OC MITCC – MOBILINATION: Babak Final

Reading time:
November 3, 2016

Akhirnya, puncak dari MITCC – MOBILINATION Amateur Overclocking Challenge tiba! Dua tim yang berhak masuk ke babak final akan beradu kemampuan satu kali lagi untuk memperebutkan gelar juara sekaligus hadiah besar yang telah disediakan oleh panitia dan sponsor acara ini, yaitu AMD, AOC, Asus, Biostar, Cooler Master, Deepcool, Power Color, dan Team. Univ. Kristen Maranatha, sekalu penyelenggara rangkaian MITCC – MOBILINATION, juga menyediakan beasiswa senilai Rp 32 juta, untuk juara lomba ini, yang bisa dipintahtangankan oleh yang mendapatkannya.

Tumpukan barang yang konon kabarnya adalah hadiah untuk juara 1-4 lomba ini.
Tumpukan barang yang konon kabarnya adalah hadiah untuk juara 1-4 lomba ini.

Hardware yang Digunakan

Babak puncak, dan juga perebutan tempat ketiga, di lomba ini masih menggunakan set hardware yang sama dengan sebelumnya, yaitu:

  • Prosesor: AMD Athlon X4 860K ‘Kaveri’
  • Motherboard: Asus Crossblade Ranger & Biostar Hi-Fi A88W 3D
  • RAM: Team Dark 2x4GB DDR3-2400 CL11-13-13-35
  • VGA: PowerColor Red Dragon Radeon RX 460 2GB
  • SSD: Team Dark L3 120GB
  • PSU: CoolerMaster, G550M
  • CPU Cooler: Deepcool Lucifer V2
  • Monitor: AOC, E2470SW
  • Keyboard & Mouse: CoolerMaster
dav OC IT Maranatha Kualifikasi Biostar 02

Sementara untuk benchmark, babak final akan mempertandingkan benchmark 3DMark Sky Diver. Perebutan tempat ketiga akan mempertandingkan benchmark 3DMark Fire Strike Extreme.

Perebutan Tempat Ketiga

sdr
Persiapan sebelum perebutan tempat ketiga dimulai

Sebelum babak final digelar, babak perebutan tempat ketiga digelar terlebih dahulu. Di babak ini, dua tim dari universitas yang sama, Binus University, harus beradu kemampuan menentukan siapa yang berhak mendapat posisi ketiga di lomba di Univ. Kristen Maranatha ini. Kedua peserta dari universitas yang sama ini sama-sama maju seorang diri ke lomba ini, yaitu Revin Prasetia dan Ivan R. Akbar.

Ivan R. Akbar (IvanCupa)
Ivan R. Akbar (IvanCupa)
Revin Prasetia (RevOC)
Revin Prasetia (RevOC)

Ivan dan Revin memulai perebutan tempat ketiga ini dengan terlebih dahulu mencari konfigurasi dasar yang akan mereka gunakan. Hal ini membuat keduanya belum mulai mencatatkan skor hingga sekitar separuh sesi berjalan. Lalu, kapan mereka akan mulai mencatatkan skor ya?

Saat waktu mendekati 13 menit, Revin baru mencatatkan skor pertamanya di sesi ini, sementara Ivan masih belum mencatatkan skor sama sekali. Apakah skor satu-satunya dari Revin ini bisa membawanya meraih posisi ketiga di lomba ini? Ternyata Ivan masih menunjukkan perlawanan di detik-detik terakhir, dengan mencatatkan skor pertamanya, dan langsung mencoba mendapatkan skor di sistem lain.

dav
Ivan (kiri) dan Revin (kanan). *motherboard yang dipegang bukan hadiah yang mereka dapatkan di lomba ini

Saat waktu habis, kedua tim sama-sama masih menjalankan satu run benchmark terakhir mereka di sistem yang belum mereka catatkan skornya. Siapa yang berhasil mendapatkan total skor lebih tinggi? Setelah “last run” mereka berdua selesai, total skor Ivan ternyata berhasil melampaui Revin, dengan selisih sangat tipis sekali. Ivan berhak menempati tempat ketiga, sementara Revin harus puas di posisi keempat.

Babak Final!

dav
Tim dari UNS Solo, peserta babak final

Akhirnya, partai puncak tiba juga! Di babak puncak ini, dua tim dari UNS Solo, Plendas Plendus dan HAMBAAAALLAH harus beradu kemampuan. Perang saudara kedua tim ini akan menutup rangkaian Amateur Overclocking Challenge di Univ. Kristen Maranatha, Bandung, yang digelar 2-3 November 2016 ini.

Beny (depan) dan Irsyad (belakang) dari tim HAMBAAAALLAH
Beny (depan) dan Irsyad (belakang) dari tim HAMBAAAALLAH
Fathin (depan) dan Adi (belakang) dari tim Plendas Plendus
Fathin (kiri) dan Adi (kanan) dari tim Plendas Plendus

Babak final ini terlihat seperti sesi “latihan bareng” bagi kedua tim. Namun, sebelum pertandingan dimulai, keduanya sudah menyatakan akan all out mengerahkan kemampuan untuk menjadi yang terbaik. Siapa yang akan berhasil menjadi yang terbaik di lomba ini?

Kedua tim terlihat berhati-hari memulai babak final ini. Plendas Plendus menjadi tim yang mencatatkan skor pertama kali, di sekitar sisa waktu 18 menit. Waktu yang terbatas memang menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, karena mereka mungkin tidak akan bisa mencari skor yang benar-benar optimal dalam waktu yang sangat singkat itu.

dav
Suasana di 5 menit terakhir.

Di bawah 10 menit tersisa, tim HAMBAAAALLAH terlihat mengalami kesulitan dengan salah satu sistem yang mereka gunakan, dan kedua anggota tim terlihat membereskan sistem tersebut. Sementara Plendas Plendus mencoba menghasilkan skor di sistem kedua mereka. Upaya tersebut berhasil, dan kini mereka memiliki skor lengkap, meninggalkan jauh lawannya.

HAMBAAAALLAH baru bisa mencatatkan skor pertama mereka di 5 menit terakhir. Namun, mereka masih butuh usaha yang sangat keras mengejar skor Plendas Plendus, yang berhasil memperbaiki salah satu catatan skor mereka. Waktu yang tersisa semakin tipis!

Kedua tim terlihat mengerahkan kemampuan terbaik mereka di 3 menit terakhir. Plendas Plendus berhasil memperbaiki catatan skor mereka. Sementara HAMBAAAALLAH berhasil mencaatatkan skor di kedua sistem yang mereka gunakan. Apakah skor tersebut bisa membawa mereka mengalahkan rekan se-kampus mereka tersebut? Ternyata tidak! Plendas Plendus menjadi juara lomba overclocking kali ini!

dav
Juara 4: RevOC dari Binus University
dav
Juara 3: IvanCupa dari Binus University
dav
Juara 2: HAMBAAAALLAH dari UNS Solo
dav
Juara 1: Plendas Plendus dari UNS Solo

Selamat untuk semua pemenang!

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Pendingin pada komputer umumnya akan menjaga suhu perangkat komputer dalam…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Tanggal 10 September 2019 ini, sebuah milestone baru tercapai pada…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Menyambut kedatangan prosesor Core i 9th Gen, Intel merilis sebuah…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

Setelah sebelumnya kami melakukan hands-on motherboard ROG Maximus XI Hero…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

  Overclocking RAM dengan chipset A320? Kenapa Tidak? Saat ini,…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Sejauh ini, solusi prosesor Intel untuk kelas Enthusiast pada harga…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…