Bench Log: Gigabyte Z370N WiFi – 2 DIMM DDR4 Memory Overclocking

Reading time:
April 20, 2018
Z370N WIFI

Menjadi satu-satunya motherboard Mini-ITX dari Gigabyte untuk lini Intel Z370, Gigabyte Z370N WiFi menawarkan fitur yang berlimpah untuk ukurannya yang ringkas. Fitur yang dimiliki seperti, 2 buah port Gigabit Ethernet, 2 buah HDMI Out, 2 buah slot M.2 yang salah satu nya dilengkapi dengan Thermal Guard, dan Intel WIFI module membuatnya terlihat berbeda. Namun, dari sudut pandang kami, sebagai overclocker, motherboard ini menawarkan fitur lain yang juga menarik, yaitu 2 slot DIMM memori. Sepintas, banyak orang akan menganggap ini sebagai kekurangan. Hanya saja, untuk overclocker, konfigurasi ini sangat disukai terutama saat butuh memacu performa memori.

Sebagai contoh, mari kita lihat informasi yang ada di situs Gigabyte terkait Memory QVL di link berikut ini: http://download.gigabyte.asia/FileList/Memory/mb_memory_z370n-wifi.pdf. Terlihat bahwa di Memory QVL tersebut, motherboard ini divalidasi untuk menangani memori hingga DDR4-4600! Hal ini tentu saja menjadi suatu hal yang sangat menarik bagi kami.

Memori QVLs

Di pengujian ini, kami sangat tertarik untuk melihat sejauh mana motherboard ini dapat memacu memori DDR4 dengan IC Samsung B-Die. Fokus pengujian ini akan sangat sederhana: berusaha mencari konfigurasi frekuensi RAM tertinggi dengan timing terketat yang dapat diperoleh pada motherboard ini, dengan 2 keping RAM (2-DIMM). Secara spesifik, apa yang kami lakukan di artikel ini lebih ditujukan untuk skenario Competitive Overclocking, bukan untuk penggunaan sehari-hari.

Mari kita mulai pembahasan motherboard Gigabyte Z370N WIFI ini!

Testbed

Foto RIG

Pada pengujian ini kami menggunakan :

  • CPU: Intel Core i7 8700K
  • Motherboard: Gigabyte Z370N WiFi
  • RAM: Galax OC Lab DDR4 4000C19 2x8GB
  • VGA: Galax GT710 & MSI GTX980Ti Lightning
  • SSD: Galax HOF 250GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler (Air): CoolerMaster MasterLiquid Lite 120
  • CPU Cooler (LN2): Kingpin Cooling Venom
  • Benchtable: Open Benchtable HWBOT World Tour 2016 Yogyakarta Edition
  • OS: Windows 7 Ultimate x64

The Board

Memori Galax OC Lab yang digunakan pada pengujian ini secara spesifik menggunakan chip (IC) bertipe Samsung B-Die yang memiliki grade binning cukup tinggi. Hal ini dilakukan untuk menjamin memori dapat berjalan pada frekuensi tinggi dan timing ketat.

Galax OC Lab

Konfigurasi CPU

Kami akan menjalankan beberapa konfigurasi RAM di sistem dengan basis Gigabyte Z370N WIFI ini, tetapi, untuk CPU, kami hanya menggunakan satu konfigurasi saja. CPU kami atur untuk berjalan pada clock 5 GHz. Sebagai catatan, semua setting dilakukan di dalam BIOS.

Setting BIOS:

Kami melakukan setting kepada beberapa parameter berikut ini:

CPU Freq 1s
  • CPU Ratio: 50
  • CPU Uncore Ratio: 50
  • System Memory Multiplier: 40.00, 41.00, 41.33, 42.00
  • DRAM Timing Control (tCL-tRCD-tRP-tRAS): 12-12-12-28, 12-11-11-28, dan 13-12-12-28.
  • CPU VCore/VCCIO/VSA (System Agent): 1.38v/1.3v/1.3v

 

Setting CPU Voltage

CPU Voltages

Setting CPU Frequency

CPU Freq 2s

Setting VRM

CPU VRMs

Konfigurasi Memory Timing & Voltage

Berikut ini adalah konfigurasi RAM yang kami gunakan. Setiap konfigurasi RAM yang digunakan memiliki setting voltage dan subtiming yang berbeda:

Percobaan 1: DDR4-4000 C12-12-12-28 1T

Timing Settings:

Satus Duas Tigas Empats

Voltage Settings:

Lima Voltages

Percobaan 2: DDR4-4000 C12-11-11-28 1T

Timing Settings:

Satus 1 Duas 1 Tigas 1 Empats 1

Voltage Settings:

Lima Voltages 1

Terlihat, perbedaan kedua konfigurasi di atas ini, kami hanya mengubah value tRCD dan tRP dari 12 menjadi 11. Tidak ada perubahan lagi selain dari ke-2 value tersebut. Value timing yang lain nya masih mengikuti timing dari percobaan 1. Karena kami memasukan value tRCD dan tRP menjadi 11, kami harus menunggu “Slow Boot” yang berdurasi sekitar 2 menit. Untuk mengetahui sistem kami berada dalam kondisi slowboot atau tidak, kami melihat LED yang terdapat pada liquid cooling yang kami gunakan. Jika selama 1 menit LED yang terdapat pada liquid cooling kami tidak mati, maka sistem kami sedang berada pada kondisi slowboot.

Motherboard ini memang tidak dilengkapi dengan debug LED. Sehingga, sangat disarankan untuk menggunakan kipas atau AIO dengan LED untuk membantu mengetahui apakah sistem masih berada dalam proses booting atau tidak. Setelah 2 menit berlalu, kami dapat melihat boot screen BIOS Gigabyte. Setelah itu, kami baru mendapatkan booting sequence seperti normal. Tidak lupa juga, kami mendapatkan pesan dari motherboard yang kami gunakan :D

Slowboots

Percobaan 3: DDR4-4133 C12-12-12-28 1T

Timing Settings:

Satus 2 Duas 2 Tigas 2 Empats 2

Voltage Settings:

Lima Voltages 2

Kembali, saat kami menggunakan setting ini, kami juga harus kembali mengalami slowboot. Kami juga merasakan bahwa pada saat kami menggunakan setting ini, sistem kami sangatlah tidak stabil. Tetapi setting ini masih bisa menjalankan beberapa benchmark. Pada setting ini kami juga tidak dapat memberikan DRAM Training Voltage sama dengan DRAM Voltage. Memori yang kami gunakan tidak dapat melakukan training jika diberi voltase 2.00v, kami harus memberikan 1.98v.

Voltase yang diberikan pada percobaan ini, 1.94v sampai dengan 2.00v, adalah voltase yang sangat tinggi dan sangat tidak disarankan. Kami menggunakan voltase setinggi ini karena kami mengetahui RAM yang kami gunakan pada percobaan ini memiliki scaling frekuensi dan timing hingga voltase tersebut. Saat menggunakan setting di atas, kami harus melakukan limitasi memori pada Windows dengan menggunakan maxmem. Setting di atas ini tidaklah 100% stabil untuk dijalankan. Selain itu juga, terdapat kemungkinan setelah memberikan voltase settinggi ini terhadap memori yang digunakan, bisa terjadi degradasi pada memori yang digunakan.

Catatan: Di motherboard Gigabyte, value timing yang sedang berjalan tidak dapat dibaca pada motherboard. Value yang tertera di sisi kanan pada setiap foto setting adalah value SPD dari RAM yang digunakan.

Halaman berikutnya, kami akan menunjukan efisiensi yang didapatkan dari setting di atas ini.

Load Comments

Extreme OC

February 23, 2021 - 0

Review Cooler Master ML360 SUB-ZERO (+ Overclocking Core i9-10900K @ 6 Ghz )

Pendingin pada komputer umumnya akan menjaga suhu perangkat komputer dalam…
November 28, 2019 - 0

Overclocking Extreme AMD 3rd Gen Ryzen Threadripper 3970X : Rekor Dunia Berjatuhan!

Setelah mengumumkan kemunculannya pada awal November ini, AMD akhirnya meluncurkan…
September 16, 2019 - 0

Overclocking RAM di MSI MPG Z390I Gaming Edge AC : Motherboard Pemecah Rekor DDR4-6000

Tanggal 10 September 2019 ini, sebuah milestone baru tercapai pada…
October 10, 2018 - 0

Overclocking Review Gigabyte Z390 AORUS MASTER : Watercooling + LN2 Cooling

Menyambut kedatangan prosesor Core i 9th Gen, Intel merilis sebuah…

Easy OC

December 19, 2020 - 0

Easy Overclocking Intel Core i5-10600K & Core i7-10700K

Prosesor Intel Core 10th Gen ‘Comet Lake’ merupakan prosesor yang…
October 11, 2018 - 0

Hands-On Feature: Asus ROG AI Overclocking (di ROG Maximus XI Hero Wi-Fi)

Setelah sebelumnya kami melakukan hands-on motherboard ROG Maximus XI Hero…
February 16, 2018 - 0

Overclocking RAM Murah dan Mudah: Memory Try It pada MSI A320M Pro-VD/S (Ryzen 3 2200G ‘Raven Ridge’)

  Overclocking RAM dengan chipset A320? Kenapa Tidak? Saat ini,…
August 21, 2017 - 0

Easy OC Core i9-7900X di MSI X299 Tomahawk Arctic: Enhanced Turbo dan GameBoost

Sejauh ini, solusi prosesor Intel untuk kelas Enthusiast pada harga…

General OC

April 17, 2021 - 0

G.Skill Umumkan Trident Z Royal Elite : Sampai Kecepatan DDR4-5333 CL22

G.Skill, produsen RAM ternama yang terkenal dengan kemampuan overclocking-nya, mengumumkan…
March 30, 2021 - 0

Overclocking & Hands-on Review : Gigabyte Z590I AORUS ULTRA Mini-ITX (di Core i7-10700K)

Generasi motherboard next-gen dari Intel sudah mulai berdatangan, dan ini…
September 17, 2020 - 0

Hands-on & Overclocking – MSI GeForce RTX 3080 Gaming X Trio 10G

Segera setelah NVIDIA secara resmi mengumumkan kehadiran GeForce RTX 3080…
August 8, 2020 - 0

Eksperimen : ASRock A300 Deskmini + AMD RYZEN 3 PRO 4350G ‘Renoir’

AMD APU 7nm terbaru yakni ‘Renoir‘ menunjukkan performa dan kemampuan…