjukan siapa yang tercepat pada benchmark 3DMark Fire Strike, 3Dmark Fire Strike Extreme dan 3DMark Fire Strike Ultra.

Sesi benchmark 3Dmark ini merupakan ujian terberat bagi para perserta perlombaan grand final GALAX GOC 2015. Dimana pada sesi benchmark 3DMark ini hampir semua peserta mengalami permasalahan pada sistem yang di-overclock, baik dari permasalahan kondensasi, thermalpaste cracking, motherboard tewas, VGA card tewas dan berbagai permasalahan lainnya yang umum dihadapi oleh overclocker yang menggunakan pendingin extreme.

Setelah 4 jam waktu berlalu pada sesi benchmark 3DMark yang cukup terdapat berbagai kehebohan dari overclocker dari seluruh dunia yang berkumpul di pertandingan grand final GALAX GOC 2015 ini akhirnya berakhir dan sang juara-pun dapat ditentukan.
Hanya saja, kali ini dewi fortuna lebih berpihak kepada Alva “Lucky_Noob”, dimana yang menjadi penentu akhir pada saat terjadi skor poin sama adalah benchmark Fire Strike Extreme. Para judge kompetisi GALAX GOC 2015 melihat skor 3DMark Fire Strike Extreme milik Alva “Lucky_Noob” lebih tinggi dibandingkan dengan overclocker asal polandia “Xtreme Addict”, Sehingga para judge menyatakan Alva “Lucky_noob” sebagai juara ke-3 pertandingan grand final GALAX GOC 2015 ini.