Guide: Overclocking & Tuning RAM Murah di AMD APU

Reading time:
January 9, 2016

Lebih Dekat dengan RAM DDR3: Mengenal Parameter

Sebelum memulai tuning RAM, mari kita mencoba mengenal beberapa parameter yang ada di Dalam RAM tersebut. Nantinya, berbagai parameter ini ada yang bisa diubah untuk dioptimalkan lebih lanjut.

Mari kita lihat beberapa gambar berikut ini:

CPU-Z (tab Memory)

CPUz_RAMParameter

Bagian CPU-Z ini menunjukkan berbagai variabel/parameter pada RAM. Anda bisa dengan jelas melihat bahwa RAM yang ada di atas ini:

  • Memiliki Ukuran 4GB total
  • Sedang berjalan di mode dual-channel
  • Memiliki Frekuensi 803.2 Mhz (atau tepatnya DDR3-1606Mhz)
  • Beroperasi pada Timing 11-11-11-28 (CL-tRCD-tRP-tRAS)

Dari beberapa parameter di atas, yang umumnya bisa kita ubah setting-nya adalah Bagian Frekuensi, dan Timing. RAM dengan setting seperti di atas umumnya disebut 4GB Dual-channel Kit, DDR3-1600, 11-11-11-28. Setting frekuensi dan timing ini umumnya merupakan spesifikasi standar DDR3 yang umum dijumpai di pasaran.

Yang kadang menyulitkan, meskipun kadang kita membeli RAM yang berspesifikasi tinggi, umumnya frekuensi dan timing sebuah RAM akan ada di angka DDR3-1600 11-11-11-28 jika Anda tidak melakukan setting apa-apa pada BIOS. (lebih lanjut soal ini pada bagian XMP di bawah)

Timing: Kompleks, Tapi Perlu Dipahami

Frekuensi RAM mudah dimengerti, namun variabel Timing (a.k.a Latency / Delay) yang kadang membuat pengguna enggan menyelami RAM lebih dalam karena kompleksitasnya. Timing ini sendiri adalah serangkaian parameter yang menentukan seberapa cepat si memori untuk diakses oleh memory controller.

Timing umumnya direpresentasikan dalam 4 angka seperti yang bisa dilihat di atas(11-11-11-28). Meskipun parameter timing pada memori sebenarnya ada banyak(lebih dari 10!), umumnya hanya ada 4 timing yang disebutkan, yakni:

  • CL / CAS Latency
  • tRCD / RAS-to-CAS Delay
  • tRP / Row Precharge Time
  • tRAS / Row Active Time / Active to Precharge Delay

Ada satu timing lagi yang juga biasanya disebutkan, yakni CMD Rate / Command Rate, – yang umumnya nilainya adalah 1T  atau 2T. Dari ketiga timing di atas, umumnya CL, tRCD, dan tRP yang memiliki efek lumayan besar ke performa RAM, sedangkan tRAS kadang hanya berpengaruh ke kestabilan, dan efeknya kecil.

Sebagai catatan khusus, kami tidak melakukan setting Command Rate karena nilai AUTO di motherboard ini sudah memberikan nilai 1T sebagai default, dan semua setting RAM kami stabil pada setting ini. Jika RAM Anda sedikit mengalami masalah di frekuensi tinggi, baru Anda perlu mencoba melonggarkan Command Rate ke 2T.

 

RAM Kencang: Frekuensi Besar Dan Timing Ketat

Secara umum, Kinerja RAM akan semakin kencang bila:

  • Angka Frekuensi RAM semakin BESAR , 933Mhz lebih kencang dari 800Mhz
  • Angka Timing RAM semakin KECIL (dikenal juga dengan istilah ‘ketat’)  9-9-9-28 lebih kencang dari 11-11-11-28.

Namun pada kenyataannya, akan sulit sekali mendapat RAM yang berjalan dengan frekuensi besar sekaligus timing kecil/ketat. Umumnya, RAM dengan frekuensi Tinggi akan meminta Timing Besar/longgar. Sebaliknya RAM dengan frekuensi rendah mengijinkan kita untuk men-setting Timing Kecil/Ketat.

Disini Anda harus mencari kombinasi yang ‘pas’ antara frekuensi dan timing untuk mendapat performa RAM optimal.

 

Timing Otomatis XMP/AMP: Kadang Tidak Ada di RAM Murah

Begitu kompleksnya setting frekuensi dan timing ini, beberapa vendor menyertakan profil RAM yang langsung bisa di-load dari satu setting. Profil ini kita kenal dengan sebutan XMP(untuk Intel), dan AMP(untuk AMD). Tanpa XMP/AMP, umumnya sebuah RAM hanya akan berjalan pada kecepatan DDR3-1600 CL11, dan harus di-setting secara manual untuk mendapat kecepatan tinggi.

Pada RAM kelas value, umumnya profil seperti XMP maupun AMP tidak disertakan, dan memang kita harus melakukan semua setting secara manual.

 

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (English Version) Cooling in a…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Lebih Dekat Dengan MSI Z390I Gaming Edge AC Link Produk…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Tampilan Fisik – VRM – Cooling Spesifikasi Singkat VRM –…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

BIOS Option – AI Overclocking Pada bagian ini kami akan…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

Memory Try It Secara singkat, Memory Try It adalah sebuah…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Test – CPU OC Performance Pada keadaan default, Core i9-7900X…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…