Mengapa Lomba OC Pakai SSD?

Reading time:
September 6, 2017
AOCT - 205

AOCT 2017: A New Challenge telah selesai digelar per hari Senin, 4 September lalu. Bila Anda mengkuti artikel-artikel kami dari turnamen OC khusus OCer amatir yang disponsori beberapa perusahaan ternama itu, yaitu Intel, ASUS, Biostar, Gigabyte, MSI, Corsair, LG, WD, dan Seasonic. Selain itu, Anda mungkin menyimak bahwa para sponsor itu meminjamkan produk milik mereka untuk digunakan di turnamen ini.

Spesifikasi PC untuk Turnamen

AOCT - 306 AOCT - 305 AOCT - 304 AOCT - 303

Berikut ini adalah spesifikasi yang digunakan untuk sistem yang digunakan di turnamen tersebut:

  • Prosesor: Intel Core i5-7600K
  • Motherboard:ASUS Maximus IX Apex
  • Motherboard: Biostar Z270GTN
  • Motherboard: Gigabyte Z270X-UD3
  • Motherboard: MSI Z270 Tomahawk
  • RAM: Corsair Vengeance LPX DDR4-2666 2x 8 GB
  • SSD: WD Blue 250 GB
  • PSU: Seasonic X750
  • Monitor: LG 24″ 24MP59G-P

 

Nah, mungkin akan banyak yang bertanya, mengapa SSD disertakan ke dalam sistem untuk lomba overclocking. Ya, hal ini memang bukan hanya terjadi sekali ini saja, tetapi sudah sejak beberapa turnamen AOCT sebelumnya. Apa pengaruh SSD untuk overclocking?

SSD WD Blue untuk AOCT

Pertanyaan terkait peran SSD di turnamen OC ini mungkin wajar saja muncul, mengingat kebanyakan aplikasi untuk turnamen OC berukuran kecil dan bisa dibuka dengan cepat sekalipun diinstall di HDD. Namun, Alva Jonathan, master judge AOCT 2017, telah menjelaskan pengaruh SSD ini saat memberikan workshop di akhir hari pertama turnamen. Apa itu?

Berdasarkan pengujian yang pernah dilakukan oleh tim Jagat Review, SSD WD Blue menawarkan kecepatan baca-tulis hingga 556 MB/s & 522 MB/s. Sementara HDD rata-rata hanya bisa menawarkan kecepatan baca-tulis hingga 150 MB/s & 150 MB/s. Ini akan sangat berpengaruh di turnamen overclocking, salah satunya bagi peserta, dan juga bagi panitia di sisi lain.

AOCT - 415

Bagi peserta, kecepatan tinggi SSD membuat mereka bisa masuk ke sistem operasi dengan lebih cepat. Hal ini tentu saja sangat berguna, mengingat overclocker seringkali masuk ke BIOS untuk melakukan konfigurasi di sistem mereka, dan butuh cepat kembali masuk ke sistem operasi untuk menjalankan benchmark. Tanpa SSD, waktu booting yang lama akan sangat mengganggu mereka, dan bisa jadi mereka akan kehilangan peluang mendapatkan skor besar karena boot lambat.

Sementara, bagi panitia, SSD juga membantu memperlancar pekerjaan dalam memastikan peserta mendapatkan set hardware terbaik yang mendukung performa mereka di arena. Setiap pergantian sesi, panitia melakukan kloning sistem operasi ke setiap storage yang digunakan peserta, sehingga peserta akan mendapatkan sistem operasi yang bersih dan stabil. Waktu kloning ini akan sangat tergantung dari kecepatan tulis ke storage, dan SSD akan menawarkan waktu kloning yang jauh lebih singkat dari HDD.

WD_SSD

Terkait SSD yang digunakan kali ini, WD Blue 250 GB, SSD ini menggunakan kontroler Marvell 88SS1074 yang dipadukan dengan flash NAND SanDisk TLC 15 nm. SSD ini menawarkan kinerja yang baik untuk PC, baik desktop maupun laptop, dan cocok untuk berbagai kebutuhan, bahkan untuk overclocker sekalipun. WD Blue ini tersedia dalam kapasitas 250 GB, 500 GB, dan 1 TB.

 

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Pendingin pada komputer umumnya akan menjaga suhu perangkat komputer dalam…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Tanggal 10 September 2019 ini, sebuah milestone baru tercapai pada…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Menyambut kedatangan prosesor Core i 9th Gen, Intel merilis sebuah…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

Setelah sebelumnya kami melakukan hands-on motherboard ROG Maximus XI Hero…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

  Overclocking RAM dengan chipset A320? Kenapa Tidak? Saat ini,…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Sejauh ini, solusi prosesor Intel untuk kelas Enthusiast pada harga…

General OC

August 5, 2021 - 0

Test : Overclocking IGP Radeon Vega (Ryzen 7 5700G) di MSI B550I GAMING EGDE WIFI

Prosesor Ryzen 5000 G-series ‘Cezanne’ baru saja hadir untuk DIY…
June 9, 2021 - 0

G.Skill rilis Trident Z Royal Elite DDR4-4000 CL14 32 GB Kit : Kapasitas Besar, Frekuensi Tinggi, Latency Ketat

Sebagai produsen RAM yang nampaknya tidak berhenti mengejar performa tertinggi,…
April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…